Kreativitasku - Suhardin

INOVASI PEMBELAJARAN - BERBAGI IDE DAN KREASI - KOKURIKULER - BULETIN SEKOLAH - KARYA ILMIAH

Jumat, 09 September 2022

CURICULLUM VITAE - PROFIL SUHARDIN GURU SMPN 17 KENDARI

 


CURICULUM VITAE

 




SUHARDIN, S.Pd

 

Penghargaan Negara

1.  Penerima  Tanda  Kehormatan Negara SATYALANCANA  PENDIDIKAN  dari

Presiden  RI, Kategori Guru Berprestasi Tahun 2019 - Jakarta

2.  Excellent Teacher and Principals of MOEC Republik Indonesia for

Training Program in China (China University Mining and Technology-Jiangsu) Tahun 2019 Jiangsu, China.

 

 

Prestasi Nasional dan Daerah

1.  Juara 2 Lomba Keberhasilan Guru SMP tingkat nasional Bidang MIPA Tahun

2011-Jakarta.

2.  Pemenang Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Kategori Guru pada

Simposium GTK kemdikbud –2015-Jakarta

3.  Pemenang Naskah Favorit Lomba Nulis Pengalaman Guru tahun 2015- Yogyakarta.

4.  Naskah Terbaik (Top Ten) Menulis Pengalaman Guru tahun 2015 Komunitas

Guru Menulis Indonesia-Yogyakarta.

5.  Top Ten (Peserta) Festival Video Edukasi 2016 Tingkat Nasional Kategori

Guru-Surabaya.

6.  Peserta Terpilih Teacher Supercamp  - KPK (Guru menulis anti  Korupsi) Bidang Komik Tahun 2016-Bali.

7.  Penulis Naskah 10 Terbaik Penyusunan Karya Tulis Guru Tahun 2017

P4TK IPA Bandung.-Jawa Barat.

8.  Juara 1 Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP tingkat nasional Bidang

SORAK Tahun 2018-Bali.

9.  Peringkat I Pemenang Sayembara Video Pendek Pembelajaran Terbaik

Kategori guru SMP Tingkat Nasional (2020) Jakarta.

10.Pemenang I Sayembara Video Pembelajaran Bidang Numerasi

Kategori guru SMP Tingkat Nasional (2021) Jakarta.

11. Finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Pembelajaran Guru SMP tingkat nasional bidang MIPA, 2014 Bogor.

12. Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP tingkat nasional bidang

MIPA, 2016 Jakarta.

13. Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP tingkat nasional bidang

MIPA 2017-Bali.

      14.Pemenang 2 Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota Kendari – 2005.

      15.Pemenang 1 Lomba penyusunan Bahan ajar Mulok PKPLH Tingkat Provinsi

          2010 – Kendari.

 


 

Prestasi Pembinaan Siswa Level Nasional

1. Pembimbing/Pembina  Karya  Tulis  Siswa dan Jutnalis Sekolah

2.  Medali  emas  Bidang  IPA  dan Lingkungan LPIR Tingkat Nasional 2010 - Yogyakarta

3.  Finalis Bidang IPS dan Kemanusiaan LPIR Tingkat Nasional 2011

Semarang

4.  Medali  emas  Bidang  IPA  dan Lingkungan LPIR Tingkat Nasional 2013 –

Bali

5.  Finalis Bidang IPS dan Kemanusiaan LPIR Tingkat Nasional 2014

Banjarmasin

6.  Finalis Lomba Jurnalistik Sekolah Tingkat Nasional Tahun 2014-Yogyakarta

7.  Juara Harapan Lomba Jurnalistik Sekolah Tingkat Nasional Tahun 2015- Semarang

 

 

Gerakan Literasi Nasional

1.  Pemilik 2 jenis HAKi (Hak Kekayaan Intelektual) Kemenkumham RI - 2019

2.  Penggagas Buletin Seventeen SMPN 17 Kendari - 2014

3.  Penggagas Buletin Kartika Biru SMP Kartika XX-6 Kendari -2015

4.  Penggagas Komunitas Menulis Seventeen (lima buku antologi hingga tahun

2020)

5.  Penulis dan menerbitkan buku tunggal ber-ISBN

 Aurora Kasih di Lahontohe (Fiksi-2017) 978-602-429-037-5, Pena Indis

 Eksperimen Sains Murali (Non Fiksi 2018) 978-602-468-277-4 CV Pustaka

Mediaguru

 Kaghati - Kecamuk Ghariza Hati Ibu (Fiksi 2018) 978-602-5692-16-1 CV.

