Kreativitasku - Suhardin

INOVASI PEMBELAJARAN - BERBAGI IDE DAN KREASI - KOKURIKULER - BULETIN SEKOLAH - KARYA ILMIAH

Sabtu, 22 Agustus 2026

PRAKTEK PERTUMBUHAN TANAMAN - MERANA UKUR PERTUMBUHAN

Pemanfaatan Botol Plastik Bekas sebagai Media Tanam Sub-Irigasi (Wicking System) dalam Pembelajaran Laju Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata)

Abstrak

Pembelajaran sains berbasis proyek (Project-Based Learning) merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pertumbuhan tanaman. Penelitian tindakan pembelajaran kolaboratif ini memanfaatkan botol plastik minuman bekas yang dimodifikasi menjadi media tanam sub-irigasi (wicking system) sederhana untuk mengamati laju pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata). Alat dirancang dari botol yang dipotong dua; bagian atas terbalik dengan sumbu pada tutupnya berfungsi sebagai wadah tanam, sedangkan bagian bawah sebagai penampung nutrisi/air. Tabung plastik bening yang dilengkapi mistar dipasang tegak lurus untuk mempermudah pengukuran presisi harian. Variabel pengamatan meliputi jenis substrat, keberadaan air, jenis nutrisi, dan intensitas cahaya selama satu minggu. Parameter yang diamati mencakup panjang tanaman, warna daun, serta morfologi batang. Hasil pengamatan dicatat pada tabel observasi harian dan dievaluasi melalui pertanyaan umpan balik. Proyek kolaboratif di kelas ini terbukti meningkatkan pemahaman intuitif siswa mengenai faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.

I. Pendahuluan

Konsep pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sering kali dipelajari sebatas teori di dalam kelas. Padahal, pemahaman mendalam membutuhkan observasi langsung terhadap variabel biologi yang memengaruhi proses tersebut, seperti air, nutrisi, media tanam, dan cahaya.

Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis barang bekas menghadirkan dua manfaat utama: efisiensi biaya dan pendidikan lingkungan. Melalui pemanfaatan limbah botol plastik bekas menjadi sistem tanam sub-irigasi (wicking system), siswa dapat mengamati secara nyata dinamika fisiologi tumbuhan secara presisi, sekaligus mempraktikkan pengolahan limbah secara kreatif secara berkolaborasi dalam kelompok.

 

II. Metode Penelitian & Perancangan Alat

1. Alat dan Bahan

·         Botol plastik minuman bekas (1,5 L)

·         Sumbu kain (flanel/kain bekas)

·         Plastik bening roll & isolasi bening

·         Mistar (penggaris) 30 cm

·         Biji kacang hijau (Vigna radiata) yang telah direndam semalam (±8–12 jam)

·         Air, larutan nutrisi (misal: pupuk cair/AB Mix)

·         Substrat bervariasi (tanah, kapas, atau pasir)

 

2. Prosedur Pembuatan Media Tanam

1.      Pemotongan Botol: Botol dipotong menjadi dua bagian. Bagian atas dipasang terbalik di atas bagian bawah botol.

2.      Pemasangan Sumbu: Tutup botol dilubangi, lalu sumbu kain dimasukkan hingga menjulur ke bagian penampung bawah (untuk menyalurkan air/nutrisi melalui aksi kapiler).

3.      Pemasangan Tabung Pengukur: Plastik bening digulung membentuk tabung dan direkatkan dengan isolasi bening. Tabung ini dipasang tegak lurus di atas titik tanam biji, dengan mistar dilekatkan di sisinya untuk memudahkan pembacaan tinggi tanaman setiap hari.

4.      Desain Variabel Percobaan Pengamatan dilakukan selama 7 hari dengan memvariasikan faktor-faktor

berikut pada setiap kelompok:

·         Jenis Substrat: Tanah vs. Kapas vs. Pasir

·         Ketersediaan Air: Kontrol (Cukup) vs. Kering (Tanpa Air)

·         Jenis Nutrisi: Air Biasa vs. Larutan Nutrisi

·         Faktor Cahaya: Terang (Cahaya Matahari Direct) vs. Gelap (Dalam Ruangan/Kardus)






III. Pengamatan dan Pengumpulan Data

Siswa mencatat perkembangan tanaman setiap hari pada tabel observasi harian dengan indikator utama:

1.      Kuantitatif: Panjang tanaman/tinggi tunas (cm) menggunakan mistar pada tabung bening.

2.      Kualitatif: Warna daun (hijau tua, hijau muda, kekuningan/etiolasi) dan struktur batang (kokoh atau lemah/melengkung).

