Pemanfaatan Botol Plastik Bekas sebagai Media Tanam Sub-Irigasi (Wicking System) dalam Pembelajaran Laju Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata)
Abstrak
Pembelajaran
sains berbasis proyek (Project-Based Learning) merupakan pendekatan
efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pertumbuhan tanaman.
Penelitian tindakan pembelajaran kolaboratif ini memanfaatkan botol plastik
minuman bekas yang dimodifikasi menjadi media tanam sub-irigasi (wicking
system) sederhana untuk mengamati laju pertumbuhan kacang hijau (Vigna
radiata). Alat dirancang dari botol yang dipotong dua; bagian atas terbalik
dengan sumbu pada tutupnya berfungsi sebagai wadah tanam, sedangkan bagian
bawah sebagai penampung nutrisi/air. Tabung plastik bening yang dilengkapi
mistar dipasang tegak lurus untuk mempermudah pengukuran presisi harian.
Variabel pengamatan meliputi jenis substrat, keberadaan air, jenis nutrisi, dan
intensitas cahaya selama satu minggu. Parameter yang diamati mencakup panjang
tanaman, warna daun, serta morfologi batang. Hasil pengamatan dicatat pada
tabel observasi harian dan dievaluasi melalui pertanyaan umpan balik. Proyek
kolaboratif di kelas ini terbukti meningkatkan pemahaman intuitif siswa
mengenai faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman
sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.
I. Pendahuluan
Konsep pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan sering kali dipelajari sebatas teori di dalam kelas. Padahal,
pemahaman mendalam membutuhkan observasi langsung terhadap variabel biologi
yang memengaruhi proses tersebut, seperti air, nutrisi, media tanam, dan
cahaya.
Penggunaan media pembelajaran
interaktif berbasis barang bekas menghadirkan dua manfaat utama: efisiensi
biaya dan pendidikan lingkungan. Melalui pemanfaatan limbah botol plastik bekas
menjadi sistem tanam sub-irigasi (wicking system), siswa dapat mengamati secara nyata
dinamika fisiologi tumbuhan secara presisi, sekaligus mempraktikkan pengolahan
limbah secara kreatif secara berkolaborasi dalam kelompok.
II. Metode Penelitian &
Perancangan Alat
1. Alat dan Bahan
·
Botol
plastik minuman bekas (1,5 L)
·
Sumbu
kain (flanel/kain bekas)
·
Plastik
bening roll & isolasi bening
·
Mistar
(penggaris) 30 cm
·
Biji
kacang hijau (Vigna radiata)
yang telah direndam semalam (±8–12 jam)
·
Air,
larutan nutrisi (misal: pupuk cair/AB Mix)
·
Substrat
bervariasi (tanah, kapas, atau pasir)
2. Prosedur Pembuatan Media Tanam
1. Pemotongan Botol: Botol dipotong menjadi dua bagian. Bagian atas dipasang
terbalik di atas bagian bawah botol.
2. Pemasangan Sumbu: Tutup botol dilubangi, lalu sumbu kain dimasukkan hingga
menjulur ke bagian penampung bawah (untuk menyalurkan air/nutrisi melalui aksi
kapiler).
3. Pemasangan Tabung Pengukur: Plastik bening digulung membentuk
tabung dan direkatkan dengan isolasi bening. Tabung ini dipasang tegak lurus di
atas titik tanam biji, dengan mistar dilekatkan di sisinya untuk memudahkan
pembacaan tinggi tanaman setiap hari.
4. Desain Variabel Percobaan Pengamatan dilakukan selama 7 hari dengan memvariasikan faktor-faktor
berikut pada setiap kelompok:
·
Jenis
Substrat: Tanah vs.
Kapas vs. Pasir
·
Ketersediaan
Air: Kontrol (Cukup)
vs. Kering (Tanpa Air)
·
Jenis
Nutrisi: Air Biasa
vs. Larutan Nutrisi
·
Faktor
Cahaya: Terang
(Cahaya Matahari Direct) vs. Gelap (Dalam Ruangan/Kardus)
III. Pengamatan dan Pengumpulan Data
Siswa
mencatat perkembangan tanaman setiap hari pada tabel observasi harian dengan
indikator utama:
1. Kuantitatif: Panjang tanaman/tinggi tunas (cm) menggunakan mistar
pada tabung bening.
2. Kualitatif: Warna daun (hijau tua, hijau muda, kekuningan/etiolasi)
dan struktur batang (kokoh atau lemah/melengkung).
Model table pengamatan yang disarankan
|
Hari ke- |
Tinggi Tanaman (cm) |
Warna Daun |
Kondisi Batang |
Keterangan |
|
1 |
0,5 |
Belum muncul |
Tunas mulai berkecambah |
Biji pecah |
|
2 |
1,8 |
Hijau Muda |
Kokoh, tegak |
Akar menyerap air via sumbu |
|
3 |
4,2 |
Hijau Muda |
Tegak lurus |
Masuk ke tabung bening |
|
4 |
7,5 |
Hijau Segar |
Kokoh |
Daun pertama terbuka |
|
5 |
11,0 |
Hijau Tua |
Tegei & Tebal |
Membutuhkan penambahan air |
|
6 |
15,3 |
Hijau Tua |
Sangat Kokoh |
Daun bertambah lebar |
|
7 |
19,0 |
Hijau Tua |
Tegak |
Pengamatan selesai |
IV.
Diskusi dan Pertanyaan Evaluasi
Proyek kolaboratif ini dilengkapi
dengan lembar kerja umpan balik untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap
konsep biologi dasar:
1. Pengaruh Cahaya: Mengapa tanaman di tempat gelap tumbuh lebih cepat
tinggi tetapi berwarna pucat (etiolasi) dibanding di tempat terang?
2. Peran Substrat & Kapilaritas: Bagaimana air dari wadah bawah dapat
naik ke wadah atas tanpa disiram langsung dari atas?
3. Peran Nutrisi: Apakah ada perbedaan signifikan antara pertumbuhan
tanaman yang diberi air biasa dengan larutan nutrisi?
4. Fungsi Tabung Bening: Mengapa penggunaan tabung bening dan mistar terintegrasi
membantu akurasi pengukuran laju pertumbuhan?
V. Kesimpulan
1. Efektivitas Alat: Modifikasi botol bekas menjadi sistem tanam wicking terbukti berhasil
menjadi media pembelajaran yang presisi, murah, dan ramah lingkungan.
2. Pemahaman Konsep: Kombinasi variasi variabel (cahaya, nutrisi, media)
memberikan pemahaman visual yang jelas mengenai syarat-syarat tumbuh kembang
tumbuhan.
3. Keterampilan Sosial: Kegiatan proyek secara berkelompok meningkatkan
kemampuan komunikasi, pembagian tugas, dan analisis kognitif antar siswa di
dalam kelas.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PRAKTIKUM BIOLOGI
Laju Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata) via Wicking System Botol Bekas
IDENTITAS KELOMPOK
·
Kelas /
Kelompok:
.................... / ....................
·
Tanggal:
...........................................
·
Anggota
Kelompok:
1. ....................................................
2. ....................................................
3. ....................................................
·
Perlakuan: Substrat: .................... |
Nutrisi: .................... | Cahaya: ....................
A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Membuat media sub-irigasi (wicking system) botol
bekas.
2. Mengukur laju pertumbuhan Vigna radiata berdasarkan
variabel perlakuan.
3. Melatih kerja sama kolaboratif dan
analisis data ilmiah.
B. ALAT & BAHAN
·
Botol
plastik 1,5 L & Cutter/Gunting
·
Sumbu
kain flanel (10–15 cm) & Paku
·
Plastik
bening roll, isolasi, mistar 30 cm
·
Biji
kacang hijau (direndam semalam)
·
Air
/ Nutrisi (pupuk cair)
·
Substrat:
Tanah / Kapas / Pasir
C. PETUNJUK KERJA RINGKAS
1. Potong Botol: Potong botol bekas pada posisi 1/3 atas. Lubangi tutup
botol dengan paku panas.
2. Pasang Sumbu: Masukkan kain flanel ke lubang tutup hingga menjulur ke
bawah sebagai penyalur air kapiler.
3. Rakit Media: Balikkan bagian atas botol ke atas wadah bawah. Isi
substrat dan tanam 2–3 biji kacang hijau.
4. Tabung Pengukur: Gulung plastik bening + mistar tegak lurus melingkupi
titik tanam biji.
5. Set Up Variabel: Isi penampung bawah dengan air/nutrisi (sumbu tercelup).
Letakkan di tempat terang/gelap.
