Brosur ini masih akan dilakukan perubahan untuk Kouta dan zona serta alur pendaftaran. ini adalah draf awal untuk sosialisasi perdana yang dilakukan panitia.
Sabtu, 09 Mei 2026
Kamis, 23 April 2026
Proyek Bentang Alam dan Erupsi Gunung Api - IPA Kelas 8 SMP
Presentase Siswa
Beberapa type dapat terlihat pada gambar berikutSenin, 13 April 2026
Materi Esensial tentang Isu-Isu Lingkungan
Bagaimana pendapat kalian tentang pernytaan berikut
- Alih fungsi lahan menjadi area beton di Wuawua
meningkatkan risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena munculnya
genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.
- Pendangkalan Teluk Kendari secara langsung
mengakibatkan masyarakat sekitar mengalami gangguan pernapasan kronis
akibat bau air laut.
- Kepadatan kendaraan bermotor di jalan protokol seperti
Jl. Ahmad Yani memicu peningkatan kasus ISPA pada warga karena penurunan
kualitas udara.
- Sistem drainase yang tersumbat sampah memicu genangan
yang meningkatkan risiko penularan penyakit diare dan gangguan kulit bagi
warga terdampak.
- Pembangunan ruko di daerah resapan air mengakibatkan polusi suara yang menjadi penyebab utama munculnya penyakit hipertensi pada masyarakat Kendari.
- Penumpukan sampah di pinggiran kota menyebabkan peningkatan populasi tikus yang secara langsung menyebarkan virus influenza kepada seluruh warga kota.
Kota Kendari memiliki kebutuhan air
bersih yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai
laju sekitar 2,1% per tahun. Berdasarkan data teknis PDAM Tirta Anoa, kebutuhan
air masyarakat Kendari mencapai sekitar 1.200 liter per detik, namun
kapasitas produksi riil saat ini baru menyentuh angka kisaran 600-700 liter
per detik.
Masalah utama tidak hanya pada
kuantitas, tetapi juga kualitas. Sumber air utama kita, Sungai Wanggu, sering
mengalami kekeruhan tinggi (NTU di atas normal) saat musim hujan akibat
sedimentasi, sementara di musim kemarau, debit air menurun drastis. Selain itu,
intrusi air laut mulai mengancam sumur-sumur dangkal milik warga di area
pesisir seperti di Kecamatan Kendari dan Kendari Barat.
Apa yang dapat kalian petik permasalahan tersebut?
Setiap harinya, Kota Kendari
memproduksi sampah sekitar 200 hingga 220 ton. Dari jumlah tersebut,
baru sekitar 80% yang mampu terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu.
Sisanya masih ada yang dibuang ke drainase, dibakar, atau menumpuk di tempat
pembuangan ilegal. TPA Puuwatu yang memiliki luas sekitar 40 hektare kini mulai
mendekati kapasitas maksimal (overload).
Masalah utama yang dihadapi adalah
rendahnya pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga). Sampah organik yang
tercampur dengan sampah plastik di TPA menghasilkan gas metana (CH_4) yang
tinggi serta air lindi (leachate). Jika tidak dikelola dengan sistem sanitary
landfill yang baik, air lindi ini berisiko merembes ke air tanah dan
mencemari sumur warga di sekitar wilayah Puuwatu. Selain itu, penumpukan sampah
di selokan kota menjadi pemicu utama banjir genangan saat hujan deras melanda
wilayah Mandonga dan sekitarnya.
"Peningkatan penggunaan bahan
bakar fosil dan alih fungsi lahan hutan (deforestasi) secara teknis
meningkatkan konsentrasi gas CO_2 di atmosfer. Hal ini mengakibatkan
gelombang panas yang lebih ekstrem, namun secara ekologis hal tersebut
menguntungkan karena mempercepat siklus air global sehingga ketersediaan air
bersih di wilayah tropis seperti Indonesia akan selalu meningkat dan
stabil."