Model table pengamatan yang disarankan

Hari ke-

Tinggi Tanaman (cm)

Warna Daun

Kondisi Batang

Keterangan

1

0,5

Belum muncul

Tunas mulai berkecambah

Biji pecah

2

1,8

Hijau Muda

Kokoh, tegak

Akar menyerap air via sumbu

3

4,2

Hijau Muda

Tegak lurus

Masuk ke tabung bening

4

7,5

Hijau Segar

Kokoh

Daun pertama terbuka

5

11,0

Hijau Tua

Tegei & Tebal

Membutuhkan penambahan air

6

15,3

Hijau Tua

Sangat Kokoh

Daun bertambah lebar

7

19,0

Hijau Tua

Tegak

Pengamatan selesai

 




IV. Diskusi dan Pertanyaan Evaluasi

Proyek kolaboratif ini dilengkapi dengan lembar kerja umpan balik untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap konsep biologi dasar:

1.      Pengaruh Cahaya: Mengapa tanaman di tempat gelap tumbuh lebih cepat tinggi tetapi berwarna pucat (etiolasi) dibanding di tempat terang?

2.      Peran Substrat & Kapilaritas: Bagaimana air dari wadah bawah dapat naik ke wadah atas tanpa disiram langsung dari atas?

3.      Peran Nutrisi: Apakah ada perbedaan signifikan antara pertumbuhan tanaman yang diberi air biasa dengan larutan nutrisi?

4.      Fungsi Tabung Bening: Mengapa penggunaan tabung bening dan mistar terintegrasi membantu akurasi pengukuran laju pertumbuhan?

 




V. Kesimpulan

1.      Efektivitas Alat: Modifikasi botol bekas menjadi sistem tanam wicking terbukti berhasil menjadi media pembelajaran yang presisi, murah, dan ramah lingkungan.

2.      Pemahaman Konsep: Kombinasi variasi variabel (cahaya, nutrisi, media) memberikan pemahaman visual yang jelas mengenai syarat-syarat tumbuh kembang tumbuhan.

3.      Keterampilan Sosial: Kegiatan proyek secara berkelompok meningkatkan kemampuan komunikasi, pembagian tugas, dan analisis kognitif antar siswa di dalam kelas.

 

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PRAKTIKUM BIOLOGI

Laju Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata) via Wicking System Botol Bekas


IDENTITAS KELOMPOK

·         Kelas / Kelompok: .................... / ....................

·         Tanggal: ...........................................

·         Anggota Kelompok:

1.      ....................................................

2.      ....................................................

3.      ....................................................

·         Perlakuan: Substrat: .................... | Nutrisi: .................... | Cahaya: ....................


A. TUJUAN PRAKTIKUM

1.      Membuat media sub-irigasi (wicking system) botol bekas.

2.      Mengukur laju pertumbuhan Vigna radiata berdasarkan variabel perlakuan.

3.      Melatih kerja sama kolaboratif dan analisis data ilmiah.


B. ALAT & BAHAN

·         Botol plastik 1,5 L & Cutter/Gunting

·         Sumbu kain flanel (10–15 cm) & Paku

·         Plastik bening roll, isolasi, mistar 30 cm

·         Biji kacang hijau (direndam semalam)

·         Air / Nutrisi (pupuk cair)

·         Substrat: Tanah / Kapas / Pasir

C. PETUNJUK KERJA RINGKAS

1.      Potong Botol: Potong botol bekas pada posisi 1/3 atas. Lubangi tutup botol dengan paku panas.

2.      Pasang Sumbu: Masukkan kain flanel ke lubang tutup hingga menjulur ke bawah sebagai penyalur air kapiler.

3.      Rakit Media: Balikkan bagian atas botol ke atas wadah bawah. Isi substrat dan tanam 2–3 biji kacang hijau.

4.      Tabung Pengukur: Gulung plastik bening + mistar tegak lurus melingkupi titik tanam biji.

5.      Set Up Variabel: Isi penampung bawah dengan air/nutrisi (sumbu tercelup). Letakkan di tempat terang/gelap.

D. TABEL PENGAMATAN HARIAN (7 HARI)

Hari ke-

Tinggi Tanaman (cm)

Warna Daun

Kondisi Batang

Catatan / Perubahan Fisik

1

2

3

4

5

6

7

E. SOAL EVALUASI & ANALISIS DATA

1.      Prinsip Kapilaritas: Bagaimana air/nutrisi dari wadah bawah dapat naik ke media tanam atas tanpa disiram langsung?

