Selasa, 27 Januari 2026

PROYEK PEMBUATAN SIRKUIT SEDERHANA HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK SERI DAN PARALEL

 Link Video

https://youtube.com/shorts/vfoUnsfIoEI?si=YPPpdyElOJA9CTN0 (Cara Kerja)

https://youtube.com/shorts/6uwRIrhqPA4?si=gMQDrXesWjqKNbbA (Paparan Kelompok)

https://youtube.com/shorts/WR61LiKPFAo?si=-_Tqk7a76_5cWPbu (Cara merakit sirkuit)


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

 

Topik                    : Proyek: "Sirkuit Ajaib: Mengalirkan Listrik di Atas Kertas"

Kelas                     : IX…….

Kelompok                        : ____________________

Anggota                : ____________________

Nama Siswa         : ………………………….

 

A. Tujuan Proyek

1.      Menyelidiki sifat hantaran listrik pada grafit (pensil) dan aluminium foil.

2.      Menganalisis perbedaan karakteristik cahaya lampu pada rangkaian seri dan paralel.

3.      Membuat sirkuit listrik kreatif dari bahan daur ulang.

B. Alat dan Bahan

·         Papan sirkuit dari kardus bekas.

·         Pensil 2B (atau jenis 4B/6B jika ada agar lebih konduktif).

·         Mistar.

·         Lampu LED kecil (2 buah).

·         Baterai kancing (CR2032) atau baterai AA.

·         Kertas aluminium foil.

·         Selotip/lakban kecil (untuk menempelkan komponen).

C. Prosedur Kerja

1. Persiapan Jalur (Konduktor)

1.      Buatlah dua jalur sejajar di atas kardus menggunakan mistar.

2.      Arsir jalur tersebut menggunakan pensil 2B hingga sangat tebal, hitam, dan mengkilap.

3.      Tempelkan potongan kecil aluminium foil pada ujung-ujung jalur sebagai tempat meletakkan kutub baterai.

2. Membuat Rangkaian Seri

1.      Pasang dua lampu LED secara berurutan dalam satu jalur (kaki positif LED 1 bertemu jalur baterai, kaki negatif LED 1 bertemu kaki positif LED 2).

2.      Letakkan baterai pada terminal aluminium foil.

3.      Amati nyala lampu dan catat pada tabel.

4.      Lepas salah satu lampu, amati apa yang terjadi pada lampu lainnya.

3. Membuat Rangkaian Paralel

1.      Buatlah jalur pensil yang bercabang (menyerupai tangga).

2.      Pasang dua lampu LED pada masing-masing cabang (jalur yang berbeda namun terhubung ke sumber baterai yang sama).

3.      Amati nyala lampu dan catat pada tabel.

4.      Lepas salah satu lampu, amati apakah lampu lainnya tetap menyala.


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=gVx2jIWg8Ls
https://www.signliteled.com/wiring-led-strip-lights-correctly-a-guide-to-series-and-parallel-circuits/


D. Tabel pengamatan

 

Jenis Rangkaian

Kondisi Nyala Lampu (Terang/Redup)

Jika Satu Lampu Dilepas, Lampu Lain...

Rangkaian Seri

Rangkaian Paralel

E. Analisis Data (Pertanyaan & Jawaban)

1.      Mengapa lampu pada rangkaian paralel menyala lebih terang dibandingkan rangkaian seri?.

2.      Apa yang terjadi jika jalur pensil tidak diarsir dengan tebal? Jelaskan kaitannya dengan hambatan!

3.      Mengapa pada rangkaian seri, saat satu lampu dilepas, lampu lainnya ikut mati?.

4.      Apa fungsi utama aluminium foil dalam praktikum ini dibandingkan hanya menggunakan pensil saja?

F. Cara Menyimpulkan

Untuk membuat kesimpulan, bandingkan hasil pengamatan dengan tujuan proyek. Gunakan format berikut:

"Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa rangkaian (Seri/Paralel) menghasilkan nyala lampu yang lebih terang. Ketebalan arsiran pensil sangat mempengaruhi (Arus/Hambatan) listrik. Rangkaian (Seri/Paralel) lebih efektif digunakan jika kita ingin satu lampu tetap menyala meskipun lampu lain rusak."





Minggu, 25 Januari 2026

LKPD - Hambatan pada Rangkaian Listrik Paralel

 


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

 

Topik                    : Hambatan pada Rangkaian Paralel

Kelas                     : IX…….

Kelompok             : ____________________

Anggota                : ____________________

Nama Siswa         : ………………………….

 

Tujuan:

Peserta didik dapat menghitung besarnya hambatan pengganti ($R_p$) pada berbagai kombinasi peralatan rumah tangga yang disusun secara paralel.

 

Bagian Misteri Hambatan Listrik Rangkaian Paralel (Rp)

Di rumah Pak Suhardin, terdapat beberapa peralatan listrik yang sering digunakan bersamaan. Karena instalasi rumah menggunakan Rangkaian Paralel, maka setiap alat mendapatkan tegangan yang sama (220V), namun memiliki hambatan (R) yang berbeda-beda.

Daftar Hambatan Alat Listrik:

1.      Lampu Teras (R1) = 440Ω

2.      Televisi (R2) = 220Ω

3.      Kipas Angin (R3) = 110Ω

4.      Rice Cooker (R4) = 44Ω

 

Instruksi: Hitunglah hambatan total (Rp) untuk setiap kombinasi penggunaan alat di bawah ini menggunakan rumus:

1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ...

 

No

Kasus Penggunaan Alat

Rumus Penghitungan

Hasil Hambatan Total (Rp​)

1

Lampu (440Ω & TV (220Ω) menyala bersama.

1/Rp = 1/440} + 1/220} = 1/440 + 2/440

......... Ω

2

TV (220Ω) & Kipas (110Ω) menyala bersama.

......... Ω

3

Kipas (110Ω) & Rice Cooker (44Ω) menyala bersama.

......... Ω

4

TANTANGAN: Lampu, TV, & Kipas menyala bersama.

......... Ω

 

Pertanyaan analisis

1.      Bandingkan hasil Rp pada No. 1 dengan nilai hambatan lampu (440Ω). Manakah yang lebih kecil?

2.      Berdasarkan data tabel, apa yang terjadi pada nilai Hambatan Total (Rp) jika kita semakin banyak menyalakan peralatan listrik secara bersamaan?

3.      Jika nilai Rp semakin kecil, maka arus listrik (I) yang ditarik dari PLN akan semakin Besar. Apa bahayanya jika kita menyalakan terlalu banyak alat (paralel) secara berlebihan pada kabel yang kecil?

4.      Mengapa Rice Cooker memiliki nilai hambatan (R) yang paling kecil dibandingkan lampu? (Petunjuk: Hubungkan dengan panas yang dihasilkan).

 

Pertanyaan pemantik (kesimpulan)

"Banyak orang mengira menambah alat listrik berarti menambah hambatan. Namun, dalam rangkaian paralel di rumah kita, menambah alat justru menurunkan hambatan total. Mengapa demikian dan apa pengaruhnya terhadap tagihan listrik rumah?"

Kesimpulan: ...................................................................................................................................................... ......................................................................................................................................................