Inthisar Publishing

 Berguru di Dunia Terbalik (Non Fiksi 2019) 978-602-409-587-3, CV Intishar

Publishing

 Keringat di Pelupuk Mata (Non Fiksi 2020) CV Kanaka Media

 Beberapa buku antologi : Cerita Tentang Pengelolaan Kelas 2, Kapur dan Papan

2, Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya, Prakarya Expamnes Kreatif, Prakarya Expamnes Inovatif, Prakarya di Bumi Rindang, Sepenggal Kisah di Seventeen, Berguru pada Alam)

 Penulis Karya Tulis pada Jurnal Nasional (Al-Tabib, Unesa dan Didaktika)

 

 

Kegiatan Nasional Bidang Pembelajaran

-   Menjadi nara sumber / Pemakalah kegiatan literasi, kurikulum, seminar maupun simposium pada level Provinsi maupun nasional

 Instruktur Nasional Kurikulum 2013 dan guru pembelajar IPA Tahun 2017.

 Instruktur Nasional Guru Matapelajaran Prakrarya Tahun 2015-2017.

 Tim Pengembang Kurikulum Tingkat Provinsi Sultra 2015


 

Kegiatan pengembangan sekolah Tingkat Nasional

 Ketua Tim Sekolah Adiwiyata Tahun 2011 (Sekolah Adiwiyata Pertama di

Sulra Tingkat SMP)

 Ketua Sekolah Pionir Pengembangan Mutu Sekolah tahun 2017

 Pengurus Sekolah (SNN, Sekolah Sehat, Sekolah Lingkungan dan Sekolah

Ramah Anak)

 

 

Jabatan dalam Lingkup Sekolah

 Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMUN 1 Tikep (1999-

2000)

 Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Tikep (2000-2002)

 Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 17 Kendari (2005-2015)

 Kepala Laboratorium SMPN 17 Kendari (2018-2020)

 

 

Pengembangan Masyarakat

 Pengurus Dewan Pendidikan Kota Kendari (2012-2013)

 Pengurus Forum Ilmiah Guru Kota Kendari (2010-2013)

 Ketua MGMP Prakarya Kota Kendari (2015-2017)

-   Sekertaris Kerukunan Keluarga Masigi-Laghontohe di Kendari (hingga sekarang)

 

 




Minggu, 04 September 2022

MATERI PEMBELAJARAN TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU

 

 

Karakteristik tumbuhan lumut dan paku

 

Kedua tanaman ini dapat melakukan fotosintesis. Artinya bisa memproduksi makanannya sendiri karena memiliki klorofil atau zat hijau daun.

 

Lumut merupakan tumbuhan Bryophyta karena tidak memiliki daun, batang dan akar sejati. Hanya memiliki rhizoid sebagai akar, pembuluh angkutnya berupa sel parenkim dan memiliki daun yang sangat kecil. Berbeda dengan tanaman paku yang tergolong Thallophyta (Thallus) yang telah memiliki daun, batang dan akar sejati. Pembuluh angkutnya berupa xylem dan floem. Daun tanamannya menggulung dan akar berupa rhizoid bisa terbenam dalam tanah.

 

Kedua tanaman ini hidup pada tempat yang lembab. Tanaman paku biasa dijumpai sebagai epifit (menempal) pada batang tanaman lain atau bahan organic tanaman yang telah mati atau sampah organic (saprofit). Tanaman lumut bisa ditemui pada tembok, sumur atau batuan yang lembab atau sedikit terlindungi. Para penjelajah bisa menggunakan tanaman ini sebagai kompas alam.

 

Ukuran tanaman paku jauh lebih besar dibanding lumut. Jika lumut hanya mencapai satu hingga 20 cm, tanaman paku bisa tumbuh hingga setengah bahkan satu meter. Tanaman hias seperti suplir dan bunga berdoa adalah contoh tanaman paku. Keduanya tidak memiliki bunga dan biji. Alat perkembangbiakannya dengan menggunakan spora. Kedua tanaman ini mengalami metagenesis. Artinya mengalami pergiliran keturunan dengan dua fase perkembangbiakan yakni sporofit/tidak kawin dan gametofit/kawin.

 

Terdapat perbedaan menyolok metagenesis pada kedua jenis tanaman ini. Tumbuhan paku yang dilihat sehari-hari adalah fase sporofit. Sedangkan, jika kalian melihat lumut yang menempel pada batuan itu merupakan fase gametofitnya. Apakah perbedaan sporofit dan gametofit?

