Kamis, 05 Februari 2026

Gelar Produk dan Refleksi Bercerita (Kokurikuler Proyek Sikkato)

 


Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO

KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selasar sekolah pada kegiatan Gelar Produk Kokurikuler bertema Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara. Di antara riuh rendah stan kelas lainnya, ada satu yang mencuri perhatian pengunjung: Stan Kelas 9.2 dengan tajuk "SIKKATO".

Apa itu SIKKATO? Bukan sekadar nama keren, SIKKATO merupakan akronim dari tiga pilar kuliner tradisional Sulawesi Tenggara, yaitu Sinonggi, Kasoami, dan Kabuto. Ketiga makanan ini dipilih para siswa kelas 9.2 untuk diperkenalkan kembali kepada generasi Z sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.

Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak cekatan menyajikan hidangan. Di meja utama, kelompok pertama menyajikan Sinonggi. Berbahan dasar sagu yang disiram air mendidih hingga kenyal, hidangan ini nampak menggoda saat dipadukan dengan kuah kuning ikan parende yang segar, sayur bening, dan sambal terasi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional itu sehat dan bergizi," ujar salah satu siswa sambil mengaduk sagu dengan posonggi (sumpit bambu besar).

Tak jauh dari sana, aroma Kasoami yang baru matang tercium dari kukusan bambu berbentuk kerucut. Makanan yang terbuat dari parutan ubi kayu yang telah diperas ini disajikan hangat sebagai pengganti nasi, lengkap dengan pendamping setianya: ikan asap, kanasa, atau kaholeo.

Keunikan lain muncul dari kelompok penyaji Kabuto. Makanan berbahan dasar ubi kayu yang telah dikeringkan dan difermentasi hingga berwarna cokelat kehitaman ini sempat membuat beberapa pengunjung penasaran. Namun, teksturnya yang lembut saat matang dan rasanya yang khas justru menjadi primadona bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner autentik daerah.

Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa SMP tidak hanya pandai dalam teori, tetapi juga mampu menjaga akar budaya melalui praktik langsung yang kreatif dan kolaboratif.


Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mempraktikkan pembuatan makanan khas daerah bagi siswa SMP memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Berikut adalah rinciannya:

Tujuan Kegiatan

  • Pelestarian Budaya: Menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap kekayaan kuliner lokal di tengah gempuran fast food modern.
  • Edukasi Literasi Pangan: Mengenalkan bahan pangan lokal (sagu dan ubi) sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat.
  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Mengimplementasikan dimensi "Gotong Royong" melalui kerja kelompok dan "Berkebinekaan Global" melalui kecintaan pada kearifan lokal.

Rabu, 04 Februari 2026

Suara Demokrasi di Lapangan Hijau: SMPN 17 Kendari Memilih Pemimpin Baru

 

KENDARI – Matahari pagi baru saja meninggi, namun semangat demokrasi sudah membara di lapangan SMPN 17 Kendari. Hari ini, Kamis (5/2/2026), sekolah kita menggelar pesta demokrasi akbar: Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026-2027. Dimulai tepat pukul 07.30 WITA, seluruh warga sekolah berkumpul untuk menentukan arah kepemimpinan satu tahun ke depan.

Menjunjung Tinggi Asas LUBER

Pemilihan tahun ini bukan sekadar rutinitas. Dengan prinsip Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (LUBER), panitia menyediakan tiga bilik suara yang menjadi saksi bisu penentuan nasib organisasi kesiswaan kita. Proses pemungutan suara diatur dengan tertib per kelas, diawali oleh teladan dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan jajaran dewan guru, sebelum akhirnya diteruskan oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9.

Tiga Pasang Harapan

Tiga pasangan calon terbaik bangsa (versi Spensel!) telah memberikan orasi dan dedikasi terbaik mereka selama masa kampanye. Siapakah yang akan meneruskan tongkat estafet dari Revan dan Syahrini? Inilah para kandidat kita:

  • Pasangan Nomor Urut 1: Muh. Rafa Octo Perdana & Safira

  • Pasangan Nomor Urut 2: Nisa Wulandari & Evelyn A.K

  • Pasangan Nomor Urut 3: Khalifah & Asyifah

Siapa pun yang terpilih nanti, tugas besar telah menanti untuk membawa OSIS SMPN 17 Kendari semakin bersinar hingga tahun 2027 mendatang.