Menurutmu....apakah hal itu tepat?
Secara ilmiah (analisis C4):
- Gangguan Siklus Hidrologi: Pemanasan global memang mempercepat penguapan, namun
hal ini justru menyebabkan cuaca ekstrem. Hujan yang turun cenderung
terjadi dengan intensitas yang sangat tinggi dalam waktu singkat
(menyebabkan banjir/run-off), bukan terserap menjadi cadangan air tanah.
- Ketidakseimbangan Musim: Pemanasan global menyebabkan musim kemarau menjadi
lebih panjang dan panas (kekeringan ekstrem), yang justru menurunkan debit
air di sungai dan waduk.
- Kualitas Air:
Suhu air yang meningkat dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dan memicu
pertumbuhan alga yang merugikan kualitas air bersih.
Analisis Penjelasan
- Analisis Pengomposan:
Sampah organik (sisa makanan, kulit buah) yang dibuang begitu saja ke
tempat sampah biasanya akan tertimbun di TPA secara anaerob (tanpa
oksigen). Proses ini menghasilkan gas metana ($CH_4$), yang
memiliki potensi pemanasan global 25 kali lebih kuat daripada $CO_2$.
Dengan mengompos di rumah, siswa membantu mengurai sampah secara aerob
(dengan oksigen) yang jauh lebih ramah lingkungan.
- Analisis Arus Bocor (Vampire Power): Banyak siswa yang menganggap alat elektronik yang mati
tidak memakan listrik. Padahal, kabel yang tetap tercolok (seperti charger
HP atau TV) tetap menarik arus listrik kecil yang disebut standby power
atau "listrik vampir".
- Hubungan ke Pemanasan Global: Karena mayoritas listrik di Indonesia (termasuk untuk
wilayah Sulawesi Tenggara) masih dipasok oleh PLTU berbahan bakar batu
bara, maka setiap watt listrik yang dihemat secara langsung mengurangi
jumlah batu bara yang dibakar, sehingga emisi gas rumah kaca ($CO_2$)
berkurang.
menganalisis sumber asal
energi (apakah dari tanaman, air, panas bumi, atau matahari) dan tujuan
penggunaannya (apakah untuk listrik atau bahan bakar transportasi).
Siswa harus mampu membedakan bahwa tidak semua energi alternatif cocok untuk semua masalah; misalnya, Geotermal sangat spesifik untuk lokasi vulkanik, sedangkan Bioetanol spesifik untuk substitusi bahan bakar cair.
Analisis Komparatif siswa, di mana mereka harus membedakan dua teknologi
bioenergi berdasarkan:
- Wujud Zat:
Biogas berbentuk gas, Bioetanol berbentuk cair.
- Bahan Baku:
Biogas cenderung menggunakan limbah (kotoran/sampah), sedangkan Bioetanol
menggunakan tanaman budidaya (pati/gula).
- Proses Kimia:
Siswa diajak memahami bahwa "fermentasi" dapat menghasilkan
produk yang berbeda (gas vs alkohol) tergantung pada bahan baku dan
mikroorganisme yang terlibat.
Siswa harus melakukan Analisis
Kausalitas:
- Siswa harus membedakan antara faktor alam (El
Nino) dan faktor manusia (kerusakan hutan).
- Siswa harus memahami perbedaan antara mitigasi
teknis (embung) dan mitigasi sosial (diversifikasi pangan).
- Siswa diajak berpikir kritis bahwa pangan bukan hanya soal beras, tapi soal bagaimana memanfaatkan tanaman yang lebih kuat bertahan di cuaca panas (seperti ubi kayu atau jagung) untuk menjaga kedaulatan pangan saat krisis air.
Siswa mampu membedakan :
- El Nino
(Fenomena pemicu kekeringan panjang di Indonesia).
- Diversifikasi
(Usaha penganekaragaman konsumsi pangan).