Rabu, 21 Januari 2026

LEMBAR KERJA (LKPD) ENERGI POTENSIAL - IPA SMP KELAS 8

 


Link Video Pembelajaran 

https://youtu.be/yFyaQPKg7OA?si=KYZO8_I2EtKqoyev


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

Topik                    : "Kinetik vs Potensial: Duel Energi dalam Kehidupan Sehari-hari"

Kelas                    : VIII (Fase D)

Kelompok            : ____________________

Anggota               : ____________________

 

A. Tujuan Praktikum

1.      Membuktikan pengaruh ketinggian terhadap besarnya Energi Potensial.

2.      Membuktikan pengaruh kecepatan terhadap besarnya Energi Kinetik.

3.      Menganalisis transformasi energi dari posisi diam ke posisi gerak.

B. Alat dan Bahan

1.      Kelereng (sebagai subjek energi).

2.      Papan kayu/Karton tebal (sebagai lintasan/bidang miring).

3.      Botol plastik bekas 600ml (sebagai target/sasaran).

4.      Mistar/Penggaris (untuk mengukur jarak pergeseran botol).

5.      Buku-buku tebal (untuk mengatur ketinggian lintasan).

 

C. Prosedur Kerja

Duel 1: Adu Ketinggian (Energi Potensial)

1.      Susun lintasan miring dengan penyangga 1 buah buku (ketinggian rendah).

2.      Letakkan botol plastik tepat di ujung bawah lintasan.

3.      Lepaskan kelereng dari puncak lintasan tanpa didorong.

4.      Ukur berapa cm botol tersebut bergeser setelah ditabrak kelereng.

5.      Ulangi langkah yang sama dengan menambah penyangga menjadi 3-4 buah buku (ketinggian tinggi).

Duel 2: Adu Kecepatan (Energi Kinetik)

1.      Gunakan lintasan dengan ketinggian tetap (2 buku).

2.      Percobaan A: Lepaskan kelereng secara perlahan (kecepatan rendah). Ukur pergeseran botol.

3.      Percobaan B: Dorong kelereng dengan kuat dari puncak (kecepatan tinggi). Ukur pergeseran botol.

 

D. Tabel Pengamatan

No

Lintasan/ ketinggian (h) dalam cm ke m

Dorongan

(Pelan atau Cepat)

Jarak botol terlempar

Kecepatan

Kelereng (detik)

1

Susunan 6 buku

(………cm) / (…….m)

Pelan/ meluncur

 

 

Cepat / Didorong

 

 

2

Susunan12 buku

(………cm) / (…….m)

Pelan / meluncur

 

 

Cepat / Didorong

 

 

            Catatan : m = 0,4 kg dan g = 9,8 m/s2 


E. Analisa Data

  1. Pada Adu Ketinggian, posisi manakah yang membuat botol bergeser paling jauh? Mengapa demikian jika dikaitkan dengan energi potensial? Jawaban: .......................................................................................................................................
  2. Pada Adu Kecepatan, apa perbedaan hasil antara kelereng yang meluncur alami dengan kelereng yang diberi dorongan? Jawaban: .......................................................................................................................................
  3. Jika kelereng kita ganti dengan batu yang lebih berat namun dilepaskan dari ketinggian yang sama, apakah hasil pergeseran botol akan sama? Jelaskan alasannya! Jawaban: .......................................................................................................................................
  4. Berikan satu contoh kejadian di jalan raya Kota Kendari yang menggambarkan bahwa benda yang bergerak sangat cepat memiliki energi kinetik yang berbahaya! Jawaban: .......................................................................................................................................

 

F. Kesimpulan (Pertanyaan Pemantik)

Setelah melakukan duel energi, coba diskusikan:

1.      "Kapan sebuah benda dikatakan memiliki Energi Potensial yang besar?"

2.      "Apa yang terjadi pada Energi Potensial saat benda mulai meluncur ke bawah?"

3.      "Jadi, apa perbedaan utama antara energi yang dimiliki benda karena posisinya dengan energi karena gerakannya?"

Kesimpulan Kami: ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Paling di Sukai

Gelar Produk dan Refleksi Bercerita (Kokurikuler Proyek Sikkato)

  Eksplorasi Cita Rasa Bumi Anoa dalam Gelar Produk SIKKATO KENDARI – Aroma harum ikan parende dan gurihnya parutan ubi memenuhi area selas...