Senin, 21 September 2020

PERKEMBANGBIAKAN ASEKSUAL BUATAN TANAMAN ANGIOSPERMAE

 

Perkembangbiakan aseksual tanaman Angiospermae secara buatan, dapat dilakukan melalui:


1.      Cangkok

Pemilihan batang yang sesuai menjadi langkah awal dalam mencangkok. Batang muda dan terlalu kecil bisa menyebabkan kegagalan hasil. Lapisan cambium menjadi patokannya. Minamal memiliki diameter lebih dari 2 cm. Pengupasan kulit menjadi langkah selanjutnya. Agar sayatan baik, gunakanalah pisau atau alat pemotong yang tajam. Kulit dikupas secara melingkar. Upayakan cambium dapat dibersihkan dari batang. Tanah dan sabut menjadi penutup sayatan. Ini akan menjadi media tanam nantinya. Ikatan yang kuat akan menentukan kekokohan penutupan sayatan. Setelah akar tumbuh pada media tanam, dahan siap dipotong dan dipindahkan. Mangga, nangka dan jambu merupakan contoh tanaman yang bisa dicangkok.


2.      Merunduk

Merunduk berarti membenakan sebagain batang tanaman ke tanah. Pililah tangkai yang telah kuat. Panjang dan mudah dilenturkan menjadi syarat pemilihan tangkai. Ujung tangkai jangan sampai tertimbun. Jika tangkai telah berakar, tanaman baru siap dipindahkan.


3.      Mengenten

Banyak cara untuk memotong tanaman agar bisa disambung. Miring, zig-zag ataupun berimpit menjadi pilihannya. Penyambungan cambium menjadi salah satu faktor penting dalam mengenten. Itulah mengapa sering disebut menyambung. Artinya, kambium pada kedua batang tanaman dapat bersatu. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan sifat-sifat unggul dari kedua tanaman tersebut. Penyambungan tidak hanya dilakukan pada tanaman sejenis, akan tetapi dapat pula pada pohon yang berbeda. Misalnya antara terong hijau dan ungu.


4.      Okulasi

Okulasi berarti menempel. Caranya dengan menempalkan mata tunas tanaman lain yang sejenis. Tujuan perkembangbiakan buatan ini untuk mencari sifat-sifat unggul. Misalnya tanaman pertama memiliki perakaran dan batang yang kuat dan tahan terhadap hama. Tanaman kedua memiliki buah besar dan manis. Mata tunas tanaman kedua akan diambil dan ditempelkan pada batang tanaman pertama. Mata tunas yang muncul akan menhasilkan dahan yang memiliki sifat unggul kedua tanaman tersebut.


5.      Stek

Bagiamana cara petani menanam singkong? Batang menjadi sarana perkembangbiakannya. Dipotong meruncing pada bagian bawah lalu ditancapkan pada lahan yang telah diolah sebelumnya. Inilah yang disebut stek. Tanaman lainnya adalah bunga mawar. Pemisahan batang tanaman dari induknya merupakan cara yang efektif untuk perkembangbiakan secara buatan. Namun stek bukan hanya pada batang, tetapi dapat pula dilakukan pada daun. Tanaman cocor bebek dapat menggunakan stek daun untuk membiakannya.


PERKEMBANGBIAKAN ASEKSUAL ALAMI TUMBUHAN ANGIOSPERMAE

Tumbuhan memiliki kemampuan berkembangbiak dengan cara aseksual. Ada yang bersifat alamiah dan bisa berbentuk buatan. Jika terjadi dari proses akibat kemampuan tanaman yang dipengaruhi oleh kondisi alam, maka disebut aseksual alami. Bantuan manusia menjadi faktor penentu perkembangbiakan tanaman secara buatan. Aseksual atau vegetatif berarti tanpa peleburan sel – sel kelamin jantan dan betina. Tidak kawin menjadi ungkapan lain reproduksi tanaman tersebut.

 Terdapat beberapa cara perkembangbiakan tanaman secara aseksual alami, yakni:

1.      Rhizoma


Kunyit, jahe dan lengkuas merupakan tanaman yang berkembang biak dengan rizoma. Bagian batang tanaman ini terbenan dalam tanah bersama akarnya. Banyak yang menyebutnya sebagai akar, namun cirinya menyerupai batang. Memiliki ruas dan buku. Kalian bisa membedakan antara ruas dan buku? Tunas baru akan muncul pada bagian buku. Inilah yang akan menjadi invidu baru.


2.      Stolon

Coba kalian perhatikan tanaman rumput. Apakah kalian masih menemukannya disekitar rumahmmu? Jika ada tanaman sroberi bisa menjadi obyek pengematanmu. Perhatikanlah batang tanaman tersebut yang tumbuh menjalar dipermukaan tanah. Inilah bagian yang dikenal dengan stolon atau geragih. Apabila tunas pada batang tersebut terpisah dari induknya, akan tumbuh menjadi individu baru.


3.      Umbi lapis


Bawang merah maupun bawang putih menjadi bahan yang terkenal pada bumbu masakan. Apakah kalian tahu, bagaimana kedua tanaman tersebut berkembang biak? Jika bawang dibelah, terlihat lapisan yang banyak sebagai penyusun umbinya. Itulah disebut umbi lapis. Struktur tersebut merupakan bagai helaian daun yang menebal sehingga berdaging dan lunak. Helaian itu akan mengerucut pada bagian bawah sehingga tidak mudah terlepas. Bagian ini disebut cakram. Sebenarnya umbu ini merupakan modifikasi daun dan batang tanaman.


4.      Umbi batang

Kuncup pada kentang menjadi sarana perkembangbiakannya. Kuncup ini biasa disebut mata tunas. Bagian yang terlihat berbeda dengan lekukan dan warna yang agak buram. Umbi kentang ini sebenarnya pembengkakan batang. Berisi cadangan makanan sehingga keberadaannya berfungsi ganda. Pada kondisi alam yang sesuai, mata tunas akan membentuk tunas. Individu baru ini akan memanfaatkan cadangan makanan untuk perkembangan awalnya. Hal yang sama juga terlihat pada tanaman ubi jalar.


5.      Tunas adventif daun

Bagian tepi daun cocor bebek memiliki sel-sel meristem yang senantiasa aktif membelah. Inilah yang menyebabkan daun tanaman ini memiliki tunas. Bagian ini berasal dari kuncup yang memiliki calon organ tanaman. Inilah yang disebut tunas daun adventif.


Sabtu, 19 September 2020

PENYERBUKAN DAN PEMBUAHAN TANAMAN ANGIOSPERMAE

Penyerbukan atau dikenal dengan istilah polinasi merupakan proses yang penting dalam reproduksi tanaman. Hanya tumbuhan yang memiliki bunga yang bisa melakukan proses ini. Walapun tidak semua bunga sampai pada pembuahan akan tetapi sebagain besar akan tiba pada tahap pembuahan. Arti penyerbukan adalah persitiwa jatuhnya serbuk sari di bagian permukaan kepala putik. Tanaman tidak bisa melakukannya sendiri. Bantuan alam memegang peranan penting agar polinasi dapat terjadi.

Terdapat beberapa istilah dalam penyerbukan yakni :

a.       Autogami (sendiri) berarti tanaman yang memiliki bunga jantan dan betina, yang melakukan penyebukannya sendiri. Salah satu contohnya adalah tanaman mangga.

b.      Geitonogami (tetangga) artinya tanaman yang memiliki bunga jantan dan betina terpisah namun masih berada pada satu pohon. Melakukan persilangan pada bunga yang berbeda, tetapi masih pohon yang sama. Contonya pada tanaman jagung.

c.       Alogami (silang) artinya tumbuhannya berbeda namun masih satu jenis. Melakukan penyerbukan dengan cara serbuk sari pada pohon satu akan jatuh pada kepala putik pohon yang lain. Misalnya pada tanaman kamboja.

d.      Hybridogami (bastar) artinya pohon yang berbeda jenis melakukan penyerbukan. Serbuk sari pohon satu akan jatuh pada kepala putik pohon yang berbeda jenisnya. Biasanya akan menghasilkan keturunan baru dengan varietas yang berbeda. Cotohnya pada beberapa varietas jambu biji (ada yang berdaging dalam merah, putih atau merah muda)

Ada perantara yang dapat menyebabkan penyerbukan yakni :

a.      Angin (anemogami). Hembusan angin dapat melepaskan serbuk sari sehingga melayang ke udara untuk tiba di kepala putik tanaman. Ciri tanaman ini tidak memiliki nekhtar, ukuran serbuk sari halus/sangat kecil dan banyak. Agar bisa terbawa angin, tanaman ini memiliki tangkai bunga yang panjang dan kepala sarinya besar. Apakah kalian pernah melihat bunga pada beberapa jenis rumput? Itulah contoh yang bisa teramati dengan jelas.

b.      Hidrogami (Air). Jatuhnya serbuk sari di kepala putik disebabkan oleh air. Beberapa jenis ganggang melakukan penyerbukan dengan cara ini. Kotak serbuk sari akan terbawa air sehingga bisa tiba dikepala putik. Umumnya ada yang terjadi akibat tetesan embun pagi atau air hujan yang menetes.

c.       Antropogami (manusia). Bantuan manusia menjadi model penyerbukan yang unik. Ada yang disengaja misalnya pada bunga salak, ada pula yang tidak disengaja. Ada beberapa serbuk sari yang melekat pada celana atau sepatu saat berjalan dipadang rumput. Bila menyentuk bunga betina saat melangkah, serbuk sari bisa melekat di kepala putik.

d.      Entomogami (serangga). Kupu-kupu, lebah dan beberapa jenis serangga yang menyukai bunga menjadi perentara yang baik untuk peyerbukan. Umumnya bunganya memiliki nekhtar atau madu dan warna mahkotanya mencolok. Bunga belimbing salah satu contohnya.


Pembuahan merupakan langkat selanjutnya setelah terjadi pembuahan. Istilah sainsnya adalah fertilisasi. Pada tumbuhan angospermae dikenal dengan pembuahan ganda. Hal ini terjadi karena pembuahan terjadi dua kali. Pembuahan pertama akibat peleburan inti generative pertema dengan sel telur atau ovum. Hasilnya akan menghasilkan zigot. Bagian ini akan berkembang sebagai embrio setelah proses pembelahan terjadi. Pembuahan kedua antara inti generative kedua dan inti kandung lembaga skunder. Hasil pembuahannya akan menghasilkan endosperma. Bagian ini berperan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio.



Paling di Sukai

CARA PRAKTIK ENERGI (EK,EP DAN EM) - "Energi yang Tak Terlihat: Eksperimen Kelereng Penabrak Botol!"

  "Pernahkah kalian bertanya, mengapa sebuah bola yang diam di ketinggian bisa meluncur dengan kekuatan yang begitu besar? Halo, saya S...