- Ubi / Singkong
/ Jagung (Bisa dipilih salah satu, namun Ubi atau Singkong
sering menjadi pangan lokal pengganti saat krisis).
- Pertambangan
/ Tambang (Tantangan spesifik di wilayah Sultra seperti di Kolaka,
Konawe, atau Bombana).
- Embung
(Bangunan penampung air untuk irigasi skala kecil).
- Optimalisasi
(atau Pemanfaatan)
- Diversifikasi
(atau Penganekaragaman)
- Stabilitas
(atau Keberlanjutan)
- Penyangga
(atau Buffer)
- Berkelanjutan
(atau Mandiri)
Senin, 30 Maret 2026
Senin, 16 Maret 2026
Senin, 09 Maret 2026
ANALISA SOAL HUKUM NEWTON - IPA KELAS 8 SMP
SOAL ANALISA IPA KELAS VIII - HUKUM NEWTON
1. Manakah
pernyataan berikut yang berhibungan dengan Hukum Newton 1 (beri tanda √
pada jawaban yang benar)
2. Lengkapilah
tabel berikut dengan menggunakan rumus Hukum Newton II --- ∑F
= m . a
|
No |
Kondisi Benda |
Massa (m) |
Percepatan (a) |
Gaya (F) |
|
1 |
Ali Mendorong Kursi |
2 kg |
3 m/s2 |
....... N |
|
2 |
Abdul Mendorong Meja |
10 kg |
5 m/s2 |
....... N |
Berdasarkan tabel tersebut jawablah pertanyaan berikut
a. Siapakah yang memiliki gaya Newton yang paling besar?
b. Mengapa nilai gaya tersebut memiliki perbedaan?
c. Faktor apakah yang mempengaruhi sehingga nilai gaya Ali dan Abdul itu tidak sama?
d. Buatkanlah kesumpulan dari tabel tersebut!
3. Apakah
pernytaan ini benar atau salah
- Peristiwa
anak badak terpental ke belakang saat mencoba mendorong induknya dengan kuat
adalah contoh penerapan Hukum III Newton (Aksi-Reaksi). Anak badak memberikan
gaya aksi (mendorong), dan induknya memberikan gaya reaksi yang sama besar
namun berlawanan arah, menyebabkan anak badak terdorong mundur. ……………..(Benar –
Salah)
- Peristiwa
dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan lalu terpental merupakan contoh
penerapan Hukum II. Saat kedua kijang saling mendorong, masing-masing
memberikan gaya sehingga terpental pada jarak tertentu……...(Benar – Salah)
- Hukum
Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat pada saat kita menempatkan
selembar kertas diatas uang logam lalu menrik kertasnya dengan cepat sehingga
uang logam itu hanya bergeser sedikit sekali dari tempatnya dan tidak mengikuti
arah tarikan kertas…..(Benar – Salah)
- Ketika
nelayang mengayuh sampan dapat menyebabkan perahunya melaju diatas air. Arah
dayung dan sampan yang berlawanan ini menjadikannya fenomena penerapan Hukum
Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari……(Benar – Salah)
Rabu, 04 Maret 2026
Hukum I Kirchhoff
Hukum I Kirchhoff adalah hukum yang mempelajari tentang arus listrik pada titik percabangan dalam suatu rangkaian tertutup. Konsep utamanya sangat sederhana: "Listrik itu seperti aliran air."
Bunyi Hukumnya adalah "Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik percabangan tersebut."
Minggu, 01 Maret 2026
MATERI GAYA LORENTZ - IPA KELAS IX SMPN 17 KENDARI
Rumus Lengkap Gaya
Lorentz
Jika kawat membentuk
sudut terhadap arah medan magnet, maka rumusnya menjadi:
F = B x I x L x sin (θ)
Keterangan: θ (atau β) = Sudut yang
terbentuk antara arah arus (I) dan arah medan magnet
(B).
