Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO
KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selasar sekolah pada kegiatan Gelar Produk Kokurikuler bertema Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara. Di antara riuh rendah stan kelas lainnya, ada satu yang mencuri perhatian pengunjung: Stan Kelas 9.2 dengan tajuk "SIKKATO".
Apa itu SIKKATO? Bukan sekadar nama keren, SIKKATO merupakan akronim dari tiga pilar kuliner tradisional Sulawesi Tenggara, yaitu Sinonggi, Kasoami, dan Kabuto. Ketiga makanan ini dipilih para siswa kelas 9.2 untuk diperkenalkan kembali kepada generasi Z sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.
Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak cekatan menyajikan hidangan. Di meja utama, kelompok pertama menyajikan Sinonggi. Berbahan dasar sagu yang disiram air mendidih hingga kenyal, hidangan ini nampak menggoda saat dipadukan dengan kuah kuning ikan parende yang segar, sayur bening, dan sambal terasi.
"Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional itu sehat dan bergizi," ujar salah satu siswa sambil mengaduk sagu dengan posonggi (sumpit bambu besar).
Tak jauh dari sana, aroma Kasoami yang baru matang tercium dari kukusan bambu berbentuk kerucut. Makanan yang terbuat dari parutan ubi kayu yang telah diperas ini disajikan hangat sebagai pengganti nasi, lengkap dengan pendamping setianya: ikan asap, kanasa, atau kaholeo.
Keunikan lain muncul dari kelompok penyaji Kabuto. Makanan berbahan dasar ubi kayu yang telah dikeringkan dan difermentasi hingga berwarna cokelat kehitaman ini sempat membuat beberapa pengunjung penasaran. Namun, teksturnya yang lembut saat matang dan rasanya yang khas justru menjadi primadona bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner autentik daerah.
Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa SMP tidak hanya pandai dalam teori, tetapi juga mampu menjaga akar budaya melalui praktik langsung yang kreatif dan kolaboratif.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Mempraktikkan pembuatan makanan khas daerah bagi siswa SMP memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Berikut adalah rinciannya:
Tujuan Kegiatan
- Pelestarian Budaya: Menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap kekayaan kuliner lokal di tengah gempuran fast food modern.
- Edukasi Literasi Pangan: Mengenalkan bahan pangan lokal (sagu dan ubi) sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat.
- Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Mengimplementasikan dimensi "Gotong Royong" melalui kerja kelompok dan "Berkebinekaan Global" melalui kecintaan pada kearifan lokal.
Manfaat Bagi Siswa
Keterampilan Hidup (Life Skills): Siswa belajar teknik memasak tradisional yang unik, seperti cara mengolah sagu agar tidak menggumpal atau teknik memeras ubi untuk kasoami.
Kerja Sama Tim: Melatih kemampuan berkomunikasi, pembagian tugas, dan tanggung jawab dalam kelompok.
Kemandirian Pangan: Siswa menyadari bahwa bahan baku di sekitar mereka (seperti ubi dan sagu) dapat diolah menjadi hidangan mewah dan bernilai ekonomi.
Kesehatan: Mengonsumsi makanan alami tanpa pengawet yang kaya akan serat.
Penulis: Redaksi Buletin Seventeen
Fotografer: Tim Dokumentasi Kelas 9.2
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
REFLEKSI KEGIATAN
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Revan, IX.2 (26)
Perasaan saya: sangat bangga pada kelompok saya. karena itu membuktikan bahwa kami bekerja sama dengan baik sehingga mampu menampilkan hasil dari masakan yang kita buat.semua teman saya bekerja/berperan dalam membuat masakan. Seperti, saya membuat ikan kuah kuning, Dea membuat sayur, zaskia membawa piring putri membuat minuman dan Randi membawa lombok serta jeruk serta Abied membawa sagu.karena makanan tersebut menu tersebut tidak asing lagi bagi kita dan cara pembuatannya juga kita sudah tahu mudah. Dan terutamanya, sinonggi merupakan makanan khas dara daerah sulawesi tenggara dan banyak yang suka.
Salah satu guru bernama pak musrif menyukai makanan dari kelompok kami ketika karena cita rasanya yang enak. kemudian kepala sekolah kami juga mengatakan hal yang sama. proyek ini tentunya sangat bermanfaat karena dapat memperkenalkan generasi muda tentang makanan khas yang ada di sulawesi tenggara.
Tanggapan orang tua saya tentang proyek ini biasa saja. tetapi orang tua saya ikut membantu saya saat membuat menu makanan yang menjadi tugas saya. Proyek ini sangat bermanfaat karena selain mengasah kemampuan kita untuk saling bekerja sama tetapi juga membuat wawasan kami semakin luas tentang makanan khas yang ada di sulawesi tenggara dan cara pembuatannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NAMA: AZZAYRAH KHAIRUNNISA RAHMAN KELAS: IX.2 NO.ABSEN: 7
Saya merasakan senang dan susah, senang nya karna saya berhasil menampilkan yang terbaik, susah nya karna mencari kabuto nya sangat susah saat dicari. Yang paling berperan dalam kelompok saya ialah orang tua saya yang memberikan arahan saat kami memasak. Azza, saya sendiri yang juga membantu memasak dan mencuci ikan, dan ubi begitupun Echa yang juga membantu saya. Kami memilih menu tersebut karna mudah di buatnya lumayan gampang dan lauk pauknya tidak terlalu banyak yang di butuhkan juga.
Tanggapan oleh guru dan KS (Bapak Suaidin, S.PD, M.PD) ialah kabuto nya enak dan sangat kenyal, bahkan banyak yang menyukai daun ubi santan dan ikan bakar kami bahkan mereka menghabiskan nya.Tanggapan orang tua saya ialah mereka sangat menghargai proyek ini karna kami semua dapat mengetahui makanan khas sulawesi tenggara.
Kesimpulan saya ialah kami dapat mengetahui macam macam makanan khas sulawesi tenggara.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nama : Muh. Irfan Aditya Kelas : 9.2
Sangat senang karena bisa menampilkan kambuse yang enak. Fadillah berperan membuat sambal, Kresya berperan membuat sayur dan, Aisyah berperan membuat kambuse dan saya berperan membuat ikan. Karena mudah di buat dan bahan-bahannya mudah di dapatkan . Pak edu mengatakan mantap dan enak Orang tuaku senang dan membantu proses pembuatan Saya belajar membuat ikan bakar.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
NAMA : NUR AZIZAH NISA KELAS: 9.2
Saya bahagia karna kita menampilkan hasil kerja kami, saya dan teman kelompokku senang karna habis termakan oleh guru guru dan mereka memuji hasil kerja sama kelompok kabuto satu . Kakak saya, dia membantu mengarahkan apa saja yang harus di buat oleh saya dan teman kelompok ku yang lain dan saya juga berperan penting karena saya pergi pasar untuk membeli bahan nya semua dan menagih uang patungan ,dan amel juga berperan penting karena dia membantu saya dengan bikin sayur bening dan dia di bantu oleh mama nya
Proyek ini mudah di buat tapi agak susah di dapat kabuto kering tapi demi tugas ku kakaku da carikan di pasar kota ,dan kabuto juga makanan khas muna suku ku. Tanggapan guru guru saya katanya sangat bagus enak ,paguru edu bilang mantap ,kepala sekolah juga bilang ini makanan yang dia suka masi banyak lagi tanggapa dari guru lain. Kakaku bilang terlalu marepo tapi da puas dengan hasil nya
KESIMPULAN NYA :kelompok ku sangat berjaya bisa mengahasilkan yang terbaik walaupun ada kendala sedikit,tapi kita puas den hasil nya
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
De abe yunkhotimah 9.2
Kesan Saya dari proyek ini adalah senang. Hal itu, karena sudah berhasil menampilkan karya yang bagus, dan bekerja sama dengan baik sehingga bisa menampilkan karya dari kelompok kami. Revan membuat ikan kuah kuning, dea membuat sayur bening, saski membawa piring, randi membawa jeruk nipis dan lombo, putru membuat es teh, dan abit membawa sagu.
Kita memilih menu tersebut karena kamu rasa sinonggi gampang cara membuat dan kami juga sering melihat dan memakan singgoni. Banyak yang mencoba makanan kami, salah satunya Pak Musrif dia bilang “makanannya enak”. Tanggapan orang tua saya biasa saja.
Kesiumpulan saya adalah proyek ini sangat bermanfaat karena membuat kita menjadi tau tentang makanan khas yang ada di Sulawesi Tenggara dan cara membuatnyaa.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alin Metano (Kelas 9.2)
Banyak kesan yang saya rasakan saat menampilkan makanan tradisional ini . Kelompok saya membuat adalah perasaan senang dan juga puas karna kelompok saya berhasil menampilkan makanan tradisional (kabuto)dengan baik Hal paling berperan dalam kelompok kami adalah azizah dan amel, mereka berdua yang membuat kabuto, ikan, sayur serta komponen lain nya. sementara saya, dwi, dan haidar hanya mengumpulkan uang
kami memilih menu kabuto karna cara membuat nya mudah dan rasanya yang enak. Tanggapan guru guru tentang makanan yang kami buat yaitu kabuto adalah enak, pak kepala sekolah (Bapak Suaidin S.pd, m.pd)juga mengatakan bahwa kabuto adalah makanan yang paling ia sukai Tanggapan orang tua saya tentang proyek ini adalah bagus, karna saya yang tadinya kurang mengetahui makanan tradisional jadi lebih mengetahui dan dapat mencoba nya secara langsung
Kesimpulan saya dari proyek kali ini kami jadi lebih mengetahui makanan makanan tradisional di Sulawesi Tenggara.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar