Rabu, 21 Januari 2026

LEMBAR KERJA (LKPD) ENERGI POTENSIAL - IPA SMP KELAS 8

 


Link Video Pembelajaran 

https://youtu.be/yFyaQPKg7OA?si=KYZO8_I2EtKqoyev


Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA

Topik                    : "Kinetik vs Potensial: Duel Energi dalam Kehidupan Sehari-hari"

Kelas                    : VIII (Fase D)

Kelompok            : ____________________

Anggota               : ____________________

 

A. Tujuan Praktikum

1.      Membuktikan pengaruh ketinggian terhadap besarnya Energi Potensial.

2.      Membuktikan pengaruh kecepatan terhadap besarnya Energi Kinetik.

3.      Menganalisis transformasi energi dari posisi diam ke posisi gerak.

B. Alat dan Bahan

1.      Kelereng (sebagai subjek energi).

2.      Papan kayu/Karton tebal (sebagai lintasan/bidang miring).

3.      Botol plastik bekas 600ml (sebagai target/sasaran).

4.      Mistar/Penggaris (untuk mengukur jarak pergeseran botol).

5.      Buku-buku tebal (untuk mengatur ketinggian lintasan).

 

C. Prosedur Kerja

Duel 1: Adu Ketinggian (Energi Potensial)

1.      Susun lintasan miring dengan penyangga 1 buah buku (ketinggian rendah).

2.      Letakkan botol plastik tepat di ujung bawah lintasan.

3.      Lepaskan kelereng dari puncak lintasan tanpa didorong.

4.      Ukur berapa cm botol tersebut bergeser setelah ditabrak kelereng.

5.      Ulangi langkah yang sama dengan menambah penyangga menjadi 3-4 buah buku (ketinggian tinggi).

Duel 2: Adu Kecepatan (Energi Kinetik)

1.      Gunakan lintasan dengan ketinggian tetap (2 buku).

2.      Percobaan A: Lepaskan kelereng secara perlahan (kecepatan rendah). Ukur pergeseran botol.

3.      Percobaan B: Dorong kelereng dengan kuat dari puncak (kecepatan tinggi). Ukur pergeseran botol.

 

D. Tabel Pengamatan

No

Lintasan/ ketinggian (h) dalam cm ke m

Dorongan

(Pelan atau Cepat)

Jarak botol terlempar

Kecepatan

Kelereng (detik)

1

Susunan 6 buku

(………cm) / (…….m)

Pelan/ meluncur

 

 

Cepat / Didorong

 

 

2

Susunan12 buku

(………cm) / (…….m)

Pelan / meluncur

 

 

Cepat / Didorong

 

 

            Catatan : m = 0,4 kg dan g = 9,8 m/s2 


E. Analisa Data

  1. Pada Adu Ketinggian, posisi manakah yang membuat botol bergeser paling jauh? Mengapa demikian jika dikaitkan dengan energi potensial? Jawaban: .......................................................................................................................................
  2. Pada Adu Kecepatan, apa perbedaan hasil antara kelereng yang meluncur alami dengan kelereng yang diberi dorongan? Jawaban: .......................................................................................................................................
  3. Jika kelereng kita ganti dengan batu yang lebih berat namun dilepaskan dari ketinggian yang sama, apakah hasil pergeseran botol akan sama? Jelaskan alasannya! Jawaban: .......................................................................................................................................
  4. Berikan satu contoh kejadian di jalan raya Kota Kendari yang menggambarkan bahwa benda yang bergerak sangat cepat memiliki energi kinetik yang berbahaya! Jawaban: .......................................................................................................................................

 

F. Kesimpulan (Pertanyaan Pemantik)

Setelah melakukan duel energi, coba diskusikan:

1.      "Kapan sebuah benda dikatakan memiliki Energi Potensial yang besar?"

2.      "Apa yang terjadi pada Energi Potensial saat benda mulai meluncur ke bawah?"

3.      "Jadi, apa perbedaan utama antara energi yang dimiliki benda karena posisinya dengan energi karena gerakannya?"

Kesimpulan Kami: ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


Senin, 29 Desember 2025

Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran, saya pun bersiap untuk memenuhi tangung jawab itu. Surat elektronik yang disampaikan membuat jiwa seolah bangkit untuk berbenah kembali. Maklumlah acara yang berlangsung dari 10 hingga 17 Desember 2022 merupakan undangan resmi perdana dalam ajang ini.

Tempat kegiatan yang jauh tidak membuat semangat mengendur. Molawe di Konawe Utara menjadi kunjungan perdana. Walaupun tiga tahun lalu wilayah ini pernah didatangi namun bukan di wilayah yang sama. Saat itu tergabung dalam kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir bandang. Apakah perjalanan yang ditempuh tiga jam lebih? Inilah yang menyelimuti pikiran. Kenangan sebelumnya telah membuat lelah dalam perjalanan.