 

Fase pembentukan spora disebut sporofit. Fase ini bersifat aseksual atau tidak melakukan peleburan sel (tidak kawin). Sifat selnya diploid artinya masih memiliki dua sel dalam kromosomnya. Fase gametofit merupakan tahap pembentukan gamet atau alat kelamin (sel sperma dan ovum). Fase ini bersifat seksual atau kawin. Sifat selnya haploid artinya memiliki seperdua atau seperuh dari sifat induknya.

 

Selain kedua fase tersebut, terdapat istilah-istilah yang perlu dipahami dalam metogenesis (pergiliran keturunan) tanaman paku dan lumut.

1.        Mikrospora : Spora berukuran kecil sebagai penghasil sel kelamin jantan (sel sperma)

2.      Makrospora : Spora berukuran besar sebagai penghasil sel kelamin betina (sel telur)

3.      Protalium : Generasi gametofit tumbuhan paku sebagai penghasil sel kelamin jantan dan berina.

4.      Anteridium : Penghasil sel jantan (sel sperma)

5.      Arkogonium : Penghasil sel kelamin betina (sel telur)

6.      Sel sperma / spermatozoid : Sel kelamin jantan

7.      Sel telur : Sel kelamin betina

8.      Makrosporangium : Penghasil makrospora (spora ukuran besar) yang akan tumbuh menjadi protalium betina.

9.      Mikrosporangium : Penghasil mikrospora (spora ukuran kecil) yang akan tumbuh menjadi protalim jantan.

10.   Protonema : Tahap awal pertumbuhan lumut yang berasal dari spora

11.     Sporogonium : Hasil pertumbuhan zigot pada lumut yang berupa kotak spora berbentuk kapsul

12.    Sporangium : tempat pembentukan spora pada fase sporofit tanaman lumut

13.    Zigot : Sel yang terbentuk dari hasil peleburan sel kelamin jantan (sel sperma) dan sel kelamin betina (sel ovum)

14.   Diploid (2n) : Sel yang memiliki gen penuh dari kedua induknya

15.   Haploid (n) : sel yang memiliki gen separuh dari induknya

 

 

Siklus hidup tanaman paku

 

Tumbuhan paku yang terlihat merupakan fase sporofit sehingga bersifat heterospora (spora yang dikandunganya berbada – jantan dan betina). Tanaman ini akan menghasilkan spora jantan dan betina. Tahap ini fase sporofit dimulai dengan sel yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya akan membentuk dua jenis sporangium yakni Mikrosporangium dan makrosporangium. Mikrosporangium akan membentuk mikrospora sedangkan makrosporangium akan membentuk makrospora. Fase ini merupakan akhir dari generasi sporofit. Fase gametofit dimulai dengan pembentukan protalium. Protalium jantan berasal dari mikrospora sedangkan protalium betina berasal dari makrospora. Anteridum kemudian dibentuk dari protalium jantan dan arkogonium berasal dari protalium betina. Anteridium akan menghasilkan sel sperma atau spermatozoid dan arkogonium akan menhasilkan sel kelamin betina atau sel telur. Peleburan kedua sel ini akan menghasilkan zigot sebagai bakal individu baru tumbuhan paku. Inilah tahap akhir generasi gametofitnya. Tumbuhan pun akan berkembang menjadi dewasa sebagai generasi sporofit kembali. Siklus pun akan berjalan seperti semula.

 

 

Siklus hidup tanaman lumut

 

Berbeda dengan tanaman paku, tumbuhan lumut yang terlihat dalam kehidupan kita merupakan fase gametofit. Tumbuhan dewasa yang bersifat gametofit akan menghasilkan anteridium dan arkogonium. Sel kelamin jantan atau sperma akan dihasilkan melalui anteridium sedangkan arkogonium membentuk sel kelamin betina atau sel telur. Peleburan kedua sel ini akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n). Inilah tahap akhir generasi gematofitnya. Selanjutnya tumbuhan lumut akan beralih pada generasi sporofit. Tahap ini dimulai dengan pembentukan sporogonium. Bagian ini akan membentuk sporangium. Inilah tempat pembentukan spora pada fase sporofit tanaman lumut. Spora ini sudah bersifat haploid. Setelah spora terbentuk maka akan berkembang menjadi protonema (tumbuhan lumut muda). Selanjutnya berkembang menjadi tumbuhan lumut dewasa yang masih bersifat haploid (n). Fase ini akan kembali lagi pada tahap pertama.

 

 







Paling di Sukai

Laporan Ektrakurikuler Olimpiade IPA

 

Paling dicari