Rabu, 07 Desember 2022

AKSI NYATA MODUL 3.1 GURU PENGGERAK ANGKATAN 5

 



Kegiatan implementasi penanganan kasus dilema etika di sekolah telah memberikan pengalaman berharga bagi saya, sebagai seorang pendidik.  Ada prosedur yang harus dilakukan sebelum kegiatan ini dilakukan. Menyekapati waktu dan tema menjadi Langkah awalnya. Menjelaskan maksud dan tujuan yang ingin dicapai juga perlu diketahui narasumber. Melakukan kegiatan dengan Sang Manager bukan hal yang mudah. Ada saja gangguan dan hambatannya. Situasi sekolah dalam pengambilan rekaman yang bising, tamu dadakan yang ingin menghadap hingga persoalan sudut pandang kamera dalam pengambilan gambar menjadi tantangan yang dihadapi.

Mengedit alur wawancara yang Panjang menjadi dua belas menit dengan dua narasumber serta refleksi bukan persoalan mudah. Edit berulang kali menjadi jalan untuk menemukan titik temu alur cerita yang diharapkan. Banyaknya kendala itu bukan merupakan penghalang tentunya. Mengatur waktu senggang yang sedikit setelah mengajar diupayakan dengan maksimal. Kepiwaian narasumber dalam bertutur memudahkan potongan video menjadi singkat. Hanya tingal sehari tugas ini akan melewati tenggang waktu yang ditentukan. Saat itulah, tugas ini berhasil diaploud. Begitulah cerita pengalaman saya dalam kegiatan ini.

Selasa, 06 Desember 2022

AKSI NYATA MODUL 2.2 : KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL (KSE) DALAM PEMBELAJARAN

 


Implementasi pembelajaran berbasis KSE memberikan kesan tersendiri. Refleksi ini menggunakan  kerangka  4P (persitiwa-perasaan-pembelajaran-penerapan).

 

Persitiwa

Melakukan implementasi dilingkungan kelas dan sekolah menjadi tantangan tersendiri dalam memaknai kompetensi sosial emosional. Awalnya saya berpikir bahwa pembelajaran sosial emosional ini hanya diperuntukan untuk guru sebagai orang dewasa. Oleh karena itu penting untuk dipelajari agar seorang pengajar dapat menjalankan tugas dengan baik. Ternyata hal ini penting juga bagi siswa karena diperlukan untuk bisa belajar dengan nyaman dan Bahagia. Masih banyak juga kawan yang belum memahami sepenuhnya kompetensi ini. Hal itu membuat saya bertanya dalam hati. Kesenioran bukan berarti tau banyak hal, rupanya. Demikian pula dengan pembelajaran. Murid-murid rupanya penting dituntun hal ini agar memberikan suasana postif dalam belajar.

 

Perasaan

Saya begitu senang mempelajari materi ini. Rupanya manfaatnya bukan hanya pada perubahan diri saja. Rekan guru maupun siswa juga memberikan  dampak yang besar.  Saya telah merasakan perubahan siswa saat belajar. Ada kepercayaan diri karena dapat memahami dirinya. Praktek kecil seperti POOCH dan STOP memiliki pengaruh dalam belajar anak. Melalui pengendalian emosi menjadikan solidaritas, kolaborasi, relasi dan refleksi dalam lingkungan kerja menjadi lebih baik.

 

Pembelajaran

Budaya mengapresiasi dan menginspirasi menjadi pembelajaran berarti dalam berkolaborasi untuk menunjukan kepedulian. Siswa akan tersentuh dengan cara yang dilakukan. Berjalan lebih cepat dibanding hanya menghimbau semata. Melakukan praktik baik dalam pembelajaran memberikan pengalaman berarti untuk menuntun sosial emosional siswa. Pembelajaran di siang hari memang memiliki banyak tantangan. Bukan hanya kejenuhan namun lelah dan mengantuk menjadi sumber stress yang menurunkan motivasi belajar. Sedikit sentuhan dengan relaksasi diri menjadi pilihan untuk mengembalikan konsentrasi siswa. Bergerak bersama dalam kegiatan lebih bermakna. Tentu harus ada kesepahaman. Membuat kesepakatan dan menyatukan pemahaman atau pola pikir inilah yang sangat penting. Begitu pula dalam mengimplementasikan atau membiasakan pembelajaran sosial emosional. Kesatuan gerak akan memudahkan hasil yang lebih optimal.

 

Saran dan pesan positif terdengar saat berbincang dengan rekan kerja. Ada saja kelemahan atau kekurangan rancangan dan implementasi pembelajaran yang dilakukan. Itulah saya memilih “kisuna GK” sebagai strateginya. Istilah itu merupakan akronim dari kirim surat bernomor absen dan gelar karya. Mengadopsi rencana pembelajaran yang ada dengan menambahkan kreasi sendiri sesuai dengan konteks kelas. Berdiskusi dengan kawan, rupanya ada ketertarikannya untuk mengetahuinya. Sebuah infografis kemudian dibuat untuk memudahkan pemahaman. Tanggapan umpan balik yang diberikan memberikan semangat baru dalam merancangnya. Cerita sekilas dijam istirahat membuatku berlega hati. banyak pelajaran berharga dari ide dan saran mereka. Misalnya memanfaatkan teknologi informasi dalam gelar karya. Disamping data tersimpan dengan baik untuk diakses, kegemaran siswa dalam penggunaan gawai juga bisa tersalurkan. Rupanya hal ini menjadi daya tarik tersendiri. Bagaiman cara melakukan Kisuna GK? Kerangkanya dapat dilihat pada link berikut. https://suhardin73.blogspot.com/2022/09/rpp-kompetensi-sosial-emosional-kisuna.html

 

Penerapan

Banyak hal yang menjadi impian seusai mempelajari hal ini. Ada kesepahaman dalam program sekolah untuk penerapan kompetensi sosial emosional dalam pembelajaran. Bergerak bersama, tentu jauh mendatangkan manfaat yang banyak dibanding personal. Meningkatkan inovasi dan kreasi pembelajaran implementasi KSE menjadi harapan lainnya. Alasanya, agar siswa tidak bosan dengan teknik yang digunakan. Banyak belajar tentu menjadi jalan keluarnya. Menerapkannya pada apel pagi, rapat, kegiatan ekskul dan pelatihan menjadi keinginan yang lain. Semoga harapan ini menjadi doa yang membawa manfaat. Semoga pula impian ini bukan sekedar penghibur hati. Terwujud sesuai harapan menjadi keinginan besar saat ini.

 


DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 2.2 : RPP KSE EKSPLISIT

 Contoh RPP KSE bersifat Eksplisit



SUHARDIN - SMPN 17 KENDARI



Paling di Sukai

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

  "Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya S...