Presentase Siswa
Beberapa type dapat terlihat pada gambar berikut
Presentase Siswa
Beberapa type dapat terlihat pada gambar berikut
SOAL ANALISA IPA KELAS VIII - HUKUM NEWTON
1. Manakah
pernyataan berikut yang berhibungan dengan Hukum Newton 1 (beri tanda √
pada jawaban yang benar)
2. Lengkapilah
tabel berikut dengan menggunakan rumus Hukum Newton II --- ∑F
= m . a
|
No |
Kondisi Benda |
Massa (m) |
Percepatan (a) |
Gaya (F) |
|
1 |
Ali Mendorong Kursi |
2 kg |
3 m/s2 |
....... N |
|
2 |
Abdul Mendorong Meja |
10 kg |
5 m/s2 |
....... N |
Berdasarkan tabel tersebut jawablah pertanyaan berikut
a. Siapakah yang memiliki gaya Newton yang paling besar?
b. Mengapa nilai gaya tersebut memiliki perbedaan?
c. Faktor apakah yang mempengaruhi sehingga nilai gaya Ali dan Abdul itu tidak sama?
d. Buatkanlah kesumpulan dari tabel tersebut!
3. Apakah
pernytaan ini benar atau salah
KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selasar sekolah pada kegiatan Gelar Produk Kokurikuler bertema Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara. Di antara riuh rendah stan kelas lainnya, ada satu yang mencuri perhatian pengunjung: Stan Kelas 9.2 dengan tajuk "SIKKATO".
Apa itu SIKKATO? Bukan sekadar nama keren, SIKKATO merupakan akronim dari tiga pilar kuliner tradisional Sulawesi Tenggara, yaitu Sinonggi, Kasoami, dan Kabuto. Ketiga makanan ini dipilih para siswa kelas 9.2 untuk diperkenalkan kembali kepada generasi Z sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.
Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak cekatan menyajikan hidangan. Di meja utama, kelompok pertama menyajikan Sinonggi. Berbahan dasar sagu yang disiram air mendidih hingga kenyal, hidangan ini nampak menggoda saat dipadukan dengan kuah kuning ikan parende yang segar, sayur bening, dan sambal terasi.
"Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional itu sehat dan bergizi," ujar salah satu siswa sambil mengaduk sagu dengan posonggi (sumpit bambu besar).
Tak jauh dari sana, aroma Kasoami yang baru matang tercium dari kukusan bambu berbentuk kerucut. Makanan yang terbuat dari parutan ubi kayu yang telah diperas ini disajikan hangat sebagai pengganti nasi, lengkap dengan pendamping setianya: ikan asap, kanasa, atau kaholeo.
Keunikan lain muncul dari kelompok penyaji Kabuto. Makanan berbahan dasar ubi kayu yang telah dikeringkan dan difermentasi hingga berwarna cokelat kehitaman ini sempat membuat beberapa pengunjung penasaran. Namun, teksturnya yang lembut saat matang dan rasanya yang khas justru menjadi primadona bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner autentik daerah.
Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa SMP tidak hanya pandai dalam teori, tetapi juga mampu menjaga akar budaya melalui praktik langsung yang kreatif dan kolaboratif.
Mempraktikkan pembuatan makanan khas daerah bagi siswa SMP memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Berikut adalah rinciannya:
Link Video
https://youtube.com/shorts/vfoUnsfIoEI?si=YPPpdyElOJA9CTN0 (Cara Kerja)
https://youtube.com/shorts/6uwRIrhqPA4?si=gMQDrXesWjqKNbbA (Paparan Kelompok)
https://youtube.com/shorts/WR61LiKPFAo?si=-_Tqk7a76_5cWPbu (Cara merakit sirkuit)
Topik :
Proyek: "Sirkuit Ajaib: Mengalirkan Listrik di Atas Kertas"
Kelas :
IX…….
Kelompok :
____________________
Anggota :
____________________
Nama Siswa :
………………………….
1. Menyelidiki
sifat hantaran listrik pada grafit (pensil) dan aluminium foil.
2. Menganalisis
perbedaan karakteristik cahaya lampu pada rangkaian seri dan paralel.
3. Membuat
sirkuit listrik kreatif dari bahan daur ulang.
·
Papan sirkuit dari kardus bekas.
·
Pensil 2B (atau jenis 4B/6B jika ada agar lebih
konduktif).
·
Mistar.
·
Lampu LED kecil (2 buah).
·
Baterai kancing (CR2032) atau baterai AA.
·
Kertas aluminium foil.
·
Selotip/lakban kecil (untuk menempelkan
komponen).
1. Buatlah
dua jalur sejajar di atas kardus menggunakan mistar.
2. Arsir
jalur tersebut menggunakan pensil 2B hingga sangat tebal, hitam, dan mengkilap.
3. Tempelkan
potongan kecil aluminium foil pada ujung-ujung jalur sebagai tempat meletakkan
kutub baterai.
