Rabu, 21 September 2022

Tumbuhan Lumut dan Paku

 


Tumbuhan lumut tidak seperti tumbuhan lain yang banyak dijumpai. Tempat lembab menjadi lahan tumbuh optimalnya. Jangan heran jika tanaman ini terlihat dimana saja yang agak terlindung atau basah.  Selokan, batu, sumur tembok bahkan batang pohon, penyebarannya ada diseluruh dunia. Itulah mengapa tanaman ini disebut kosmopolit?

Ukuran yang mungil menyebabkan tanaman ini susah diamati cirinya secara langsung dengan cermat. Tingginya hanya beberapa senti meter saja. Apakah organ tubuhnya telah ada? Karena hal itulah, tanaman ini digolongkan dalam Bryophyta. Struktur akar, batang dan daunnya belum dapat dibedakan dengan jelas.

Walaupun pembuluh angkutnya belum ada, tanaman ini telah melakukan fotosintesis karena memiliki clorofil. Artinya dapat memproduksi makanannya sendiri.Banyak sel parenkim pada tubuhnya yang mengambil alih fungsi xylem dan floem seperti halnya pada tanaman tinggi. Memperkuat tumbuhnya pada subtract melalui jaringan tubuhnya yang hanya tersusun atas liginin dan rhizoid sebagai pengganti akar.

Jika kalian melihat tanaman lumut seperti ini maka fase dominan tumbuhan ini bersifat gametofit yang haploid. Terdapat fase lain yang bersifat aseksual yakni sporofit. Itulah sebabnya, hidupnya mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan. Contoh tanaman ini misalnya lumut hati dan tanduk. Penamaannya sesuai dengan bentuk tubuhnya. Manusia telah banyak memanfaatkan tanaman paku dalam kehidupannya. Contohnya sayur ini. Orang bisa menyebutnya sayur paku sebab bahannya memang berasal dari tanaman itu. Selain kalium, garam meniral lainnya fosfor.

Makan sayur ini berarti mengkonsumsi serat yang banyak. Untuk menjumpainya juga berada pada tempat yang lembab namun bisa ditemukan hingga 300 meter dari permukaan air laut. Hal tersebut menyebabkan tanaman ini umumnya bersifat teresterial atau tumbuhan darat. Ada beberapa jenis yang hidup di air yakni Maresilea crenata dan Azolla pinnata.

Tanaman ini dekelompokan dalam pterydophyta. Walaupun tidak menghasilkan biji, namun organnya telah dapat dikenali. Tidak seperti lumut, tanaman ini telah memliki daun, batang dan akar sejati. Demikian pula jaringan pengangkutnya telah ada. Akar serabut yang banyak dan ujung daun yang menggulung menjadi karakteristik tersendiri tumbuhan ini.

Ada yang bersifat saprofit, artinya tubuh pada bagian tanaman lain yang sudah mati atau membusuk. Ada pula yang bersifat epifit, artinya menempel pada bagian tanaman yang masih hidup. Ada juga yang hidup pada tanah yang lembab. Ukurannya pun lebih besar dari lumut. Kini banyak jenis tanaman yang dijadikan tumbuhan hias pekarangan rumah. Misalnya suplir atau paku sarang burung. 

 

Sama halnya tumbuhan lumut, Tanaman paku mengalami metagenesis juga. Berbeda dengan lumut, jika melihat tumbuhan paku berarti tanaman ini berada pada fase sporofitnya (vegetative). Bintik coklat pada ujung maupun bagian belakang daun merupakan alat perkembangbiakan vegetatifnya. Bulatan coklat kecil ini disebut sporangium. Bagian ini merupakan tempat dibentuknya spora tanaman paku. Hal inilah yang menyebabkan tanaman ini bersifat sporofit.




Sabtu, 17 September 2022

Jumat, 09 September 2022

PEMBELAJARAN BERPIHAK PADA MURID

 


Ada tiga cara mengidentifikasi kebutuhan belajar murid yakni (1). Kesiapan belajar (readiness) murid berupa keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya. (2). Minat murid berupa keingintahuan atau hasrat dalam diri. (3) Profil belajar murid berupa bekerja dengan cara yang mereka sukai.

Faktanya murid berkarakteristik yang beragam memiliki keunikan, kekuatan dan kebutuhan belajar yang berbeda.  Perlu direspon dengan tepat. Jika tidak, terjadi kesenjangan belajar (learning gap),  pencapaian tidak sesuai potensi murid tersebut. Cara merespon dengan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Hal yang perlu diperhatikan adalah tujuan pembelajaran harus didefinisikan dengan jelas, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid dengan menyesuaikan rencana pembelajaran, lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar, Ada tiga kebutuhan belajar murid yakni (1). Kesiapan belajar (readiness) murid berupa keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya. (2). Minat murid berupa keingintahuan atau hasrat dalam diri. (3) Profil belajar murid berupa bekerja dengan cara yang mereka sukai.



Paling di Sukai

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

  "Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya S...