Kreativitasku - Suhardin

INOVASI PEMBELAJARAN - BERBAGI IDE DAN KREASI - KOKURIKULER - BULETIN SEKOLAH - KARYA ILMIAH

Tampilkan postingan dengan label Sekolahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolahku. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

ANALISA SOAL HUKUM NEWTON - IPA KELAS 8 SMP

 


SOAL ANALISA IPA KELAS VIII - HUKUM NEWTON

 

1.      Manakah pernyataan berikut yang berhibungan dengan Hukum Newton 1 (beri tanda pada jawaban yang benar)

F = m . a

Istilahnya inersia atau kelembaman

Setiap benda selalu mempertahankan diri agar tetap diam

Benda berpindah pada jarak tertentu sesuai masanya

Mendorong meja kearah depan

Ada aksi dan ada reaksi

Mendayung perahu di rerairan laut

F = 0


2.      Lengkapilah tabel berikut dengan menggunakan rumus Hukum Newton II --- F = m . a

No

Kondisi Benda

Massa (m)

Percepatan (a)

Gaya (F)

1

Ali Mendorong Kursi

2 kg

3 m/s2

....... N

2

Abdul Mendorong Meja

10 kg

5 m/s2

....... N

Berdasarkan tabel tersebut jawablah pertanyaan berikut

a.       Siapakah yang memiliki gaya Newton yang paling besar?

b.      Mengapa nilai gaya tersebut memiliki perbedaan?

c.       Faktor apakah yang mempengaruhi sehingga nilai gaya Ali dan Abdul itu tidak sama?

d.      Buatkanlah kesumpulan dari tabel tersebut!

 

3.      Apakah pernytaan ini benar atau salah

  1. Peristiwa anak badak terpental ke belakang saat mencoba mendorong induknya dengan kuat adalah contoh penerapan Hukum III Newton (Aksi-Reaksi). Anak badak memberikan gaya aksi (mendorong), dan induknya memberikan gaya reaksi yang sama besar namun berlawanan arah, menyebabkan anak badak terdorong mundur. ……………..(Benar – Salah)
  2. Peristiwa dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan lalu terpental merupakan contoh penerapan Hukum II. Saat kedua kijang saling mendorong, masing-masing memberikan gaya sehingga terpental pada jarak tertentu……...(Benar – Salah)
  3. Hukum Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat pada saat kita menempatkan selembar kertas diatas uang logam lalu menrik kertasnya dengan cepat sehingga uang logam itu hanya bergeser sedikit sekali dari tempatnya dan tidak mengikuti arah tarikan kertas…..(Benar – Salah)
  4. Ketika nelayang mengayuh sampan dapat menyebabkan perahunya melaju diatas air. Arah dayung dan sampan yang berlawanan ini menjadikannya fenomena penerapan Hukum Newton 1 dalam kehidupan sehari-hari……(Benar – Salah)

 


Minggu, 01 Maret 2026

MATERI GAYA LORENTZ - IPA KELAS IX SMPN 17 KENDARI

 

Rumus Lengkap Gaya Lorentz

Jika kawat membentuk sudut terhadap arah medan magnet, maka rumusnya menjadi:

 

F = B x  I x L x sin (θ)

 

Keterangan: θ (atau β) = Sudut yang terbentuk antara arah arus (I) dan arah medan magnet (B).

Catatan Penting:

·         Jika kawat tegak lurus (θ = 900), maka sin(900) = 1. Itulah kenapa rumusnya sering hanya ditulis BIL.

·         Jika kawat sejajar dengan medan magnet (θ = 00), maka sin(00) = 0. Artinya, tidak ada gaya Lorentz yang dihasilkan (F = 0).


 

Contoh Soal dengan Sudut (sin θ)

Berikut adalah dua contoh soal agar kamu makin mahir:

Soal 1 (Sudut 300)

Sebuah kawat sepanjang 4 meter dialiri arus listrik sebesar 2 A. Kawat tersebut diletakkan dalam medan magnet 0,5 Tesla dan membentuk sudut 300 terhadap arah medan magnet. Berapakah besar Gaya Lorentz-nya?

(Diketahui sin 300 = 0,5)

Diketahui:

·      L = 4 m

·      I = 2 A

·      B = 0,5 T

·      θ = 300

Jawaban:

F = B x I x L sin(θ)

F = 0,5 x 2 x 4 x sin(300)

F = 0,5 x 2 x 4 x 0,5

F = 1 x 4  0,5

F = 2 Newton


Soal 2 (Sudut $45^\circ$)

Kawat tembaga dengan panjang 100 cm (1 meter) berada dalam medan magnet 10 Tesla. Jika arus yang mengalir adalah 5 A dan sudut antara kawat dengan medan magnet adalah 450, berapakah gaya yang dialami kawat?

(Diketahui sin 450 =  0,7

Diketahui:

·         L = 1 m

·         B = 10 T

·         I = 5 A

·         θ = 450

Jawaban:

F = B x I x L sin(θ)

F = 10 x 5 x 1 x sin(450)

F = 10 x 5 x 1 x 0,7

F = 50 x 0,7

F = 35 Newton


Tabel Nilai Sinus yang Sering Muncul:

Sudut (θ)

Nilai sin(θ)

00

0

300

0,5 (atau 1/2)

450

0,7 (atau ½ 2)

600

0,86 (atau ½ 3)

900

1

 

 Contoh Soal Mencari Kuat Arus (I)

Sebuah kawat penghantar sepanjang 2 meter berada dalam medan magnet sebesar 4 Tesla. Kawat tersebut membentuk sudut 300 terhadap arah medan magnet. Jika gaya Lorentz yang bekerja pada kawat tersebut adalah 20 Newton, berapakah kuat arus listrik yang mengalir?

(Diketahui sin 300 = 0,5)

Diketahui:

  • F = 20 N
  • B = 4 T
  • L = 2 m
  • θ = 300 sin(300) = 0,5

Ditanya: I = ……………

                                    F

Rumus     I = -------------------------

                        B x L x sin (θ)

Langkah Pengerjaan:

    20

I = ----------------------

            4 x 2 x 05

I = 20 / 4 = 5 Ampere

 


Kamis, 05 Februari 2026

Gelar Produk dan Refleksi Bercerita (Kokurikuler Proyek Sikkato)

 


Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO

KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selasar sekolah pada kegiatan Gelar Produk Kokurikuler bertema Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara. Di antara riuh rendah stan kelas lainnya, ada satu yang mencuri perhatian pengunjung: Stan Kelas 9.2 dengan tajuk "SIKKATO".

Apa itu SIKKATO? Bukan sekadar nama keren, SIKKATO merupakan akronim dari tiga pilar kuliner tradisional Sulawesi Tenggara, yaitu Sinonggi, Kasoami, dan Kabuto. Ketiga makanan ini dipilih para siswa kelas 9.2 untuk diperkenalkan kembali kepada generasi Z sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh zaman.

Para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak cekatan menyajikan hidangan. Di meja utama, kelompok pertama menyajikan Sinonggi. Berbahan dasar sagu yang disiram air mendidih hingga kenyal, hidangan ini nampak menggoda saat dipadukan dengan kuah kuning ikan parende yang segar, sayur bening, dan sambal terasi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional itu sehat dan bergizi," ujar salah satu siswa sambil mengaduk sagu dengan posonggi (sumpit bambu besar).

Tak jauh dari sana, aroma Kasoami yang baru matang tercium dari kukusan bambu berbentuk kerucut. Makanan yang terbuat dari parutan ubi kayu yang telah diperas ini disajikan hangat sebagai pengganti nasi, lengkap dengan pendamping setianya: ikan asap, kanasa, atau kaholeo.

Keunikan lain muncul dari kelompok penyaji Kabuto. Makanan berbahan dasar ubi kayu yang telah dikeringkan dan difermentasi hingga berwarna cokelat kehitaman ini sempat membuat beberapa pengunjung penasaran. Namun, teksturnya yang lembut saat matang dan rasanya yang khas justru menjadi primadona bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan kuliner autentik daerah.

Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa SMP tidak hanya pandai dalam teori, tetapi juga mampu menjaga akar budaya melalui praktik langsung yang kreatif dan kolaboratif.


Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mempraktikkan pembuatan makanan khas daerah bagi siswa SMP memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi. Berikut adalah rinciannya:

Tujuan Kegiatan

  • Pelestarian Budaya: Menumbuhkan rasa memiliki dan cinta terhadap kekayaan kuliner lokal di tengah gempuran fast food modern.
  • Edukasi Literasi Pangan: Mengenalkan bahan pangan lokal (sagu dan ubi) sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat.
  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Mengimplementasikan dimensi "Gotong Royong" melalui kerja kelompok dan "Berkebinekaan Global" melalui kecintaan pada kearifan lokal.

Kamis, 29 Januari 2026

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

 

"Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya Suhardin dari SMPN 17 Kendari. Hari ini, kita tidak hanya akan belajar teori, tapi kita akan membuktikan bagaimana alam menyimpan dan melepaskan kekuatannya melalui energi kinetik, potensial, dan mekanik. Mari kita mulai praktiknya!"


Tujuan: Menganalisis hubungan antara ketinggian dan gaya dorong terhadap energi mekanik serta dampaknya pada benda lain (botol).

Alat dan Bahan

  • Kelereng (timbang massanya terlebih dahulu dalam satuan kg).

  • Pipa kecil/selang sebagai lintasan.

  • Buku (sebagai penyangga/pengatur ketinggian).

  • Botol plastik kecil bekas.

  • Stopwatch, Mistar (1 meter), dan Timbangan.


Langkah-Langkah Kerja


  1. Persiapan Massa: Timbang massa kelereng (m) dan catat (misal: 0,005 kg).

  2. Variabel Ketinggian 1: Susun 6 buah buku. Ukur tinggi total tumpukan tersebut (h) menggunakan mistar. Letakkan pangkal pipa di atas tumpukan buku dan ujung lainnya di lantai.

  3. Posisi Botol: Letakkan botol plastik tepat di depan ujung pipa bawah. Tandai posisi awal botol.

  4. Peluncuran (2 Perlakuan):

    • Perlakuan A (Perlahan): Lepaskan kelereng tanpa dorongan (kecepatan awal v0 = 0).

    • Perlakuan B (Dorongan Kuat): Luncurkan kelereng dengan dorongan tangan yang kuat.

  5. Pengukuran: Aktifkan stopwatch saat kelereng dilepas dan matikan saat menabrak botol.

    • Ukur jarak sejauh mana botol terdorong/terhempas dari posisi awal menggunakan mistar.

  6. Variabel Ketinggian 2: Ulangi langkah 2-5 menggunakan 12 buah buku (h).

  7. Pencatatan: Masukkan semua hasil ke dalam tabel pengamatan.

Tebel Pengamatan
Ketinggian (Buku)Tinggi (h)PerlakuanWaktu (t)Jarak Hempas Botol (d)
6 Buku... mPerlahan... s... m
6 Buku... mDorongan Kuat... s... m
12 Buku... mPerlahan... s... m
12 Buku... mDorongan Kuat... s... m

Panjang Pipa = ...........................

Rumus Analisis (Data yang Dihitung)

Minta siswa menghitung nilai berikut menggunakan data mereka:

  • Energi Potensial (Ep): Ep = m x g x h (Gunakan g = 9,8 m/s2).

  • Kecepatan (v): Hitung kecepatan rata-rata v = s/t (di mana s adalah panjang pipa).

  • Energi Kinetik (Ek): Ek = 1.2 m x v2.

  • Energi Mekanik (Em): Em = Ep + Ek.

Pertanyaan Analisis (Untuk Diskusi Siswa)

  1. Bagaimana perbedaan jarak hempasan botol antara penggunaan 6 buku dengan 12 buku pada perlakuan "perlahan"? Jelaskan hubungannya dengan Energi Potensial!

  2. Pada ketinggian yang sama, mengapa pemberian "dorongan kuat" menghasilkan jarak hempasan botol yang lebih jauh? Hubungkan dengan nilai Energi Kinetik!

  3. Jika kelereng dilepaskan tanpa dorongan, dari mana kelereng tersebut mendapatkan energi untuk menggerakkan botol?

  4. Kesimpulan: Faktor apa saja yang memengaruhi besarnya Energi Mekanik pada percobaan ini?




Paling di Sukai

Laporan Ektrakurikuler Olimpiade IPA

 

Paling dicari