Selasa, 26 Oktober 2021

Dikmudora Kota Kendari Mengadakan Worshop bagi Ketua KKG dan MGMP

 


Kegiatan workshop pembinaan kerja guru sekolah dasar dan musyawarah guru mata pelajaran SMP dilaksanakan di Aula Dikmudora Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung mulai hari ini (26/10) hingga besok, diikuti 41 orang. Mereka adalah guru yang menjabat ketua KKG dan  Koordinator gugus bagi SD serta ketua MGMP SMP untuk semua mata pelajaran.  Itulah yang diungkapkan Yuni Amni Yumna, S. Pd., M. Pd dalam sabutannya.  Ketua panitia itu juga menjelaskan bahwa pematerinya ada yang berasal dari akademisi.

 

Kebijakan pemerintah Kota Kendari disampaikan oleh Makmur, S. Pd., M. Pd.  Kepala Dinas Dikmudora itu membuka kegiatan pada pukul 09.00 Wita.  Terdapat beberapa hal untuk meningkatkan program peningkatan kompetensi guru.  Melalui kegiatan ini akan diupayakan untuk menyusun data base guru setiap mata pelajaran atau wilayah. Presentase dan beban kerja yang terdata bisa digunakan pemerataan pemerataan kompetensi yang dimiliki setiap guru.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa pihak Dikmudora Kota Kendari akan memfasilitasi dalam penguatan pengurus KKG maupun MGMP.  Akan ada kegiatan workshop,  seminar atau pelatihan. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru dalam pembelajaran di kelas yang bersifat kekinian. Meningkatkan kesejahteraan guru juga terus diupayakan, khususnya kemudahan pengurusan kenaikan pangkat dan tunjangan sertifikasi.

 

Perlindungan dan penghargaan guru  menjadi perhatian. Kenyamanan dan keamanan dalam bertugas sangat penting.  Terdapat kasus yang menimpa sekolah maupun guru. Penanganannya harus bijaksana. Sisi penghargaan bagi guru akan di lakukan melalui pemilihan guru dan kepala sekolah berprestasi. Perkumpulan guru juga dapat mengupayakan adanya kerja sama dengan pihak lain.  Itulah yang diungkapkan Kepala Dinas sebelum membuka kegiatan workshop secara resmi.


Sabtu, 23 Oktober 2021

MASIGI - MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI KERUKUNAN LOHONTOHE MASIGI

 

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW menjadi penanda aktivitas berkumpul pertama kali setelah wabah Covid-19 melandai. Begitulah yang diungkapkan Drs. La Anse S.Pd.,M.Pd saat memberikan pengantar kata saat membuka kegiatan (24/10). Beliau merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Lahontohe Masigi di Kendari. Rumah kediamannya menjadi tempat pelaksanaan acara tahun ini. Namun sebelum kegiatan dimulai, lantunan ayat-ayat suci Al Quran diperdengarkan. Qoriah Nur Syamsia menjadi pengaji dalam acara tersebut. Beliau berasal dari Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Kadia Kendari.



Selain anggota kerukunan, masyarakat islam sekitar tempat pelaksanaan juga diundang. Hikmah Maulid disampaikan oleh Uts. Imran Djalil, S.Pd. Beliau menguraikan makna Maulid Nabi Besar Muhamad SAW pada awal dakwahnya. Niat dalam perayaan harus jelas dan tidak menyimpang. Semuanya hanya untuk mencari pahala dan kecintaan umatnya pada Rasulullah SAW. Kegiatan ini dapat membawa pahala yang besar. Mendengarkan hal-hal baik serta lantunan ayat-ayat suci Al Quran menjadi sumber pahala. Begitulah kutipan ungkuapan yang disampaikan oleh pencemarah tersebut. Beliau juga mengungkapkan pentingnya mengikuti risalah Rasulullah SAW agar bisa menjadi penanda terbaik dari umat yang lainnya. Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana syar islam, lanjutnya.



Tradisi male menjadi keunikan lain pada perayaan maulid setiap tahunnya. Ungkapan rasa syukur ini menjadi penarik perhatian bagi anak-anak. Semua tentu tertib dalam acara sehingga berlangsung dengan hikmat. Pembagian telur male menjadi penanda acara tahun ini berakhir. Kegiatan yang dirangkaikan dengan arisan keluarga berlangsung hingga menjelang siang hari.



BULETIN SEVENTEEN : BUKU ANTOLOGI KOMUNITAS MENULIS SEVENTEEN 2021

 

KELAS MAYA DIBALIK CORONAVIRUS

 

“Angkatan Corona” begitulah mereka menyebutnya. Proses belajar hingga naik kelas dilakukan tanpa ruang nyata. Apakah semua menjadi terhambat? Sebagian ada yang merasa sangat terbatas, namun jika berkeinginan akan ada celah untuk meraih cahaya. Inilah secercah harapan menggapai keinginan. Mendorong remaja putih biru dalam berliterasi yang tidak biasa.

 

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Prakarya bagai garam dan gula. Berbeda namun bisa menyatu. Selera bisa berbeda namun bahannya tetap sama. Walaupun ada saja yang menganggapnya sebagai tantangan berat dalam pengajarannya. Sisi buramnya, ketika aspek keterampilan diolah di dunia maya. Tetapi kisah mereka menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan kapan dan dimana saja. Kebersamaan keluarga pun menjadi pengganti ruang kelas di sekolah.

 

Catatan kecil ini berbentuk tugas. Ringan ditulis, akibat situasinya dari pengalaman pribadi. Bebas bertanya dan mencari ide. Walaupun waktunya terbatas namun ruang maya luas membentang. Bisa berpindah pulau, budaya, iklim bahkan negara untuk mencari inspirasi. Semuanya dikerjakan dengan jemari. Aturan dan etika menjadi hijabnya dalam menanamkan nilai karakter. Begitulah tehnik yang diberikan pada siswa kelas VIII dan IX SMPN 17 Kendari.

 

Mengajak menulis menjadi penting. Banyak hal yang bisa dipelajari. Pemilihan kata, menentukan judul, menganalisis bahan, melatih membaca, mencari sumber terpercaya, mengolah tulisan hingga menarik kesimpulannya. Tema dan permasalahan menjadi patokan untuk berkreasi. Pengalaman bereksperimen menjadi tagihan. Bukan berupa laporan lengkap, cukup menuliskan testimoni proseduralnya. Ini pengganti laporan praktikum. Gaya bahasanya memang bebas, namun kontennya harus sesuai. Kebebasan itu menjadi alasan untuk mewujudkan merdeka belajar. Belajar dari realita menjadi alasan buku ini diterbitkan. Semoga bisa menjadi cara berbagi dalam mengajar dan belajar, ketika pandemi melanda dunia.

Komunitas Menulis Seventeen - 2021

Paling di Sukai

Suara Demokrasi di Lapangan Hijau: SMPN 17 Kendari Memilih Pemimpin Baru

  KENDARI – Matahari pagi baru saja meninggi, namun semangat demokrasi sudah membara di lapangan SMPN 17 Kendari. Hari ini, Kamis (5/2/2026...