Senin, 26 April 2021

LKS Praktikum Frekwensi Pernapasan pada Manusia (IPA Kelas VIII Semester 2 SMPN 17 Kendari)

 

Suratmin/suhardin/ Lembar kerja Daring/BDR/2021/SMPN 17 Kendari



Lembar Kerja Siswa : Frekwensi Pernapasan Manusia

Nama   ..............................................kelas ........................Hari/Tanggal : Selasa, 27 April 2021

EKSPERIMEN PERTAMA

Judul                Menyelidiki proses pernapasan manusia

Tujuan :           Mengidentifikasi Jumlah kerapatan (frekwensi) pernapasan seseorang.



Materi singkat.

Setiap manusia bisa memiliki perbedaan jumlah menghirup dan mengeluarkan udara dalam setiap satuan waktu. Hitungan tersebut dikenal dengan istilah frekwensi pernapasan. Banyak factor yang menyebabkan perbedaan tersebut.

Perbedaan usia bisa mempengaruhunya. Jumlah energy yang banyak dibutuhkan oleh bayi dan anak-anak dalam masa pertumbuhannya. Hal tersebut menyebabkan frekwensi pernapasannya lebih banyak/cepat disbanding orang dewasa.

Orang yang sedang beraktifitas tinggi memiliki frekwensi pernapasan yang lebih cepat bila dibandingkan saat istirahatnya. Misalnya orang berlari dan yang duduk santai di taman. Itulah sebabnya aktivitas seseorang mempengaruhi jumlah maupun kecepatan pernapasan yang dilakukan.

Frekwensi pernapasan laki-laki lebih tinggi dibanding parempuan. Ukuran volume paru-paru menjadi penyebab terjadinya perbedaan ini. Oleh karena itu jenis kelamin juga menentukan jumlah pernapasan seseorang dalam satuan waktu terterntu.

Respon terhadap dunia luar juga mempengaruhi pernapasan seseorang. Jika suhu dingin, seseorang akan bernapas lebih cepat. Hal ini untuk membantu proses pembangkaran dalam tumbuh untuk membuatnya lebih hangat.

Apakah posisi tubuh juga turut mempengaruhinya? Coba kalian bandingkan frekwensi pernapasan saat duduk, berbaring dan berdiri. Apakah ada perbedaan yang menyolok? Untuk mengetahui semua factor tersebut diatas, perhatikanlah data berikut.

 

Apa yang harus kamu lakukan?

1.     Bernapaslah secara normal atau seperti biasa dan hitung berapa jumlah napasmu selama 1 menit. Satu kali bernapas dapat diartikan dengan sekali menghirup udara dan sekali mengembuskan udara. Jumlah kekerapan (frekuensi) pernapasan adalah jumlah bernapas dalam satuan waktu tertentu.

2.      Ulangi langkah 1 sebanyak tiga kali, kemudian carilah rerata frekuensi pernapasanmu.

3.      Melakukan langkah 1 dan 2 kemudian catat hasilnya pada Tabel. Bandingkan rerata frekuensi dua orang lainnya pada tabel

Nama

L/P

Ulangan

Frekwensi Pernapasan selama 1 menit

Rata-rata frekwensi pernapasan dalam 1 menit

(tulis namamu)

 

1

 

 

2

 

3

 

La Ode Saluman R

L

1

22

Rata-rata = 22+30+31/3 = 28 kali

2

30

3

31

Wa Ode Hasanah

P

1

20

 

2

30

3

25

 

Apa yang perlu kamu diskusikan?

1. Organ apa saja yang berperan dalam sistem pernapasan?

2. Berdasarkan rerata frekuensi pernapasan selama 1 menit, hitunglah frekuensi pernapasanmu sehari!

3. Apakah rerata frekuensi pernapasanmu dan temanmu berbeda?

4. Menurutmu mengapa rerata frekuensi pernapasanmu berbeda dengan temanmu?


Apa yang dapat kamu simpulkan?

Berdasarkan hasil percobaan dan diskusi yang telah dilakukan, apa saja yang dapat kamu simpulkan?


Suratmin/suhardin/ Lembar kerja Daring/BDR/2021/SMPN 17 Kendari

Minggu, 25 April 2021

BULETIN SEVENTEEN : Testimoni Pembelajaran Prakarya - BEROBOK KENANGAN (Oleh Cici Rahayu Rahmadani Kelas VIII.2)

 

Bulan Ramadhan tahun lalu, keluargaku menjalani bulan puasa bersama nenek tercinta. Dia selalu mengajariku berbagai masakan, terutama menu favoritku. Berobok adalah makanan kesukaanku.

Masakan ini adalah makanan khas Masyarakat Bugis. Menu kesukaanku ini berbahan dasar jagung manis. Bahan tanbahannya berupa daging ayam, kol, wortel, daun bawang, daun sup dan mie instan. Bumbu-bumbunya pun sangat mudah di dapat. Membuatnya cukup dengan garam, masako, minyak, bawang merah, bawang putih dan lada. Kalian bisa di menambahkan buah tomat jika disukai.

Alat yang di gunakan untuk memasak beragam. Namun nenekku menggunakan panci, sendok sayur, kompor, pisau, sutil, cobe/blender, sendok, talenan pemotong, piring dan wajan. Alat ini dapat menyesuaikan ukuran maupun bentuknya. Semuanya di gunakan untuk mengolah, menumis maupun memasak.