Dibalik Layar: Tim Redaksi Seventeen Meliput

Kami, Tim Redaksi Buletin Seventeen, juga tak kalah sibuk! Sejak bel masuk berbunyi, kru kami telah menyebar di setiap sudut lapangan. Mulai dari sesi wawancara cegat (doorstop) dengan para calon yang tampak tegang namun optimis, hingga memotret momen-momen ikonik saat tinta biru membasahi jari para pemilih.

"Ini adalah pembelajaran demokrasi yang nyata bagi kami. Bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita menghargai perbedaan pilihan dalam satu harmoni," ujar salah satu anggota tim liputan kami di sela-sela kegiatannya.


Catatan Redaksi: Siapapun pemenangnya, OSIS adalah milik kita bersama. Mari dukung visi misi mereka demi SMPN 17 Kendari yang lebih berprestasi!

Oleh: Tim Redaksi Buletin Seventeen

Kamis, 29 Januari 2026

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

 

"Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya Suhardin dari SMPN 17 Kendari. Hari ini, kita tidak hanya akan belajar teori, tapi kita akan membuktikan bagaimana alam menyimpan dan melepaskan kekuatannya melalui energi kinetik, potensial, dan mekanik. Mari kita mulai praktiknya!"


Tujuan: Menganalisis hubungan antara ketinggian dan gaya dorong terhadap energi mekanik serta dampaknya pada benda lain (botol).

Alat dan Bahan

  • Kelereng (timbang massanya terlebih dahulu dalam satuan kg).

  • Pipa kecil/selang sebagai lintasan.

  • Buku (sebagai penyangga/pengatur ketinggian).

  • Botol plastik kecil bekas.

  • Stopwatch, Mistar (1 meter), dan Timbangan.


Langkah-Langkah Kerja


  1. Persiapan Massa: Timbang massa kelereng (m) dan catat (misal: 0,005 kg).

  2. Variabel Ketinggian 1: Susun 6 buah buku. Ukur tinggi total tumpukan tersebut (h) menggunakan mistar. Letakkan pangkal pipa di atas tumpukan buku dan ujung lainnya di lantai.

  3. Posisi Botol: Letakkan botol plastik tepat di depan ujung pipa bawah. Tandai posisi awal botol.

  4. Peluncuran (2 Perlakuan):

    • Perlakuan A (Perlahan): Lepaskan kelereng tanpa dorongan (kecepatan awal v0 = 0).

    • Perlakuan B (Dorongan Kuat): Luncurkan kelereng dengan dorongan tangan yang kuat.

  5. Pengukuran: Aktifkan stopwatch saat kelereng dilepas dan matikan saat menabrak botol.

    • Ukur jarak sejauh mana botol terdorong/terhempas dari posisi awal menggunakan mistar.

  6. Variabel Ketinggian 2: Ulangi langkah 2-5 menggunakan 12 buah buku (h).

  7. Pencatatan: Masukkan semua hasil ke dalam tabel pengamatan.

Tebel Pengamatan
Ketinggian (Buku)Tinggi (h)PerlakuanWaktu (t)Jarak Hempas Botol (d)
6 Buku... mPerlahan... s... m
6 Buku... mDorongan Kuat... s... m
12 Buku... mPerlahan... s... m
12 Buku... mDorongan Kuat... s... m

Panjang Pipa = ...........................

Rumus Analisis (Data yang Dihitung)

Minta siswa menghitung nilai berikut menggunakan data mereka:

  • Energi Potensial (Ep): Ep = m x g x h (Gunakan g = 9,8 m/s2).

  • Kecepatan (v): Hitung kecepatan rata-rata v = s/t (di mana s adalah panjang pipa).

  • Energi Kinetik (Ek): Ek = 1.2 m x v2.

  • Energi Mekanik (Em): Em = Ep + Ek.

Pertanyaan Analisis (Untuk Diskusi Siswa)

  1. Bagaimana perbedaan jarak hempasan botol antara penggunaan 6 buku dengan 12 buku pada perlakuan "perlahan"? Jelaskan hubungannya dengan Energi Potensial!

  2. Pada ketinggian yang sama, mengapa pemberian "dorongan kuat" menghasilkan jarak hempasan botol yang lebih jauh? Hubungkan dengan nilai Energi Kinetik!

  3. Jika kelereng dilepaskan tanpa dorongan, dari mana kelereng tersebut mendapatkan energi untuk menggerakkan botol?

  4. Kesimpulan: Faktor apa saja yang memengaruhi besarnya Energi Mekanik pada percobaan ini?




Paling di Sukai

Gelar Produk dan Refleksi Bercerita (Kokurikuler Proyek Sikkato)

  Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selas...