 

Masalah transportasi memang menjadi kendala. Angkutan umum yang ada belum diketahui terminalnya. Informasi yang diperoleh, jumlah dan waktu keberangkatannya tidak menentu. Biasanya dilakukan pemesanan terlebih dahulu. Kekalutan pikiran itu bertambah dengan kegiatan yang mendadak di Kendari. Waktu pelaksanaan lokakarya enam dan acara keluarga menjadi pertimbangan untuk datang diawal waktu. Kompromi yang dilakukan, menyebabkan waktu pelaksanaan kegiatan ditentukan pada 12 Desember 2022.



Sarana transportasi yang diperoleh mengalami pembatalan. Akhirnya jalan ke wilayah tambang berujung dengan tumpangan pada salah seorang kawan di Pelatihan Guru Penggerak. Sangat mencengangkang karena drivernya adalah seorang wanita.  Kelihaian mengendalikan mobil sangat mengagumkan. Menyimak ceritanya, dahulu pernah bertugas di Molawe dengan waktu yang lama. Wanita pengajar di salah satu sekolah kejuruan itu, rupanya sosok Wanita berprestasi. Beliau berhasil menjadi salah seorang guru terpilih untuk mengajar ke Luar Negeri. Pengalamannya itu, terbagi saat menempuh kurang lebih dua jam perjalanan menuju Konawe Utara. Status Hajja telah disandingnya sebagai nikmat Allah karena mengajar di wilayah Arab Saudi.

 

Suasana malam hari menyebabkan situasi Molawe tidak terpantau baik. Alamat sekertariat panitia yang telah dikantongi susah ditemukan. Sang Driver Wonder Women akhirnya menghubungi kawan lamanya. Hasilnya, kami bertiga dapat tumpangan menginap. Kebaikan tuan rumah menyebabkan kami tidak lagi mencari menu makan malam itu. Berdasarkan petunjuk tuan rumah, kami pun berhasil menemukan alamat yang dituju.

 

Sungguh suatu kenyataan yang terlihat dengan mata sendiri. Kondisi wilayah tambang yang dekat menyebabkan beberapa sudut pandang terlihat lokasi penggalian serta hiruk pikuk kendaraan besar pengangkut bahan galian. Debu yang ada bukan hanya terlihat dipinggir jalan. Ruang kelas tempat pelaksanaan lomba pun tidak luput dari debu. Pembenahak kecil dilakukan untuk menyesuaikan tempat kegiatan sebaik mungkin.

 

Suasana itu terhibur dengan penampilan peserta yang sangat inovatif. Kemampuan pembuatan video pembelajaran sangat memikat. Tantangan keikutsertaan memang menjadi sorotan saat penjurian. Tidak semua guru mampu memanfaatkan aplikasi dengan koneksi internet yang memadai. Bahkan banyak yang datang dari pelosok namun ide atau gagasan mengajarnya sangat menginspirasi.

 

Saat penjurian peserta pertama, ada hal yang membuat keharuan dalam hati. Rupanya penunjukan menjadi juri sebuah permintaan yang diharapkan. Menjadi juri tamu dengan status kehormatan adalah anugrah yang sangat disyukuri. Belum pernah dalam sebuah ajang lomba sejenis yang diberikan penghargaan yang tinggi ini. Kegiatan dilingkup sekolah saja, saya hanya mampu duduk di bangku peserta. Bukan hanya sendiri menyandang hal tersebut. Pihak media lokal nasional menjadi kawan dalam penjurian. Kesempatan ini dipergunakan untuk memberikan kinerja yang terbaik. Tentu sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Terkadang sulit untuk memilih satu diantara beberapa yang terbaik. Kehati-hatian menjadi pegangan sebagai upaya memberikan yang terbaik. Saya hanya menilai pada jenjang sekolah menengah pertama. Namun pesertanya memiliki jumlah yang terbanyak.

 

Peserta terakhir berasal dari Konawe Utara. Setelah tuan rumah mengakhiri wawancaranya, kegiatan belum juga berakhir. Menjelang magrib, penguatan diberikan pada peserta. Saya pun berbagi pengalaman dalam pembuatan video pembelajaran. Harapanya, ada video terbaik yang tetap dibuat pada masa mendatang. Bukan hanya untuk lomba tetapi media itu akan menghias ruang kelas saat mengajar dengan kualitas yang baik. Seusai azan Magrib, jemputan datang.

 

Salat menjadi perioritas setelah tiba dipenginapan. Namun makan malam harus ditunda, rekap nilai harus disetor sesaat lagi. Mobil tumpangan harus Kembali malam itu. Menghitung nilai secara berulang tetap dilakukan agar tidak merugikan peserta. Sesuai makan seadanya, kami pun pamit untuk menuju ke Kota Kendari. Perjalanan Kembali memakan waktu yang lebih lama. Berjalan di suasana malam menyebabkan jarak tempuh yang sama dilalui dengan waktu hamper tiga jam. Walaupun berkeliling di Konawe Utara terurungkan, namun pengalaman banyak diperoleh. Melihat beberapa pabrik pengolahan nikel yang besar, bertemu kawan-kawan lama antar kabupaten, merasakan suasana menjadi juri kehormatan, mendapatkan tambahan subscribe dari peserta serta bertukar pengalaman dalam mengajar menjadi hal yang tidak terlupakan.

Paling di Sukai

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

  "Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya S...