Kreativitasku - Suhardin

INOVASI PEMBELAJARAN - BERBAGI IDE DAN KREASI - KOKURIKULER - BULETIN SEKOLAH - KARYA ILMIAH

Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2026

MPLS Ramah - Topik Aku dan Sekolahku

STRATEGI MPLS RAMAH 2026: "Petualangan Si Udin"

Sasaran: Siswa Baru SMPN 17 Kendari
Karakter Utama: Edukatif, Kolaboratif, Ramah Anak, dan Menyenangkan

Phase 1: Ice Breaking – "Konsentrasi Apel & Pisang"


Sesi ini bertujuan untuk memecah kekakuan, melatih fokus, dan membangun energi positif di awal kegiatan.

  • Mekanisme Permainan:

    • Guru berdiri di depan kelas dan menceritakan sebuah kisah fiktif (misalnya: "Suatu hari, Si Udin pergi ke pasar...").

    • Aturan Babak 1: Jika guru menyebut kata "Apel", siswa harus Duduk. Jika guru menyebut kata "Pisang", siswa harus Berdiri.

    • Aturan Babak 2 (Dibalik): Untuk meningkatkan tantangan, aturan dibalik. "Apel" berarti Berdiri, dan "Pisang" berarti Duduk.

  • Aksi Siswa: Siswa harus menyimak cerita dengan saksama dan melakukan gerakan fisik sesuai kata kunci yang diucapkan guru.

Phase 2: Petualangan Lingkungan Sekolah – "Misi Peta Si Udin"



Siswa diajak mengenal lingkungan SMPN 17 Kendari bukan dengan metode ceramah yang membosankan, melainkan lewat metode treasure hunt (berburu harta karun).

  • Pembagian Kelompok: Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (beranggotakan 5–7 orang).

  • Media Peta: Setiap kelompok diberikan selembar "Peta Si Udin"—sebuah peta ilustrasi area SMPN 17 Kendari yang memiliki titik-titik lokasi bernomor (tanpa nama fasilitas).

  • Mobilisasi Ceria: Kelompok bergerak dari satu titik ke titik lain dipandu oleh pengurus OSIS. Sepanjang perjalanan koridor sekolah, mereka wajib bernyanyi riang (misalnya lagu nasional, lagu daerah Sulawesi Tenggara, atau yel-yel kelompok) untuk menjaga atmosfer tetap ramah dan seru.

Phase 3: Identifikasi & Storytelling Fasilitas Sekolah

Di setiap titik nomor yang dikunjungi, siswa akan mendalami fungsi dari fasilitas tersebut.

  • Storytelling OSIS & Guru: Di lokasi yang dituju, guru atau pengurus OSIS yang berjaga akan menceritakan kisah singkat atau fun fact terkait tempat tersebut (misalnya: laboratorium IPA, perpustakaan, ruang seni, atau kantin kejujuran).

  • Lembar Identifikasi: Setelah mendengar cerita, setiap kelompok wajib mengisi lembar kerja mereka: mencatat Nama Fasilitas dan Fungsi Utama fasilitas tersebut berdasarkan nomor yang tertera di Peta Si Udin.

Phase 4: Unjuk Kerja – Presentasi Kelompok

Setelah penjelajahan selesai, seluruh siswa kembali ke ruang kelas untuk mengolah hasil petualangan mereka.

  • Diskusi Kilat: Kelompok merapikan hasil catatan peta mereka.

  • Presentasi di Depan Kelas: Dipandu oleh guru, perwakilan kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil identifikasi fasilitas SMPN 17 Kendari.

  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi (bisa berupa tepuk tangan khas atau poin reward) kepada semua kelompok yang berani tampil, tanpa ada penghakiman salah-benar yang kaku.

Phase 5: Penutup – Refleksi & Doa Bersama

Menutup kegiatan hari itu dengan menyentuh sisi emosional dan spiritual siswa agar mereka merasa diterima di sekolah baru.

  • Refleksi Singkat: Guru mengajak siswa menyampaikan satu kata atau satu kalimat kesan mereka mengikuti petualangan hari ini (contoh: "Seru!", "Asyik!", "Saya tahu letak perpus!"). Guru juga menegaskan bahwa SMPN 17 Kendari adalah rumah yang aman dan ramah untuk mereka belajar.

  • Doa Bersama: Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dipimpin oleh salah satu siswa atau guru, sebagai rasa syukur atas kelancaran acara.

Catatan Implementasi untuk Panitia: > Pastikan pengurus OSIS yang mendampingi kelompok bersikap persuasif, tidak membentak, dan benar-benar berperan sebagai kakak tingkat yang mengayomi agar esensi "MPLS Ramah" tetap terjaga sepenuhnya.


Minggu, 05 Juli 2026

ORGAN DAN SALURAN PENCERNAAN MANUSIA

Pencernaan manusia terbagi atas organ pencernaan, saluran pencernaan dan enzim pencernaan. Bagimana fungsi oragn pencernaan dalam mendukung proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia? Ayo simak gambar berikut.

Nah, sekarang coba kalian mengisi kembali bagam di bawah ini.



Lakukanlah identifikasi perbedaan fungsi setiap organ bernomor pada gambar di bawah ini untuk mengklasifikasi proses fisi dan kimiawi yang terjadi.



Apa yang bisa kalian simpulkan dari hasil pekerjaanmu?

Kamis, 23 April 2026

Proyek Bentang Alam dan Erupsi Gunung Api - IPA Kelas 8 SMP

 

Proses Pembuatan 



Kreasi Siswa dengan Ornamen Yang Menaril



Aksi di Kelas 8.3



Refleksi Siswa Hasil Kegiatan Proyek


Presentase Siswa

Beberapa type dapat terlihat pada gambar berikut

















Senin, 09 Maret 2026

ANALISA SOAL HUKUM NEWTON - IPA KELAS 8 SMP

 


SOAL ANALISA IPA KELAS VIII - HUKUM NEWTON

 

1.      Manakah pernyataan berikut yang berhibungan dengan Hukum Newton 1 (beri tanda pada jawaban yang benar)

F = m . a

Istilahnya inersia atau kelembaman

Setiap benda selalu mempertahankan diri agar tetap diam

Benda berpindah pada jarak tertentu sesuai masanya

Mendorong meja kearah depan

Ada aksi dan ada reaksi

Mendayung perahu di rerairan laut

F = 0


2.      Lengkapilah tabel berikut dengan menggunakan rumus Hukum Newton II --- F = m . a

No

Kondisi Benda

Massa (m)

Percepatan (a)

Gaya (F)

1

Ali Mendorong Kursi

2 kg

3 m/s2

....... N

2

Abdul Mendorong Meja

10 kg

5 m/s2

....... N

Berdasarkan tabel tersebut jawablah pertanyaan berikut

a.       Siapakah yang memiliki gaya Newton yang paling besar?

b.      Mengapa nilai gaya tersebut memiliki perbedaan?

c.       Faktor apakah yang mempengaruhi sehingga nilai gaya Ali dan Abdul itu tidak sama?

d.      Buatkanlah kesumpulan dari tabel tersebut!

 

3.      Apakah pernytaan ini benar atau salah

  1. Peristiwa anak badak terpental ke belakang saat mencoba mendorong induknya dengan kuat adalah contoh penerapan Hukum III Newton (Aksi-Reaksi). Anak badak memberikan gaya aksi (mendorong), dan induknya memberikan gaya reaksi yang sama besar namun berlawanan arah, menyebabkan anak badak terdorong mundur. ……………..(Benar – Salah)
  2. Peristiwa dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan lalu terpental merupakan contoh penerapan Hukum II. Saat kedua kijang saling mendorong, masing-masing memberikan gaya sehingga terpental pada jarak tertentu……...(Benar – Salah)
  3. Hukum Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat pada saat kita menempatkan selembar kertas diatas uang logam lalu menrik kertasnya dengan cepat sehingga uang logam itu hanya bergeser sedikit sekali dari tempatnya dan tidak mengikuti arah tarikan kertas…..(Benar – Salah)
  4. Ketika nelayang mengayuh sampan dapat menyebabkan perahunya melaju diatas air. Arah dayung dan sampan yang berlawanan ini menjadikannya fenomena penerapan Hukum Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari……(Benar – Salah)

 


Kamis, 05 Februari 2026

Gelar Produk dan Refleksi Bercerita (Kokurikuler Proyek Sikkato)

 


Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO

KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selasar sekolah pada kegiatan Gelar Produk Kokurikuler bertema Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara. Di antara riuh rendah stan kelas lainnya, ada satu yang mencuri perhatian pengunjung: Stan Kelas 9.2 dengan tajuk "SIKKATO".

Apa itu SIKKATO? Bukan sekadar nama keren, SIKKATO merupakan akronim dari tiga pilar kuliner tradisional Sulawesi Tenggara, yaitu Sinonggi, Kasoami, dan Kabuto. Ketiga makanan ini dipilih para siswa kelas 9.2 untuk diperkenalkan kembali kepada generasi Z sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.

Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak cekatan menyajikan hidangan. Di meja utama, kelompok pertama menyajikan Sinonggi. Berbahan dasar sagu yang disiram air mendidih hingga kenyal, hidangan ini nampak menggoda saat dipadukan dengan kuah kuning ikan parende yang segar, sayur bening, dan sambal terasi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional itu sehat dan bergizi," ujar salah satu siswa sambil mengaduk sagu dengan posonggi (sumpit bambu besar).

Tak jauh dari sana, aroma Kasoami yang baru matang tercium dari kukusan bambu berbentuk kerucut. Makanan yang terbuat dari parutan ubi kayu yang telah diperas ini disajikan hangat sebagai pengganti nasi, lengkap dengan pendamping setianya: ikan asap, kanasa, atau kaholeo.

Keunikan lain muncul dari kelompok penyaji Kabuto. Makanan berbahan dasar ubi kayu yang telah dikeringkan dan difermentasi hingga berwarna cokelat kehitaman ini sempat membuat beberapa pengunjung penasaran. Namun, teksturnya yang lembut saat matang dan rasanya yang khas justru menjadi primadona bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner autentik daerah.

Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa SMP tidak hanya pandai dalam teori, tetapi juga mampu menjaga akar budaya melalui praktik langsung yang kreatif dan kolaboratif.


Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mempraktikkan pembuatan makanan khas daerah bagi siswa SMP memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Berikut adalah rinciannya:

Tujuan Kegiatan

  • Pelestarian Budaya: Menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap kekayaan kuliner lokal di tengah gempuran fast food modern.
  • Edukasi Literasi Pangan: Mengenalkan bahan pangan lokal (sagu dan ubi) sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat.
  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Mengimplementasikan dimensi "Gotong Royong" melalui kerja kelompok dan "Berkebinekaan Global" melalui kecintaan pada kearifan lokal.

Selasa, 27 Januari 2026

PROYEK PEMBUATAN SIRKUIT SEDERHANA HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK SERI DAN PARALEL

 Link Video

https://youtube.com/shorts/vfoUnsfIoEI?si=YPPpdyElOJA9CTN0 (Cara Kerja)

https://youtube.com/shorts/6uwRIrhqPA4?si=gMQDrXesWjqKNbbA (Paparan Kelompok)

https://youtube.com/shorts/WR61LiKPFAo?si=-_Tqk7a76_5cWPbu (Cara merakit sirkuit)


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

 

Topik                    : Proyek: "Sirkuit Ajaib: Mengalirkan Listrik di Atas Kertas"

Kelas                     : IX…….