Jawab: .......................................................................................................................................

2.      Pengaruh Cahaya (Etiolasi): Bandingkan tanaman di tempat terang dan gelap. Mengapa tinggi, warna daun, dan kekokohan batang berbeda?

Jawab: .....................................................................................................................................................

3.      Substrat & Nutrisi: Apakah jenis substrat atau nutrisi berpengaruh nyata pada pertumbuhan? Jelaskan!

Jawab: ..................................................................................................................................................

4.      Fungsi Alat: Apa keunggulan penggunaan tabung plastik bening yang dilengkapi mistar dalam pengukuran harian?

Jawab: ...................................................................................................................................................

5.      Kesimpulan: Tuliskan faktor lingkungan yang paling optimal bagi pertumbuhan kacang hijau berdasarkan praktikum ini!

Jawab: ...................................................................................................................................................

 

SOAL EVALUASI PRAKTIKUM BIOLOGI

 

Materi: Pertumbuhan & Perkembangan Tumbuhan (Vigna radiata) via Wicking System Botol Bekas

Jumlah Soal: 5 Pilihan Ganda (A, B, C, D) + Kunci & Pembahasan

 

A. SOAL PILIHAN GANDA

1. Fenomena Fisika-Biologi pada Sumbu Tanam

Dalam praktikum wicking system menggunakan botol bekas, air dan nutrisi dari wadah bagian bawah dapat naik menuju media tanam di wadah bagian atas melalui sumbu kain flanel tanpa perlu disiram manual. Mekanisme utama yang mendasari peristiwa tersebut adalah...

A. Transpirasi tumbuhan yang menarik air dari bawah

B. Gaya kapilaritas pada pori-pori mikroskopis serat kain

C. Tekanan osmosis yang tinggi dari cairan nutrisi

D. Efek gravitasi bumi yang mendorong cairan ke atas

 

2. Pengaruh Cahaya dan Etiolasi

Dua kelompok siswa meletakkan media tanam di lokasi berbeda. Kelompok A meletakkannya di area terbuka yang terkena cahaya matahari, sedangkan Kelompok B meletakkannya di dalam kardus gelap. Hasil pengamatan hari ke-5 menunjukkan tanaman Kelompok B tumbuh jauh lebih tinggi daripada Kelompok A, namun daunnya berwarna kuning pucat dan batangnya lemah. Peristiwa yang dialami tanaman Kelompok B disebut...

A. Fototropisme positif akibat dominasi hormon sitokinin

B. Dormansi biji akibat kerja berlebihan hormon asam absisat

C. Etiolasi akibat aktivitas hormon auksin yang tidak terurai cahaya

D. Klorosis akibat kekurangan unsur hara mikro magnesium

 

3. Urutan Perluasan Struktur Pertumbuhan Biji

Pada saat perendaman biji kacang hijau selama semalam, biji mengalami proses imbibisi yang memicu masuknya air dan mengaktifkan enzim pertumbuhan. Struktur organ pertama yang akan muncul menembus kulit biji saat berkecambah adalah...

A. Kotiledon

B. Plumula

C. Radikula

D. Epikotil

 

4. Keunggulan Modifikasi Alat (Tabung Bening & Mistar)

Pada rancangan alat praktikum, diletakkan tabung plastik bening yang dilengkapi mistar secara tegak lurus di atas titik tanam biji. Keuntungan utama penggunaan tabung bening ini dalam metodologi ilmiah adalah...

A. Mencegah penguapan air secara berlebihan dari media tanam

B. Menjaga suhu udara di sekitar biji agar tetap hangat

C. Menjaga arah pertumbuhan tanaman tetap tegak lurus serta memudahkan pengukuran presisi tanpa merusak tanaman

D. Memantulkan cahaya matahari agar terfokus pada daun tanaman

 

5. Peran Nutrisi dan Substrat Tanam

Suatu kelompok membandingkan dua wadah: Wadah X menggunakan air biasa dan Wadah Y menggunakan larutan nutrisi pupuk cair. Setelah 7 hari, tanaman pada Wadah Y memiliki daun berwarna hijau jauh lebih gelap dan batang yang lebih tebal dibandingkan Wadah X. Unsur hara utama dalam nutrisi yang paling berperan dalam pembentukan warna hijau daun (klorofil) tersebut adalah...

A. Kalium (K) dan Kalsium (Ca)

B. Nitrogen (N) dan Magnesium (Mg)

C. Fosfor (P) dan Natrium (Na)

D. Sulfur (S) dan Besi (Fe)

 

B. KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. Kunci Jawaban: B (Gaya kapilaritas pada pori-pori mikroskopis serat kain)

·         Pembahasan:

Wicking system memanfaatkan prinsip kapilaritas, yaitu kemampuan zat cair untuk mengalir dalam celah/pori sempit (serat kain flanel) melawan gaya gravitasi akibat adanya gaya kohesi dan adhesi antara molekul air dan serat kain.

·         Analisis Opsi Lain:

o    A & E: Transpirasi dan fotosintesis adalah proses biologis tumbuhan, bukan mekanisme fisik utama bergeraknya air pada sumbu.

o    C: Osmosis terjadi pada membran sel tumbuhan, bukan pada kain.

o    D: Gravitasi bumi menarik benda ke bawah, bukan mendorong ke atas.


2. Kunci Jawaban: C (Etiolasi akibat aktivitas hormon auksin yang tidak terurai cahaya)

·         Pembahasan:

Etiolasi adalah fenomena pertumbuhan tanaman yang sangat cepat di tempat gelap. Hormon auksin (yang merangsang pemanjangan sel) rusak/terurai jika terkena cahaya matahari. Di tempat gelap, auksin bekerja sangat aktif sehingga tanaman tumbuh sangat tinggi, namun tidak membentuk klorofil secara optimal (daun pucat/kuning) dan batangnya lemah/lemas.

·         Analisis Opsi Lain:

o    A: Fototropisme adalah gerak membengkok menuju cahaya.

o    B: Dormansi adalah masa istirahat biji (tidak tumbuh).

o    D: Klorosis adalah hilangnya pigmen klorofil karena kurang unsur hara.

o    E: Gigantisme bukan istilah biologi yang tepat untuk kasus etiolasi ini.


3. Kunci Jawaban: C (Radikula)

·         Pembahasan:

Saat biji kacang hijau menyerap air (imbibisi), embrio aktif dan organ pertama yang menembus kulit biji (testa) adalah radikula (calon akar primordialis). Radikula tumbuh ke bawah untuk menegakkan tanaman dan menyerap air serta nutrisi awal.

·         Analisis Opsi Lain:

o    Plumula: Calon tunas/daun yang muncul setelah radikula.

o    Kotiledon: Daun lembaga/cadangan makanan.

o    Epikotil & Hipokotil: Ruas batang di atas/bawah kotiledon.


4. Kunci Jawaban: C (Menjaga arah pertumbuhan tanaman tetap tegak lurus serta memudahkan pengukuran presisi tanpa merusak tanaman)

·         Pembahasan:

Pemasangan tabung bening berfungsi sebagai panduan fisik (guide) agar batang tanaman tumbuh lurus ke atas. Mistar yang melekat pada plastik bening memungkinkan siswa langsung membaca skala tinggi tanaman setiap hari tanpa perlu menyentuh atau melengkungkan batang, sehingga risiko merusak tanaman minimal dan akurasi data tetap tinggi.


5. Kunci Jawaban: B (Nitrogen (N) dan Magnesium (Mg))

·         Pembahasan:

o    Nitrogen (N) merupakan komponen utama penyusun asam amino, protein, dan molekul klorofil yang penting untuk pertumbuhan vegetatif (daun dan batang).

o    Magnesium (Mg) adalah atom pusat dalam struktur kimia molekul klorofil. Kecukupan Mg dan N secara langsung meningkatkan pembentukan pigmen klorofil sehingga daun berwarna hijau gelap.

·         Analisis Opsi Lain:

o    Fosfor (P): Berperan utama pada perkembangan akar dan energi (ATP).

o    Kalium (K): Berperan pada regulasi pembukaan stomata dan ketahanan penyakit.

 

Paling di Sukai

PRAKTEK PERTUMBUHAN TANAMAN - MERANA UKUR PERTUMBUHAN

Pemanfaatan Botol Plastik Bekas sebagai Media Tanam Sub-Irigasi (Wicking System) dalam Pembelajaran Laju Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (...

Paling dicari