1. Pasang
dua lampu LED secara berurutan dalam satu jalur (kaki positif LED 1 bertemu
jalur baterai, kaki negatif LED 1 bertemu kaki positif LED 2).
2. Letakkan
baterai pada terminal aluminium foil.
3. Amati
nyala lampu dan catat pada tabel.
4. Lepas
salah satu lampu, amati apa yang terjadi pada lampu lainnya.
1. Buatlah
jalur pensil yang bercabang (menyerupai tangga).
2. Pasang
dua lampu LED pada masing-masing cabang (jalur yang berbeda namun terhubung ke
sumber baterai yang sama).
3. Amati
nyala lampu dan catat pada tabel.
4. Lepas
salah satu lampu, amati apakah lampu lainnya tetap menyala.
D. Tabel pengamatan
|
Jenis Rangkaian |
Kondisi Nyala Lampu
(Terang/Redup) |
Jika Satu Lampu Dilepas,
Lampu Lain... |
|
Rangkaian Seri |
||
|
Rangkaian Paralel |
E. Analisis Data (Pertanyaan & Jawaban)
1.
Mengapa
lampu pada rangkaian paralel menyala lebih terang dibandingkan rangkaian seri?.
2.
Apa yang
terjadi jika jalur pensil tidak diarsir dengan tebal? Jelaskan kaitannya dengan
hambatan!
3.
Mengapa
pada rangkaian seri, saat satu lampu dilepas, lampu lainnya ikut mati?.
4.
Apa fungsi
utama aluminium foil dalam praktikum ini dibandingkan hanya menggunakan pensil
saja?
F. Cara Menyimpulkan
Untuk membuat kesimpulan, bandingkan hasil pengamatan dengan
tujuan proyek. Gunakan format berikut:
"Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa
rangkaian (Seri/Paralel) menghasilkan nyala lampu yang lebih terang.
Ketebalan arsiran pensil sangat mempengaruhi (Arus/Hambatan) listrik.
Rangkaian (Seri/Paralel) lebih efektif digunakan jika kita ingin satu
lampu tetap menyala meskipun lampu lain rusak."
Topik :
Hambatan pada Rangkaian Paralel
Kelas :
IX…….
Kelompok :
____________________
Anggota :
____________________
Nama Siswa :
………………………….
Tujuan:
Peserta didik dapat menghitung besarnya hambatan pengganti
($R_p$) pada berbagai kombinasi peralatan rumah tangga yang disusun secara
paralel.
Di rumah Pak Suhardin, terdapat beberapa peralatan listrik
yang sering digunakan bersamaan. Karena instalasi rumah menggunakan Rangkaian
Paralel, maka setiap alat mendapatkan tegangan yang sama (220V), namun
memiliki hambatan (R) yang berbeda-beda.
Daftar Hambatan Alat Listrik:
1. Lampu
Teras (R1) = 440Ω
2. Televisi
(R2) = 220Ω
3. Kipas
Angin (R3) = 110Ω
4. Rice
Cooker (R4) = 44Ω
Instruksi: Hitunglah hambatan total (Rp) untuk setiap
kombinasi penggunaan alat di bawah ini menggunakan rumus:
1/Rp
= 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ...
|
No |
Kasus Penggunaan Alat |
Rumus Penghitungan |
Hasil Hambatan Total (Rp) |
|
1 |
Lampu (440Ω & TV (220Ω) menyala bersama. |
1/Rp = 1/440} + 1/220} =
1/440 + 2/440 |
......... Ω |
|
2 |
TV (220Ω) & Kipas (110Ω) menyala bersama. |
......... Ω |
|
|
3 |
Kipas (110Ω) & Rice Cooker (44Ω) menyala bersama. |
......... Ω |
|
|
4 |
TANTANGAN: Lampu, TV, & Kipas menyala bersama. |
......... Ω |
1.
Bandingkan hasil Rp pada
No. 1 dengan nilai hambatan lampu (440Ω).
Manakah yang lebih kecil?
2.
Berdasarkan data tabel, apa yang terjadi pada nilai Hambatan
Total (Rp) jika kita semakin banyak
menyalakan peralatan listrik secara bersamaan?
3.
Jika nilai Rp semakin
kecil, maka arus listrik (I) yang ditarik dari
PLN akan semakin Besar. Apa bahayanya jika kita menyalakan terlalu
banyak alat (paralel) secara berlebihan pada kabel yang kecil?
4.
Mengapa Rice Cooker memiliki nilai hambatan (R) yang paling kecil dibandingkan lampu? (Petunjuk:
Hubungkan dengan panas yang dihasilkan).
"Banyak orang mengira menambah alat listrik berarti
menambah hambatan. Namun, dalam rangkaian paralel di rumah kita, menambah alat
justru menurunkan hambatan total. Mengapa demikian dan apa pengaruhnya
terhadap tagihan listrik rumah?"
Kesimpulan:
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
Link Kegiatan : https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/sekolah-hebat/halaman-muka Bersama Bank Indonesia