Kelompok                        : ____________________

Anggota                : ____________________

Nama Siswa         : ………………………….

 

A. Tujuan Proyek

1.      Menyelidiki sifat hantaran listrik pada grafit (pensil) dan aluminium foil.

2.      Menganalisis perbedaan karakteristik cahaya lampu pada rangkaian seri dan paralel.

3.      Membuat sirkuit listrik kreatif dari bahan daur ulang.

B. Alat dan Bahan

·         Papan sirkuit dari kardus bekas.

·         Pensil 2B (atau jenis 4B/6B jika ada agar lebih konduktif).

·         Mistar.

·         Lampu LED kecil (2 buah).

·         Baterai kancing (CR2032) atau baterai AA.

·         Kertas aluminium foil.

·         Selotip/lakban kecil (untuk menempelkan komponen).

C. Prosedur Kerja

1. Persiapan Jalur (Konduktor)

1.      Buatlah dua jalur sejajar di atas kardus menggunakan mistar.

2.      Arsir jalur tersebut menggunakan pensil 2B hingga sangat tebal, hitam, dan mengkilap.

3.      Tempelkan potongan kecil aluminium foil pada ujung-ujung jalur sebagai tempat meletakkan kutub baterai.

2. Membuat Rangkaian Seri

1.      Pasang dua lampu LED secara berurutan dalam satu jalur (kaki positif LED 1 bertemu jalur baterai, kaki negatif LED 1 bertemu kaki positif LED 2).

2.      Letakkan baterai pada terminal aluminium foil.

3.      Amati nyala lampu dan catat pada tabel.

4.      Lepas salah satu lampu, amati apa yang terjadi pada lampu lainnya.

3. Membuat Rangkaian Paralel

1.      Buatlah jalur pensil yang bercabang (menyerupai tangga).

2.      Pasang dua lampu LED pada masing-masing cabang (jalur yang berbeda namun terhubung ke sumber baterai yang sama).

3.      Amati nyala lampu dan catat pada tabel.

4.      Lepas salah satu lampu, amati apakah lampu lainnya tetap menyala.


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=gVx2jIWg8Ls
https://www.signliteled.com/wiring-led-strip-lights-correctly-a-guide-to-series-and-parallel-circuits/


D. Tabel pengamatan

 

Jenis Rangkaian

Kondisi Nyala Lampu (Terang/Redup)

Jika Satu Lampu Dilepas, Lampu Lain...

Rangkaian Seri

Rangkaian Paralel

E. Analisis Data (Pertanyaan & Jawaban)

1.      Mengapa lampu pada rangkaian paralel menyala lebih terang dibandingkan rangkaian seri?.

2.      Apa yang terjadi jika jalur pensil tidak diarsir dengan tebal? Jelaskan kaitannya dengan hambatan!

3.      Mengapa pada rangkaian seri, saat satu lampu dilepas, lampu lainnya ikut mati?.

4.      Apa fungsi utama aluminium foil dalam praktikum ini dibandingkan hanya menggunakan pensil saja?

F. Cara Menyimpulkan

Untuk membuat kesimpulan, bandingkan hasil pengamatan dengan tujuan proyek. Gunakan format berikut:

"Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa rangkaian (Seri/Paralel) menghasilkan nyala lampu yang lebih terang. Ketebalan arsiran pensil sangat mempengaruhi (Arus/Hambatan) listrik. Rangkaian (Seri/Paralel) lebih efektif digunakan jika kita ingin satu lampu tetap menyala meskipun lampu lain rusak."





Paling di Sukai

PANEN DI KEBUN SEKOLAH SEVENTEEN - PROGRAM SEKOLAH HEBAT - BANK INDONESIA

  Dari Banjir Menuju Berkah: Asa yang Berbuah Manis di Kebun Tomat Spensasbel Oleh: Farah Suci Amaliah Tim Redaksi Buletin Digital Seven...

Paling dicari