Rabu, 18 Januari 2017
Selasa, 17 Januari 2017
Cerpen 9
Bunyi tegukan air di kerongorangan La Mente dan La Rato telah menghilangkan dahaga setelah berjalan cukup jauh. Mareka meninggalkan rumah di pusat kampung Lahontohe semenjak pagi hari. Jalan yang ditempuh memang berbatu dan menanjak agar sampai di kampung lama. Kebera
daan Kontu Kowuna merupakan dorongan kuat keduanya untuk penapaki setiap langkah jalan setapak yang melelahkan itu.
“Aku sepertinya tidak kuat lagi untuk berjalan.” Ungkap La Mente.
“Baru berjalan satu jam saja sudah menyerah.” Kata La Rato.
“Aku tidak menyerah.”
“Memangnya kalau kamu tidak berjalan akan sampai ke tempat Kontu kowuna?”
“Maksud saya, Apakah tidak ada cara lain agar sampai di sana tidak dengan berjalan kaki?”
“Eh…bangun cepat, kamu ini mimpi ya! Ayo kita jalan lagi.”
La Rato menarik lengan La Mente sambil mengangkat rangselnya. Kelelahan yang dirasakan La Mente memang belum usai. Dua langkah berjalan La Mente merebahkan kembali badanya, lalu bersandar ke batang pohon yang berada di dekatnya.
“Aduh…kenapa berhenti lagi. Kita bisa kemalaman di sini, Mente!”
“Rato? Kita istirahat dulu yah! Aku benar-benar kelelahan.”
“Baiklah, tapi jangan tidur dan tidak lama-lama!”
“Siapa yang mau tidur? Aku hanya minta istirahat sebentar.”
“Kamu itu kalau sudah lelah pasti tertidur.”
“Iya…Aku janji tidak akan tertidur.”
Janji itu rupanya diingkari oleh La Mente. Kesejukan hutan membuat katup bola matanya semakin menutup. Suara mendenging serangga hutan bagaikan melantunkan lagu yang sangat merdu. Itu sudah cukup mengantarkan La Mente yang hampir terbuai mimpi.
Labels:
Karyaku
Jumat, 13 Januari 2017
BULETIN SEVENTEEN : PUISI TENTANG SEMUT MERAH
MENGINTIP
ULAH SEMUT MERAH
Oleh
Suhardin
Meniti
Jalan gelap
Menuntun
kaki dan antena menjadi arak-arakan
Menyisir
kapiler liang-liang sempit
Membuat
geng penguasa lahan tumpukan tanah
Mereka
para pekerja tangguh
Membagi
tugas untuk sejahtera
Mengambil
yang kering menumbuhkan benih
Maraih
yang kotor menjadi rebutan rambut akar
Mengoyak
yang keras menjadi gembur
Membalik
dari atas menjadi di bawah
Menaikkan
yang tertindis ke atas tanah
Menarik
bangkai
Mengubur
tulang belulang
Meraih
tinja binatang jalang
Mencabik
Mengoyak
Menjadi
lahan garapan
Mencegah
hamparan mejadi kritis
Membuat
sampah menjadi lumbung
Memimpin
menjadi Induk yang tau haknya
Menunaikan
kewajiban tanpa pamrih dan pilih
Menjaga,
membuat sejahtera
Memangku
tanpa menindas
Memahami
itu penting
Menghilang
satu, runyam semua
Mengaturnya
dengan aturan
Membagi
jatah dengan adil
Menggigit
pengganggu
Menyerang
perusuh
Membentengi
Sang Ratu
Menjaga
keutuhan
Membentang
kuasa bersama
Labels:
Buletin,
Karyaku,
Kegiatanku,
Pembelajaran,
Profesi-Guru
Langganan:
Komentar (Atom)
Paling di Sukai
Suara Demokrasi di Lapangan Hijau: SMPN 17 Kendari Memilih Pemimpin Baru
KENDARI – Matahari pagi baru saja meninggi, namun semangat demokrasi sudah membara di lapangan SMPN 17 Kendari. Hari ini, Kamis (5/2/2026...
-
Contoh Lembar Kerja Siswa Nama : …………………………………….Kelas : ……………Hari/Tanggal : ………………… Tujuan : Mengidentifikasi bahan olahan siap saji dari ...
-
Kegiatan Sumatif ini dilakukan untuk kelas VIII.1 - VIII.4 Serta VIII.7 dan VIII.8 Sebelum mengikuti kegiatan ini diharapkan anak-anak sek...
-
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Materi 1 : Identifikasi Fungsi bagian organ pernapasan manusia Perhatikanlah gambar berikut Berdasarkan gambar...