Catatan Penting:
·
Jika kawat tegak lurus (θ = 900), maka sin(900) = 1.
Itulah kenapa rumusnya sering hanya ditulis BIL.
·
Jika kawat sejajar dengan medan magnet (θ = 00), maka sin(00) = 0.
Artinya, tidak ada gaya Lorentz yang dihasilkan (F = 0).
Contoh Soal dengan
Sudut (sin θ)
Berikut adalah dua
contoh soal agar kamu makin mahir:
Soal 1 (Sudut 300)
Sebuah kawat sepanjang
4 meter dialiri arus listrik sebesar 2 A. Kawat tersebut diletakkan dalam medan
magnet 0,5 Tesla dan membentuk sudut 300 terhadap
arah medan magnet. Berapakah besar Gaya Lorentz-nya?
(Diketahui sin 300 =
0,5)
Diketahui:
·
L = 4 m
·
I = 2 A
·
B = 0,5 T
·
θ = 300
Jawaban:
F = B x I x L sin(θ)
F = 0,5 x 2 x 4 x
sin(300)
F = 0,5 x 2 x 4 x 0,5
F = 1 x 4 0,5
F = 2 Newton
Soal 2 (Sudut $45^\circ$)
Kawat tembaga dengan
panjang 100 cm (1 meter) berada dalam medan magnet 10 Tesla. Jika arus yang
mengalir adalah 5 A dan sudut antara kawat dengan medan magnet adalah 450, berapakah gaya yang dialami kawat?
(Diketahui sin 450
= 0,7
Diketahui:
·
L = 1 m
·
B = 10 T
·
I = 5 A
·
θ = 450
Jawaban:
F = B x I x L sin(θ)
F = 10 x 5 x 1 x sin(450)
F = 10 x 5 x 1 x 0,7
F = 50 x 0,7
F = 35 Newton
Tabel Nilai Sinus yang
Sering Muncul:
|
Sudut (θ) |
Nilai sin(θ) |
|
00 |
0 |
|
300 |
0,5 (atau 1/2) |
|
450 |
0,7 (atau ½ √2) |
|
600 |
0,86 (atau ½ √3) |
|
900 |
1 |
Sebuah kawat penghantar sepanjang 2
meter berada dalam medan magnet sebesar 4 Tesla. Kawat tersebut
membentuk sudut 300 terhadap arah medan magnet. Jika gaya
Lorentz yang bekerja pada kawat tersebut adalah 20 Newton, berapakah
kuat arus listrik yang mengalir?
(Diketahui sin 300 = 0,5)
Diketahui:
- F = 20 N
- B = 4 T
- L = 2 m
- θ = 300 sin(300) = 0,5
Ditanya: I = ……………
F
Rumus I =
-------------------------
B
x L x sin (θ)
Langkah Pengerjaan:
20
I = ----------------------
4 x 2 x 05
I = 20 / 4 = 5 Ampere
Paling di Sukai
BOROSUR AWAL SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB) SMPN 17 KENDARI TAHUN 2026
Brosur ini masih akan dilakukan perubahan untuk Kouta dan zona serta alur pendaftaran. ini adalah draf awal untuk sosialisasi perdana yang ...
Paling dicari
-
Kegiatan Sumatif ini dilakukan untuk kelas VIII.1 - VIII.4 Serta VIII.7 dan VIII.8 Sebelum mengikuti kegiatan ini diharapkan anak-anak sek...
-
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Materi 1 : Identifikasi Fungsi bagian organ pernapasan manusia Perhatikanlah gambar berikut Berdasarkan gambar...
-
Contoh Lembar Kerja Siswa Nama : …………………………………….Kelas : ……………Hari/Tanggal : ………………… Tujuan : Mengidentifikasi bahan olahan siap saji dari ...
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)


.png)
.png)
.png)
.png)
.png)




.png)
.png)