Cara membuatnya pun mudah. Pertama-tama membersihkan semua bahan. Cucilah dengan air hingga bersih. Kemudian  potong  ayam dengan ukuran kecil. lalu rebus hingga lunak. Sementara menunggu daging ayam lunak, siapkan bahan dasarnya untuk diolah. Jagung dipisahkan biji dari tongkolnya. Caranya, iris biji jagung hingga tak tersisa dari tongkolnya. Wortel dipotong berbentuk dadu dengan ukuran yang keci- kecil. Sayur kol, daun bawang dan daun sup kita iris juga. Jangan lupa untuk menghaluskan semua bahan bumbu. Caranya, bawang merah, bawang putih, lada dibelender atau ditumbuk. Kemudian tumis dengan sedikit minyak.

Setelah daging ayam lunak maka masukan irisan jagung tadi. Agar sedikit matang, tunggu sekitar lima  menit. Masukan pula  potongan wortel dan irisan sayuran tadi setelah setengah masak. Langkah berikutnya, masukan bumbu yang di tumis tadi. Aduk hingga bumbu merata. Jika sudah terlihat merata, masukkan garam dan masako sesuai selera. Jangan lupa matikan kompor. Kemudian remas mie instan dan masukkan kedalam masakan tersebut tanpa bumbu kemasannya. Tutup panci yang berisi masakan tersebut. Tunggulah sekitar dua menit. Kini berobok siap di sajikan. Nenekku mengatakan, Jika ingin pedas atau manis bisa ditambahkan kecap atau cabe.

Namun sayang,  kini nenekku telah pergi meninggalkan kami semua. Tahun ini kami sekeluarga tak bisa merasakan berobok buatan nenek tercinta. Berobok buatannya selalu menjadi kenangan. Walaupun beliau tak ada lagi, aku sangat berterima kasih kepadanya. Dia telah mengajarkan membuat makanan kesukaanku. Terima kasih nenek, jasa dan kasih sayangmu menjadi kenang yang susah terlupakan dihati. Doa terbaik untukmu, Nek.


Testimoni Pembelajaran Prakarya - BEROBOK KENANGAN (Oleh Cici Rahayu Rahmadani Kelas VIII.2) - SMPN 17 Kendari/Prakarya Kelas VIII/Semester II -2021/Suhardin

BULETIN SEVENTEEN : Testimoni Pembelajaran Prakarya - Membuat Sanggara Bandang Bersama Ibu (Oleh Neisya Istiqamah-VIII.3)

 Siang tadi aku bertanya ke ibu.

"Hari ini bikin makanan berbuka apa?"

"Rencanannya, ibu akan membuat sanggara bandang."

"Bagaimana cara membuatnya bu?"

"Nanti kamu akan tau juga. Ayo bantu ibu membeli bahan-bahannya!"

"Baik bu."

Beberapa saat kemudian kami keluar rumah. Tujuannya menuju pasar rakyat yang tidak jauh dari rumah. Banyak pertanyaan yang terlintas dipikiranku. Namun diam dan terus mengamati adalah sikap yang dipilih. Rupanya, ibu cukup banyak membeli bahan-bahannya. Pertama dia menanyakan harga ubi kayu atau biasa disebut singkong. Setelah membelinya, ibuku mulai meminta pandan pasta yang berwarna hujau pada seorang penjual. Sebotol rasanya cukup, ungkapnya padaku. Selanjutnya kami membeli pisang raja, parutan kelapa dan gula pasir. Akibat tempatnya yang berbeda, kami pun mengelilingi pasar itu. Setibanya di rumah ibu mengambil parut. Aku pun sangat penasaran dengan alat itu.

"Untuk apa parut itu, bu?"

"Kok bertanya, Apakah kamu tidak tau fungsi alat ini?"

“Bukan begitu bu. Aku hanya bingung. Kelapa kan, sudah diparut? Lantas…”

“Sini bantu ibu, parut ubi ini.”

"Ibu? Aku kan takut. Tanganku bisa terluka."

“Makannya harus berhati-hati. Ayo belajar memarut yang benar!”

       Ibu akhirnya mengajarkan memarut ubi kayu itu sampai agak halus dan hancur. Setelah  itu, ibu menambahkan pandan pasta dan garam sedikit. Akupun membantu mengaduknya hingga berwarna hijau secara merata. Ibu pun menyuruh untuk mengupas pisang raja lalu membelahnya menjadi dua bagian. Selagi saya mengupas pisang, ibu mendidihkan air di dalam dandang.

“Kini waktunya untuk mencetak.” Kata Ibu.

Ibu mengambil sedikit adonan ubi kayu parut tadi lalu menpipihkannya. Rupanya bahan ini menjadi pembungkus. Dia meminta sepotong pisang sudah di belah kemudian meletakkannya di tengah adonan. Penghilatan terus mengamati gerakan tangan ibuku. Rupanya potongan pisang tadi  dibalutnya, hingga permukaan pisang tertutupi oleh adonan. Kini tinggal memasukannya ke dalam dandang yang sudah panas untuk di kukus.

Sambil menunggu matang, ibu mencampurkan parutan kelapa dengan gula pasir. Bulatan lonjong pisang dan adonan parutan ubi kayu dibalut lagi dengan parutan kelapa yang sudah di campur dengan gula pasir. Wah, akhirnya sanggara bandang telah jadi. Hidangan ini telah siap disantap saat  berbuka puasa nanti.

       Terima kasih Ibu, telah mengajariku memanfaatkan umbi dalam membuat makanan. Aku pun kini tahu cara membuat sanggara bandang. Ibu dan aku sangat senang bisa membuat masakan buka puasa bersama hari ini.

Testimoni Pembelajaran Prakarya - Membuat Sanggara Bandang Bersama Ibu (Oleh Neisya Istiqamah-VIII.3)-Aspek Pengolahan Kelas VIII/Semester II/SMPN 17 Kendari-Suhardin.

Paling di Sukai

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

  "Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya S...