STRATEGI MPLS RAMAH 2026: "Petualangan Si Udin"
Sasaran: Siswa Baru SMPN 17 KendariKarakter Utama: Edukatif, Kolaboratif, Ramah Anak, dan Menyenangkan
Phase 1: Ice Breaking – "Konsentrasi Apel & Pisang"
Sesi ini bertujuan untuk memecah kekakuan, melatih fokus, dan membangun energi positif di awal kegiatan.
Mekanisme Permainan:
Guru berdiri di depan kelas dan menceritakan sebuah kisah fiktif (misalnya: "Suatu hari, Si Udin pergi ke pasar...").
Aturan Babak 1: Jika guru menyebut kata "Apel", siswa harus Duduk. Jika guru menyebut kata "Pisang", siswa harus Berdiri.
Aturan Babak 2 (Dibalik): Untuk meningkatkan tantangan, aturan dibalik. "Apel" berarti Berdiri, dan "Pisang" berarti Duduk.
Aksi Siswa: Siswa harus menyimak cerita dengan saksama dan melakukan gerakan fisik sesuai kata kunci yang diucapkan guru.
Phase 2: Petualangan Lingkungan Sekolah – "Misi Peta Si Udin"
Siswa diajak mengenal lingkungan SMPN 17 Kendari bukan dengan metode ceramah yang membosankan, melainkan lewat metode treasure hunt (berburu harta karun).
Pembagian Kelompok: Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (beranggotakan 5–7 orang).
Media Peta: Setiap kelompok diberikan selembar "Peta Si Udin"—sebuah peta ilustrasi area SMPN 17 Kendari yang memiliki titik-titik lokasi bernomor (tanpa nama fasilitas).
Mobilisasi Ceria: Kelompok bergerak dari satu titik ke titik lain dipandu oleh pengurus OSIS. Sepanjang perjalanan koridor sekolah, mereka wajib bernyanyi riang (misalnya lagu nasional, lagu daerah Sulawesi Tenggara, atau yel-yel kelompok) untuk menjaga atmosfer tetap ramah dan seru.
Phase 3: Identifikasi & Storytelling Fasilitas Sekolah
Di setiap titik nomor yang dikunjungi, siswa akan mendalami fungsi dari fasilitas tersebut.
Storytelling OSIS & Guru: Di lokasi yang dituju, guru atau pengurus OSIS yang berjaga akan menceritakan kisah singkat atau fun fact terkait tempat tersebut (misalnya: laboratorium IPA, perpustakaan, ruang seni, atau kantin kejujuran).
Lembar Identifikasi: Setelah mendengar cerita, setiap kelompok wajib mengisi lembar kerja mereka: mencatat Nama Fasilitas dan Fungsi Utama fasilitas tersebut berdasarkan nomor yang tertera di Peta Si Udin.
Phase 4: Unjuk Kerja – Presentasi Kelompok
Setelah penjelajahan selesai, seluruh siswa kembali ke ruang kelas untuk mengolah hasil petualangan mereka.
Diskusi Kilat: Kelompok merapikan hasil catatan peta mereka.
Presentasi di Depan Kelas: Dipandu oleh guru, perwakilan kelompok maju ke depan untuk mempresentasikan hasil identifikasi fasilitas SMPN 17 Kendari.
Apresiasi: Guru memberikan apresiasi (bisa berupa tepuk tangan khas atau poin reward) kepada semua kelompok yang berani tampil, tanpa ada penghakiman salah-benar yang kaku.
Phase 5: Penutup – Refleksi & Doa Bersama
Menutup kegiatan hari itu dengan menyentuh sisi emosional dan spiritual siswa agar mereka merasa diterima di sekolah baru.
Refleksi Singkat: Guru mengajak siswa menyampaikan satu kata atau satu kalimat kesan mereka mengikuti petualangan hari ini (contoh: "Seru!", "Asyik!", "Saya tahu letak perpus!"). Guru juga menegaskan bahwa SMPN 17 Kendari adalah rumah yang aman dan ramah untuk mereka belajar.
Doa Bersama: Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dipimpin oleh salah satu siswa atau guru, sebagai rasa syukur atas kelancaran acara.
Catatan Implementasi untuk Panitia: > Pastikan pengurus OSIS yang mendampingi kelompok bersikap persuasif, tidak membentak, dan benar-benar berperan sebagai kakak tingkat yang mengayomi agar esensi "MPLS Ramah" tetap terjaga sepenuhnya.
.png)














.jpeg)


.jpeg)