D. TABEL PENGAMATAN HARIAN (7 HARI)
|
Hari ke- |
Tinggi
Tanaman (cm) |
Warna Daun |
Kondisi
Batang |
Catatan /
Perubahan Fisik |
|
1 |
||||
|
2 |
||||
|
3 |
||||
|
4 |
||||
|
5 |
||||
|
6 |
||||
|
7 |
E. SOAL EVALUASI & ANALISIS DATA
1. Prinsip Kapilaritas: Bagaimana air/nutrisi dari wadah bawah dapat naik ke
media tanam atas tanpa disiram langsung?
Jawab: .......................................................................................................................................
2. Pengaruh Cahaya (Etiolasi): Bandingkan tanaman di tempat terang
dan gelap. Mengapa tinggi, warna daun, dan kekokohan batang berbeda?
Jawab:
.....................................................................................................................................................
3. Substrat & Nutrisi: Apakah jenis substrat atau nutrisi berpengaruh
nyata pada pertumbuhan? Jelaskan!
Jawab:
..................................................................................................................................................
4. Fungsi Alat: Apa keunggulan penggunaan tabung plastik bening yang
dilengkapi mistar dalam pengukuran harian?
Jawab:
...................................................................................................................................................
5. Kesimpulan: Tuliskan faktor lingkungan yang paling optimal bagi
pertumbuhan kacang hijau berdasarkan praktikum ini!
Jawab:
...................................................................................................................................................
SOAL EVALUASI PRAKTIKUM BIOLOGI
Materi:
Pertumbuhan & Perkembangan Tumbuhan (Vigna radiata) via Wicking System Botol Bekas
Jumlah Soal: 5
Pilihan Ganda (A, B, C, D) + Kunci & Pembahasan
A. SOAL PILIHAN GANDA
1. Fenomena Fisika-Biologi
pada Sumbu Tanam
Dalam praktikum wicking system menggunakan botol
bekas, air dan nutrisi dari wadah bagian bawah dapat naik menuju media tanam di
wadah bagian atas melalui sumbu kain flanel tanpa perlu disiram manual.
Mekanisme utama yang mendasari peristiwa tersebut adalah...
A. Transpirasi tumbuhan yang menarik
air dari bawah
B. Gaya kapilaritas pada pori-pori
mikroskopis serat kain
C. Tekanan osmosis yang tinggi dari
cairan nutrisi
D. Efek gravitasi bumi yang mendorong
cairan ke atas
2. Pengaruh Cahaya dan
Etiolasi
Dua kelompok siswa meletakkan media
tanam di lokasi berbeda. Kelompok A meletakkannya di area terbuka yang terkena
cahaya matahari, sedangkan Kelompok B meletakkannya di dalam kardus gelap.
Hasil pengamatan hari ke-5 menunjukkan tanaman Kelompok B tumbuh jauh lebih
tinggi daripada Kelompok A, namun daunnya berwarna kuning pucat dan batangnya
lemah. Peristiwa yang dialami tanaman Kelompok B disebut...
A. Fototropisme positif akibat
dominasi hormon sitokinin
B. Dormansi biji akibat kerja
berlebihan hormon asam absisat
C. Etiolasi akibat aktivitas hormon
auksin yang tidak terurai cahaya
D. Klorosis akibat kekurangan unsur
hara mikro magnesium
3. Urutan Perluasan Struktur
Pertumbuhan Biji
Pada saat perendaman biji kacang hijau
selama semalam, biji mengalami proses imbibisi yang memicu masuknya air dan
mengaktifkan enzim pertumbuhan. Struktur organ pertama yang akan muncul
menembus kulit biji saat berkecambah adalah...
A. Kotiledon
B. Plumula
C. Radikula
D. Epikotil
4. Keunggulan Modifikasi Alat (Tabung Bening
& Mistar)
Pada rancangan alat praktikum,
diletakkan tabung plastik bening yang dilengkapi mistar secara tegak lurus di
atas titik tanam biji. Keuntungan utama penggunaan tabung bening ini dalam
metodologi ilmiah adalah...
A. Mencegah penguapan air secara
berlebihan dari media tanam
B. Menjaga suhu udara di sekitar biji
agar tetap hangat
C. Menjaga arah pertumbuhan tanaman
tetap tegak lurus serta memudahkan pengukuran presisi tanpa merusak tanaman
D. Memantulkan cahaya matahari agar
terfokus pada daun tanaman
5. Peran Nutrisi dan
Substrat Tanam
Suatu kelompok membandingkan dua
wadah: Wadah X menggunakan air biasa dan Wadah Y menggunakan larutan nutrisi
pupuk cair. Setelah 7 hari, tanaman pada Wadah Y memiliki daun berwarna hijau
jauh lebih gelap dan batang yang lebih tebal dibandingkan Wadah X. Unsur hara
utama dalam nutrisi yang paling berperan dalam pembentukan warna hijau daun
(klorofil) tersebut adalah...
A. Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
B. Nitrogen (N) dan Magnesium (Mg)
C. Fosfor (P) dan Natrium (Na)
D. Sulfur (S) dan Besi (Fe)
B. KUNCI JAWABAN DAN
PEMBAHASAN
1. Kunci Jawaban: B (Gaya
kapilaritas pada pori-pori mikroskopis serat kain)
·
Pembahasan:
Wicking
system memanfaatkan
prinsip kapilaritas,
yaitu kemampuan zat cair untuk mengalir dalam celah/pori sempit (serat kain
flanel) melawan gaya gravitasi akibat adanya gaya kohesi dan adhesi antara
molekul air dan serat kain.
·
Analisis
Opsi Lain:
o
A & E: Transpirasi dan fotosintesis adalah
proses biologis tumbuhan, bukan mekanisme fisik utama bergeraknya air pada
sumbu.
o
C: Osmosis terjadi pada membran sel
tumbuhan, bukan pada kain.
o
D: Gravitasi bumi menarik benda ke
bawah, bukan mendorong ke atas.
2. Kunci Jawaban: C
(Etiolasi akibat aktivitas hormon auksin yang tidak terurai cahaya)
·
Pembahasan:
Etiolasi adalah fenomena pertumbuhan tanaman
yang sangat cepat di tempat gelap. Hormon auksin (yang merangsang pemanjangan
sel) rusak/terurai jika terkena cahaya matahari. Di tempat gelap, auksin
bekerja sangat aktif sehingga tanaman tumbuh sangat tinggi, namun tidak
membentuk klorofil secara optimal (daun pucat/kuning) dan batangnya
lemah/lemas.
·
Analisis
Opsi Lain:
o
A: Fototropisme adalah gerak membengkok
menuju cahaya.
o
B: Dormansi adalah masa istirahat biji
(tidak tumbuh).
o
D: Klorosis adalah hilangnya pigmen
klorofil karena kurang unsur hara.
o
E: Gigantisme bukan istilah biologi yang
tepat untuk kasus etiolasi ini.
3. Kunci Jawaban: C
(Radikula)
·
Pembahasan:
Saat biji kacang hijau menyerap air (imbibisi), embrio
aktif dan organ pertama yang menembus kulit biji (testa) adalah radikula (calon akar primordialis). Radikula tumbuh
ke bawah untuk menegakkan tanaman dan menyerap air serta nutrisi awal.
·
Analisis
Opsi Lain:
o
Plumula: Calon tunas/daun yang muncul setelah
radikula.
o
Kotiledon: Daun lembaga/cadangan makanan.
o
Epikotil
& Hipokotil: Ruas
batang di atas/bawah kotiledon.
4. Kunci Jawaban: C (Menjaga
arah pertumbuhan tanaman tetap tegak lurus serta memudahkan pengukuran presisi
tanpa merusak tanaman)
·
Pembahasan:
Pemasangan tabung bening berfungsi sebagai panduan fisik (guide) agar batang tanaman
tumbuh lurus ke atas. Mistar yang melekat pada plastik bening memungkinkan
siswa langsung membaca skala tinggi tanaman setiap hari tanpa perlu menyentuh
atau melengkungkan batang, sehingga risiko merusak tanaman minimal dan akurasi
data tetap tinggi.
5. Kunci Jawaban: B
(Nitrogen (N) dan Magnesium (Mg))
·
Pembahasan:
o
Nitrogen
(N) merupakan
komponen utama penyusun asam amino, protein, dan molekul klorofil yang penting
untuk pertumbuhan vegetatif (daun dan batang).
o
Magnesium
(Mg) adalah atom
pusat dalam struktur kimia molekul klorofil. Kecukupan Mg dan N secara langsung
meningkatkan pembentukan pigmen klorofil sehingga daun berwarna hijau gelap.
·
Analisis
Opsi Lain:
o
Fosfor (P): Berperan utama pada perkembangan akar
dan energi (ATP).
o
Kalium (K): Berperan pada regulasi pembukaan
stomata dan ketahanan penyakit.
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar