Kreativitasku - Suhardin

INOVASI PEMBELAJARAN - BERBAGI IDE DAN KREASI - KOKURIKULER - BULETIN SEKOLAH - KARYA ILMIAH

Tampilkan postingan dengan label Profesi-Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesi-Guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2026

MATERI GAYA LORENTZ - IPA KELAS IX SMPN 17 KENDARI

 

Rumus Lengkap Gaya Lorentz

Jika kawat membentuk sudut terhadap arah medan magnet, maka rumusnya menjadi:

 

F = B x  I x L x sin (θ)

 

Keterangan: θ (atau β) = Sudut yang terbentuk antara arah arus (I) dan arah medan magnet (B).

Catatan Penting:

·         Jika kawat tegak lurus (θ = 900), maka sin(900) = 1. Itulah kenapa rumusnya sering hanya ditulis BIL.

·         Jika kawat sejajar dengan medan magnet (θ = 00), maka sin(00) = 0. Artinya, tidak ada gaya Lorentz yang dihasilkan (F = 0).


 

Contoh Soal dengan Sudut (sin θ)

Berikut adalah dua contoh soal agar kamu makin mahir:

Soal 1 (Sudut 300)

Sebuah kawat sepanjang 4 meter dialiri arus listrik sebesar 2 A. Kawat tersebut diletakkan dalam medan magnet 0,5 Tesla dan membentuk sudut 300 terhadap arah medan magnet. Berapakah besar Gaya Lorentz-nya?

(Diketahui sin 300 = 0,5)

Diketahui:

·      L = 4 m

·      I = 2 A

·      B = 0,5 T

·      θ = 300

Jawaban:

F = B x I x L sin(θ)

F = 0,5 x 2 x 4 x sin(300)

F = 0,5 x 2 x 4 x 0,5

F = 1 x 4  0,5

F = 2 Newton


Soal 2 (Sudut $45^\circ$)

Kawat tembaga dengan panjang 100 cm (1 meter) berada dalam medan magnet 10 Tesla. Jika arus yang mengalir adalah 5 A dan sudut antara kawat dengan medan magnet adalah 450, berapakah gaya yang dialami kawat?

(Diketahui sin 450 =  0,7

Diketahui:

·         L = 1 m

·         B = 10 T

·         I = 5 A

·         θ = 450

Jawaban:

F = B x I x L sin(θ)

F = 10 x 5 x 1 x sin(450)

F = 10 x 5 x 1 x 0,7

F = 50 x 0,7

F = 35 Newton


Tabel Nilai Sinus yang Sering Muncul:

Sudut (θ)

Nilai sin(θ)

00

0

300

0,5 (atau 1/2)

450

0,7 (atau ½ 2)

600

0,86 (atau ½ 3)

900

1

 

 Contoh Soal Mencari Kuat Arus (I)

Sebuah kawat penghantar sepanjang 2 meter berada dalam medan magnet sebesar 4 Tesla. Kawat tersebut membentuk sudut 300 terhadap arah medan magnet. Jika gaya Lorentz yang bekerja pada kawat tersebut adalah 20 Newton, berapakah kuat arus listrik yang mengalir?

(Diketahui sin 300 = 0,5)

Diketahui:

  • F = 20 N
  • B = 4 T
  • L = 2 m
  • θ = 300 sin(300) = 0,5

Ditanya: I = ……………

                                    F

Rumus     I = -------------------------

                        B x L x sin (θ)

Langkah Pengerjaan:

    20

I = ----------------------

            4 x 2 x 05

I = 20 / 4 = 5 Ampere

 


Rabu, 04 Februari 2026

Suara Demokrasi di Lapangan Hijau: SMPN 17 Kendari Memilih Pemimpin Baru

 

KENDARI – Matahari pagi baru saja meninggi, namun semangat demokrasi sudah membara di lapangan SMPN 17 Kendari. Hari ini, Kamis (5/2/2026), sekolah kita menggelar pesta demokrasi akbar: Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027. Dimulai tepat pukul 07.30 WITA, seluruh warga sekolah berkumpul untuk menentukan arah kepemimpinan satu tahun ke depan.

Menjunjung Tinggi Asas LUBER

Pemilihan tahun ini bukan sekadar rutinitas. Dengan prinsip Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER), panitia menyediakan tiga bilik suara yang menjadi saksi bisu penentuan nasib organisasi kesiswaan kita. Proses pemungutan suara diatur dengan tertib per kelas, diawali oleh teladan dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan jajaran dewan guru, sebelum akhirnya diteruskan oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

Tiga Pasang Harapan

Tiga pasangan calon terbaik bangsa (versi Spensel!) telah memberikan orasi dan dedikasi terbaik mereka selama masa kampanye. Siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet dari Revan dan Syahrini? Inilah para kandidat kita:

  • Pasangan Nomor Urut 1: Muh. Rafa Octo Perdana & Safira

  • Pasangan Nomor Urut 2: Nisa Wulandari & Evelyn A.K

  • Pasangan Nomor Urut 3: Khalifah & Asyifah

Siapa pun yang terpilih nanti, tugas besar telah menanti untuk membawa OSIS SMPN 17 Kendari semakin bersinar hingga tahun 2027 mendatang.

Dibalik Layar: Tim Redaksi Seventeen Meliput

Kami, Tim Redaksi Buletin Seventeen, juga tak kalah sibuk! Sejak bel masuk berbunyi, kru kami telah menyebar di setiap sudut lapangan. Mulai dari sesi wawancara cegat (doorstop) dengan para calon yang tampak tegang namun optimis, hingga memotret momen-momen ikonik saat tinta biru membasahi jari para pemilih.

"Ini adalah pembelajaran demokrasi yang nyata bagi kami. Bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita menghargai perbedaan pilihan dalam satu harmoni," ujar salah satu anggota tim liputan kami di sela-sela kegiatannya.


Catatan Redaksi: Siapapun pemenangnya, OSIS adalah milik kita bersama. Mari dukung visi misi mereka demi SMPN 17 Kendari yang lebih berprestasi!

Oleh: Tim Redaksi Buletin Seventeen

Kamis, 29 Januari 2026

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

 

"Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya Suhardin dari SMPN 17 Kendari. Hari ini, kita tidak hanya akan belajar teori, tapi kita akan membuktikan bagaimana alam menyimpan dan melepaskan kekuatannya melalui energi kinetik, potensial, dan mekanik. Mari kita mulai praktiknya!"


Tujuan: Menganalisis hubungan antara ketinggian dan gaya dorong terhadap energi mekanik serta dampaknya pada benda lain (botol).

Alat dan Bahan

  • Kelereng (timbang massanya terlebih dahulu dalam satuan kg).

  • Pipa kecil/selang sebagai lintasan.

  • Buku (sebagai penyangga/pengatur ketinggian).

  • Botol plastik kecil bekas.

  • Stopwatch, Mistar (1 meter), dan Timbangan.


Langkah-Langkah Kerja


  1. Persiapan Massa: Timbang massa kelereng (m) dan catat (misal: 0,005 kg).

  2. Variabel Ketinggian 1: Susun 6 buah buku. Ukur tinggi total tumpukan tersebut (h) menggunakan mistar. Letakkan pangkal pipa di atas tumpukan buku dan ujung lainnya di lantai.

  3. Posisi Botol: Letakkan botol plastik tepat di depan ujung pipa bawah. Tandai posisi awal botol.

  4. Peluncuran (2 Perlakuan):

    • Perlakuan A (Perlahan): Lepaskan kelereng tanpa dorongan (kecepatan awal v0 = 0).

    • Perlakuan B (Dorongan Kuat): Luncurkan kelereng dengan dorongan tangan yang kuat.

  5. Pengukuran: Aktifkan stopwatch saat kelereng dilepas dan matikan saat menabrak botol.

    • Ukur jarak sejauh mana botol terdorong/terhempas dari posisi awal menggunakan mistar.

  6. Variabel Ketinggian 2: Ulangi langkah 2-5 menggunakan 12 buah buku (h).

  7. Pencatatan: Masukkan semua hasil ke dalam tabel pengamatan.

Tebel Pengamatan
Ketinggian (Buku)Tinggi (h)PerlakuanWaktu (t)Jarak Hempas Botol (d)
6 Buku... mPerlahan... s... m
6 Buku... mDorongan Kuat... s... m
12 Buku... mPerlahan... s... m
12 Buku... mDorongan Kuat... s... m

Panjang Pipa = ...........................

Rumus Analisis (Data yang Dihitung)

Minta siswa menghitung nilai berikut menggunakan data mereka:

  • Energi Potensial (Ep): Ep = m x g x h (Gunakan g = 9,8 m/s2).

  • Kecepatan (v): Hitung kecepatan rata-rata v = s/t (di mana s adalah panjang pipa).

  • Energi Kinetik (Ek): Ek = 1.2 m x v2.

  • Energi Mekanik (Em): Em = Ep + Ek.

Pertanyaan Analisis (Untuk Diskusi Siswa)

  1. Bagaimana perbedaan jarak hempasan botol antara penggunaan 6 buku dengan 12 buku pada perlakuan "perlahan"? Jelaskan hubungannya dengan Energi Potensial!

  2. Pada ketinggian yang sama, mengapa pemberian "dorongan kuat" menghasilkan jarak hempasan botol yang lebih jauh? Hubungkan dengan nilai Energi Kinetik!

  3. Jika kelereng dilepaskan tanpa dorongan, dari mana kelereng tersebut mendapatkan energi untuk menggerakkan botol?

  4. Kesimpulan: Faktor apa saja yang memengaruhi besarnya Energi Mekanik pada percobaan ini?




Paling di Sukai

Laporan Ektrakurikuler Olimpiade IPA

 

Paling dicari