Kreativitasku - Suhardin

INOVASI PEMBELAJARAN - BERBAGI IDE DAN KREASI - KOKURIKULER - BULETIN SEKOLAH - KARYA ILMIAH

Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyaku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2026

Proyek Bentang Alam dan Erupsi Gunung Api - IPA Kelas 8 SMP

 

Proses Pembuatan 



Kreasi Siswa dengan Ornamen Yang Menaril



Aksi di Kelas 8.3



Refleksi Siswa Hasil Kegiatan Proyek


Presentase Siswa

Beberapa type dapat terlihat pada gambar berikut

















Senin, 09 Maret 2026

ANALISA SOAL HUKUM NEWTON - IPA KELAS 8 SMP

 


SOAL ANALISA IPA KELAS VIII - HUKUM NEWTON

 

1.      Manakah pernyataan berikut yang berhibungan dengan Hukum Newton 1 (beri tanda pada jawaban yang benar)

F = m . a

Istilahnya inersia atau kelembaman

Setiap benda selalu mempertahankan diri agar tetap diam

Benda berpindah pada jarak tertentu sesuai masanya

Mendorong meja kearah depan

Ada aksi dan ada reaksi

Mendayung perahu di rerairan laut

F = 0


2.      Lengkapilah tabel berikut dengan menggunakan rumus Hukum Newton II --- F = m . a

No

Kondisi Benda

Massa (m)

Percepatan (a)

Gaya (F)

1

Ali Mendorong Kursi

2 kg

3 m/s2

....... N

2

Abdul Mendorong Meja

10 kg

5 m/s2

....... N

Berdasarkan tabel tersebut jawablah pertanyaan berikut

a.       Siapakah yang memiliki gaya Newton yang paling besar?

b.      Mengapa nilai gaya tersebut memiliki perbedaan?

c.       Faktor apakah yang mempengaruhi sehingga nilai gaya Ali dan Abdul itu tidak sama?

d.      Buatkanlah kesumpulan dari tabel tersebut!

 

3.      Apakah pernytaan ini benar atau salah

  1. Peristiwa anak badak terpental ke belakang saat mencoba mendorong induknya dengan kuat adalah contoh penerapan Hukum III Newton (Aksi-Reaksi). Anak badak memberikan gaya aksi (mendorong), dan induknya memberikan gaya reaksi yang sama besar namun berlawanan arah, menyebabkan anak badak terdorong mundur. ……………..(Benar – Salah)
  2. Peristiwa dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan lalu terpental merupakan contoh penerapan Hukum II. Saat kedua kijang saling mendorong, masing-masing memberikan gaya sehingga terpental pada jarak tertentu……...(Benar – Salah)
  3. Hukum Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat pada saat kita menempatkan selembar kertas diatas uang logam lalu menrik kertasnya dengan cepat sehingga uang logam itu hanya bergeser sedikit sekali dari tempatnya dan tidak mengikuti arah tarikan kertas…..(Benar – Salah)
  4. Ketika nelayang mengayuh sampan dapat menyebabkan perahunya melaju diatas air. Arah dayung dan sampan yang berlawanan ini menjadikannya fenomena penerapan Hukum Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari……(Benar – Salah)

 


Kamis, 05 Februari 2026

Gelar Produk dan Refleksi Bercerita (Kokurikuler Proyek Sikkato)

 


Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO

KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selasar sekolah pada kegiatan Gelar Produk Kokurikuler bertema Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara. Di antara riuh rendah stan kelas lainnya, ada satu yang mencuri perhatian pengunjung: Stan Kelas 9.2 dengan tajuk "SIKKATO".

Apa itu SIKKATO? Bukan sekadar nama keren, SIKKATO merupakan akronim dari tiga pilar kuliner tradisional Sulawesi Tenggara, yaitu Sinonggi, Kasoami, dan Kabuto. Ketiga makanan ini dipilih para siswa kelas 9.2 untuk diperkenalkan kembali kepada generasi Z sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.

Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak cekatan menyajikan hidangan. Di meja utama, kelompok pertama menyajikan Sinonggi. Berbahan dasar sagu yang disiram air mendidih hingga kenyal, hidangan ini nampak menggoda saat dipadukan dengan kuah kuning ikan parende yang segar, sayur bening, dan sambal terasi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional itu sehat dan bergizi," ujar salah satu siswa sambil mengaduk sagu dengan posonggi (sumpit bambu besar).

Tak jauh dari sana, aroma Kasoami yang baru matang tercium dari kukusan bambu berbentuk kerucut. Makanan yang terbuat dari parutan ubi kayu yang telah diperas ini disajikan hangat sebagai pengganti nasi, lengkap dengan pendamping setianya: ikan asap, kanasa, atau kaholeo.

Keunikan lain muncul dari kelompok penyaji Kabuto. Makanan berbahan dasar ubi kayu yang telah dikeringkan dan difermentasi hingga berwarna cokelat kehitaman ini sempat membuat beberapa pengunjung penasaran. Namun, teksturnya yang lembut saat matang dan rasanya yang khas justru menjadi primadona bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner autentik daerah.

Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa SMP tidak hanya pandai dalam teori, tetapi juga mampu menjaga akar budaya melalui praktik langsung yang kreatif dan kolaboratif.


Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mempraktikkan pembuatan makanan khas daerah bagi siswa SMP memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Berikut adalah rinciannya:

Tujuan Kegiatan

  • Pelestarian Budaya: Menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap kekayaan kuliner lokal di tengah gempuran fast food modern.
  • Edukasi Literasi Pangan: Mengenalkan bahan pangan lokal (sagu dan ubi) sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat.
  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Mengimplementasikan dimensi "Gotong Royong" melalui kerja kelompok dan "Berkebinekaan Global" melalui kecintaan pada kearifan lokal.

Selasa, 27 Januari 2026

PROYEK PEMBUATAN SIRKUIT SEDERHANA HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK SERI DAN PARALEL

 Link Video

https://youtube.com/shorts/vfoUnsfIoEI?si=YPPpdyElOJA9CTN0 (Cara Kerja)

https://youtube.com/shorts/6uwRIrhqPA4?si=gMQDrXesWjqKNbbA (Paparan Kelompok)

https://youtube.com/shorts/WR61LiKPFAo?si=-_Tqk7a76_5cWPbu (Cara merakit sirkuit)


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

 

Topik                    : Proyek: "Sirkuit Ajaib: Mengalirkan Listrik di Atas Kertas"

Kelas                     : IX…….

Kelompok                        : ____________________

Anggota                : ____________________

Nama Siswa         : ………………………….

 

A. Tujuan Proyek

1.      Menyelidiki sifat hantaran listrik pada grafit (pensil) dan aluminium foil.

2.      Menganalisis perbedaan karakteristik cahaya lampu pada rangkaian seri dan paralel.

3.      Membuat sirkuit listrik kreatif dari bahan daur ulang.

B. Alat dan Bahan

·         Papan sirkuit dari kardus bekas.

·         Pensil 2B (atau jenis 4B/6B jika ada agar lebih konduktif).

·         Mistar.

·         Lampu LED kecil (2 buah).

·         Baterai kancing (CR2032) atau baterai AA.

·         Kertas aluminium foil.

·         Selotip/lakban kecil (untuk menempelkan komponen).

C. Prosedur Kerja

1. Persiapan Jalur (Konduktor)

1.      Buatlah dua jalur sejajar di atas kardus menggunakan mistar.

2.      Arsir jalur tersebut menggunakan pensil 2B hingga sangat tebal, hitam, dan mengkilap.

3.      Tempelkan potongan kecil aluminium foil pada ujung-ujung jalur sebagai tempat meletakkan kutub baterai.

2. Membuat Rangkaian Seri

1.      Pasang dua lampu LED secara berurutan dalam satu jalur (kaki positif LED 1 bertemu jalur baterai, kaki negatif LED 1 bertemu kaki positif LED 2).

2.      Letakkan baterai pada terminal aluminium foil.

3.      Amati nyala lampu dan catat pada tabel.

4.      Lepas salah satu lampu, amati apa yang terjadi pada lampu lainnya.

3. Membuat Rangkaian Paralel

1.      Buatlah jalur pensil yang bercabang (menyerupai tangga).

2.      Pasang dua lampu LED pada masing-masing cabang (jalur yang berbeda namun terhubung ke sumber baterai yang sama).

3.      Amati nyala lampu dan catat pada tabel.

4.      Lepas salah satu lampu, amati apakah lampu lainnya tetap menyala.


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=gVx2jIWg8Ls
https://www.signliteled.com/wiring-led-strip-lights-correctly-a-guide-to-series-and-parallel-circuits/


D. Tabel pengamatan

 

Jenis Rangkaian

Kondisi Nyala Lampu (Terang/Redup)

Jika Satu Lampu Dilepas, Lampu Lain...

Rangkaian Seri

Rangkaian Paralel

E. Analisis Data (Pertanyaan & Jawaban)

1.      Mengapa lampu pada rangkaian paralel menyala lebih terang dibandingkan rangkaian seri?.

2.      Apa yang terjadi jika jalur pensil tidak diarsir dengan tebal? Jelaskan kaitannya dengan hambatan!

3.      Mengapa pada rangkaian seri, saat satu lampu dilepas, lampu lainnya ikut mati?.

4.      Apa fungsi utama aluminium foil dalam praktikum ini dibandingkan hanya menggunakan pensil saja?

F. Cara Menyimpulkan

Untuk membuat kesimpulan, bandingkan hasil pengamatan dengan tujuan proyek. Gunakan format berikut:

"Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa rangkaian (Seri/Paralel) menghasilkan nyala lampu yang lebih terang. Ketebalan arsiran pensil sangat mempengaruhi (Arus/Hambatan) listrik. Rangkaian (Seri/Paralel) lebih efektif digunakan jika kita ingin satu lampu tetap menyala meskipun lampu lain rusak."





Minggu, 25 Januari 2026

LKPD - Hambatan pada Rangkaian Listrik Paralel

 


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

 

Topik                    : Hambatan pada Rangkaian Paralel

Kelas                     : IX…….

Kelompok             : ____________________

Anggota                : ____________________

Nama Siswa         : ………………………….

 

Tujuan:

Peserta didik dapat menghitung besarnya hambatan pengganti ($R_p$) pada berbagai kombinasi peralatan rumah tangga yang disusun secara paralel.

 

Bagian Misteri Hambatan Listrik Rangkaian Paralel (Rp)

Di rumah Pak Suhardin, terdapat beberapa peralatan listrik yang sering digunakan bersamaan. Karena instalasi rumah menggunakan Rangkaian Paralel, maka setiap alat mendapatkan tegangan yang sama (220V), namun memiliki hambatan (R) yang berbeda-beda.

Daftar Hambatan Alat Listrik:

1.      Lampu Teras (R1) = 440Ω

2.      Televisi (R2) = 220Ω

3.      Kipas Angin (R3) = 110Ω

4.      Rice Cooker (R4) = 44Ω

 

Instruksi: Hitunglah hambatan total (Rp) untuk setiap kombinasi penggunaan alat di bawah ini menggunakan rumus:

1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ...

 

No

Kasus Penggunaan Alat

Rumus Penghitungan

Hasil Hambatan Total (Rp​)

1

Lampu (440Ω & TV (220Ω) menyala bersama.

1/Rp = 1/440} + 1/220} = 1/440 + 2/440

......... Ω

2

TV (220Ω) & Kipas (110Ω) menyala bersama.

......... Ω

3

Kipas (110Ω) & Rice Cooker (44Ω) menyala bersama.

......... Ω

4

TANTANGAN: Lampu, TV, & Kipas menyala bersama.

......... Ω

 

Pertanyaan analisis

1.      Bandingkan hasil Rp pada No. 1 dengan nilai hambatan lampu (440Ω). Manakah yang lebih kecil?

2.      Berdasarkan data tabel, apa yang terjadi pada nilai Hambatan Total (Rp) jika kita semakin banyak menyalakan peralatan listrik secara bersamaan?

3.      Jika nilai Rp semakin kecil, maka arus listrik (I) yang ditarik dari PLN akan semakin Besar. Apa bahayanya jika kita menyalakan terlalu banyak alat (paralel) secara berlebihan pada kabel yang kecil?

4.      Mengapa Rice Cooker memiliki nilai hambatan (R) yang paling kecil dibandingkan lampu? (Petunjuk: Hubungkan dengan panas yang dihasilkan).

 

Pertanyaan pemantik (kesimpulan)

"Banyak orang mengira menambah alat listrik berarti menambah hambatan. Namun, dalam rangkaian paralel di rumah kita, menambah alat justru menurunkan hambatan total. Mengapa demikian dan apa pengaruhnya terhadap tagihan listrik rumah?"

Kesimpulan: ...................................................................................................................................................... ......................................................................................................................................................


Paling di Sukai

PROGRAM SEKOLAH HEBAT SMPN 17 KENDARI 2026 BERSAMA BANK INDONESIA

 Link Kegiatan :  https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/sekolah-hebat/halaman-muka Bersama Bank Indonesia

Paling dicari